Arsip Tag: Lebaran 2026

Jawab Tuntutan Nasabah, Koperasi Bhakti Makmur Jaya Boja Siapkan Skema Restrukturisasi

Tuntutan Lingkar.co – Koperasi Bhakti Makmur Jaya, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah menjawab tuntutan para nasabah koperasi dengan menyiapkan skema restrukturisasi untuk pembayaran para anggota koperasi dengan jangka waktu dan metode pembayaran tertentu.

Kuasa Hukum Koperasi Bhakti Makmur Jaya, Dr Megawati Prabowo SH MKn MH mengungkapkan, Sekretaris, Bendahara dan Pengawas bersama Tim Ekonomi dan Hukum Koperasi Bhakti Makmur Jaya di Boja Kendal telah sepakat dengan rencana tersebut.

Megawati menyampaikan, upaya tersebut sebagai pemberitahuan sekaligus klarifikasi terbuka, terkait keterlambatan pencairan dana Simpanan Hari Raya (Sihara) milik anggota koperasi.

“Untuk menjamin segala hak para anggota Koperasi Bhakti Makmur Jaya bisa terpenuhi dengan baik, kami akan menerapkan skema Restrukturisasi, yakni skema pembayaran para anggota koperasi dengan jangka waktu dan metode pembayaran tertentu,” ujarnya dalam siaran persnya, Sabtu (28/3/2026).

Untuk itu, lanjut Megawati, Sekretaris, Bendahara dan Pengawas beserta Tim Ekonomi dan Hukum Koperasi Bhakti Makmur Jaya menyampaikan Permohonan Maaf kepada semua anggota Koperasi atas tidak terpenuhinya hak para anggota koperasi pada menjelang Hari Raya Tahun 2026.

Dirinya mengungkapkan, keterlambatan pembayaran dikarenakan banyaknya anggota yang terdaftar di dalam Koperasi Bhakti Makmur Jaya, sehingga membutuhkan waktu.

“Maka kami memerlukan waktu dalam proses penyusunan Restrukturisasi, sehingga selanjutnya kami akan membuat undangan bertahap yang ditujukan kepada semua anggota koperasi dalam penyusunan rencana perdamaian, agar bisa maksimal menyelesaikan semua kewajiban koperasi kepada semua anggota,” ungkap Megawati.

Ia juga menyebut, keterlambatan pencairan dana Sihara, karena adanya kondisi masalah internal kepengurusan Koperasi yang diduga dilakukan oleh salah satu pengurus, yang mengakibatkan Koperasi Bhakti Makmur Jaya mengalami kerugian.

“Atas kejadian tersebut, baik Sekretaris, Bendahara dan Pengawas yang didampingi Tim Ekonomi dan Hukum Koperasi akan melakukan segala Upaya Hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tandas Megawati.

Selain itu, sebagai bentuk tanggung jawab koperasi, serta demi keamanan dan kesejahteraan semua anggota, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan Susunan Perubahan Pengurus Koperasi melalui Rapat Anggota.

Megawati menegaskan, pihaknya tetap akan berkomitmen dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan dan memenuhi semua hak dan kewajiban para anggota koperasi sesuai tujuan Koperasi yang tersebut dalam ketentuan Pasal 3 UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi menyebutkan, “Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.”

“Kami tetap akan berkomitmen dan bertanggung jawab dalam upaya mensejahterakan semua anggota Koperasi Bhakti Makmur Jaya,” tegasnya.

Terpisah Bendahara Koperasi Bhakti Makmur Jaya, Mora Sandhy Purwandono menyatakan, dirinya telah melakukan upaya hukum ke Direskrimsus Polda Jateng, pada Kamis (26/3/2026) lalu.

Ia didampingi oleh tim kuasa hukum, guna melaporkan masalah internal koperasi yang diduga dilakukan oleh salah satu pengurus.

“Masalah kericuhan koperasi, kami sudah menunjuk Tim Ekonomi dan Hukum, yakni Dr Megawati Prabowo SH MKn MH, untuk proses restrukturisasi koperasi dalam metode pembayaran kepada anggota,” ujarnya.

Mora Sandhy menegaskan, Tim Ekonomi Dan Hukum tersebut, dalam jangka waktu kurang lebih setengah bulan akan menyelesaikan tahap penyusunan, sehingga secepatnya akan buat presscon dan buat RAT dengan semua anggota. (*)

Penulis: Yoedhi W

Pascalibur Lebaran 2026, Bupati Cirebon Minta Pelayanan Cepat, Ramah dan Solutif

Lingkar.co – Bupati Cirebon Imron meminta para aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan pelayanan yang cepat, ramah dan solutif bagi masyarakat.

“Masyarakat sangat bergantung pada kehadiran kita. Mereka membutuhkan pelayanan yang cepat, ramah, dan solutif. Oleh karena itu, mari kita hadir sebagai aparatur yang tidak hanya bekerja, tetapi juga melayani dengan hati,” ujar Imron.

Bupati menyampaikan hal itu saat memberikan arahan dalam apel pagi sekaligus halalbihalal bersama seluruh perangkat daerah di halaman Kantor Bupati Cirebon, Rabu (25/3/2026).

Apel tersebut menjadi momentum awal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk kembali menjalankan tugas pasca libur Idulfitri 1447 Hijriah dengan semangat baru dan komitmen peningkatan pelayanan publik.

Imron juga mengajak seluruh ASN untuk kembali menata ritme kerja secara profesional setelah libur Lebaran, dengan mengedepankan tanggung jawab dan dedikasi.

“Saya mengajak kita semua untuk kembali menata ritme kerja dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, untuk menghadirkan kembali semangat melayani dengan sepenuh hati,” tegasnya.

Selain itu, Imron mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai secara individu, melainkan melalui kerja sama dan sinergi antarperangkat daerah.

“Tidak ada keberhasilan yang dicapai secara individu. Semua membutuhkan kerja sama, sinergi, dan komunikasi yang baik antar perangkat daerah,” ujarnya.

Menutup arahan dalam apel, Imron mengajak seluruh ASN untuk memulai kembali tugas dengan niat baik dan tekad kuat demi kemajuan daerah.

“Mari kita awali kembali tugas kita hari ini dengan niat yang baik, hati yang bersih, serta tekad yang kuat untuk memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Cirebon yang kita cintai,” pungkasnya.

Kegiatan apel pagi dan halalbihalal ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam memperkuat disiplin kerja, sinergi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. (*)

Hemat Ongkos Usai Lebaran, Gubernur Ahmad Luthfi Lepas Balik Rantau Gratis dari Stasiun Tawang

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberangkatkan peserta Balik Rantau Gratis dengan moda kereta api dari Stasiun Tawang, Semarang, Jumat, (27/3/2026). Program tersebut menjadi bagian dari fasilitasi pemerintah untuk membantu masyarakat, khususnya pekerja informal, kembali ke perantauan usai merayakan Lebaran di kampung halaman.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, arus balik tahun ini difasilitasi melalui moda kereta api dan bus. Khusus pada hari ini, pemberangkatan dilakukan dengan kereta api dari Stasiun Tawang.

“Hari ini kita pemberangkatan arus balik. Jadi arus balik kita gunakan kereta api,” ujar Gubernur didampingi Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, serta direksi Bank Jateng.

Ia menjelaskan, arus balik gratis dengan kereta api ini merupakan bagian dari skema pelayanan Pemprov Jateng bersama sejumlah pemerintah kabupaten, Bank Jateng, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, bantuan transportasi gratis sangat berarti bagi masyarakat pekerja informal yang sebelumnya telah menggunakan banyak pengeluaran selama mudik di kampung halaman.

“Mereka yang sudah mudik di Jawa Tengah, sudah belanja di kampungnya masing-masing, dia pulang itu uangnya sudah tipis. Sehingga dengan adanya balik gratis ini, mereka sangat senang sekali,” kata Ahmad Luthfi.

Pada pemberangkatan hari ini, sebanyak 320 penumpang diberangkatkan menggunakan empat gerbong kereta api. Ahmad Luthfi menyebut program ini merupakan bagian dari hadirnya negara, dalam hal ini Pemprov Jateng, di tengah kebutuhan masyarakat, terutama kelompok pekerja informal.

“Hari ini ada 320 penumpang dengan menggunakan empat gerbong, besok bus yang (lebih) banyak,” ungkapnya.

Selain melepas peserta arus balik, Ahmad Luthfi juga menitipkan pesan kepada warga Jawa Tengah yang kembali bekerja di perantauan agar tetap menjaga semangat, bekerja keras, dan menaati hukum. Menurutnya, keluarga di kampung halaman menaruh harapan besar kepada mereka.

“Saya juga berpesan kepada masyarakat yang kerja di perantauan, kerja yang keras, kerja yang rajin, kemudian tidak melanggar hukum. Ingat di kampung masih menunggu keluarga kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, karakter masyarakat Jawa Tengah yang guyub, rukun, rajin bekerja, dan menjunjung toleransi harus terus dijaga sebagai modal sosial saat kembali ke perantauan.

“Jawa Tengah sejatinya adalah masyarakat yang guyub rukun, yang senang bekerja dan bertoleransi,” kata Gubernur.

Program arus balik gratis ini disambut antusias para peserta. Susanto, warga asal Pati yang merantau di Bekasi, mengaku program tersebut sangat membantu pengeluaran keluarganya. Tahun ini ia mudik bersama istri dan dua anaknya.

“Ini menghemat banget, membantu kami menekan pengeluaran,” ujarnya.

Susanto yang telah tinggal di Bekasi sejak 2002 mengatakan, dirinya sudah beberapa kali mengikuti program mudik gratis, namun sebelumnya selalu menggunakan bus. Adapun perjalanan arus balik dengan kereta api kali ini menjadi pengalaman pertama bagi keluarganya.

Ia mengaku senang karena kedua anaknya bisa merasakan pengalaman naik kereta jarak jauh untuk pertama kali.

“Senang, soalnya bisa ngajak anak-anak yang belum pernah naik kereta merasakan pengalamannya. Biasanya kan cuma naik commuter line,” katanya.

Ia berharap kuota program serupa ke depan dapat ditambah agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Harapannya bisa diperbanyak lagi kuotanya. Terima kasih Pemerintah Jawa Tengah, minal aidin wal faizin,” ucap Susanto.

Hal senada disampaikan Nani Rusmalani, perantau asal Demak yang sehari-hari tinggal di Bogor. Ia bersama suaminya, Zainal Mubarok, mengikuti program balik gratis kereta api untuk pertama kalinya.

“Ini sangat membantu sekali. Terima kasih,” kata Nani.

Menurut Nani, sebelumnya saat mudik ke kampung halaman ia menempuh perjalanan menggunakan bus. Karena itu, pengalaman mengikuti arus balik gratis dengan kereta api kali ini terasa berbeda dan menyenangkan.

“Baru pertama kali ikut balik gratis kereta ini. Kemarin mudik pulang naik bus. Pengalamannya seru,” ujarnya.

Sementara itu, Zainal Mubarok mengaku biasanya ia mudik secara mandiri dengan biaya perjalanan yang tidak sedikit. Karena itu, program arus balik gratis sangat membantu dari sisi ekonomi.

“Biasanya mudik umum, habisnya sampai Rp1 juta seorang. Ikut mudik gratis ini alhamdulillah dari ongkos ekonomi lebih membantu,” katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng dan berharap ke depan jumlah gerbong yang disediakan untuk program mudik dan balik gratis bisa ditambah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Luthfi atas dukungannya. Harapan ke depan mudah-mudahan lebih banyak gerbong yang disediakan untuk yang mudik gratis,” tandasnya. (*)

Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026 di Kota Semarang Berjalan Lancar dan Kondusif

Lingkar.co – Arus mudik maupun arus balik Lebaran 2026 di Kota Semarang hingga berita ini diturunkan secara umum terpantau lancar dan kondusif. Hal ini salah satunya terwujud karena sinergitas yang baik antara masyarakat, Pemerintah kota atau Pemkot Semarang dan juga Satlantas Polrestabes Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menerima laporan langsung dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, terkait perkembangan arus lalu lintas dan pergerakan pemudik selama periode pemantauan Posko Angkutan Lebaran.

Berdasarkan laporan tersebut, sejak 15 hingga 24 Maret 2026, jumlah kendaraan yang masuk dan melintas Kota Semarang terpantau tinggi. Melalui Gerbang Tol Kalikangkung, tercatat 377.193 kendaraan masuk dan 165.958 kendaraan keluar.

Di sejumlah ruas jalan utama kota, pergerakan kendaraan juga cukup padat. Jalan Perintis Kemerdekaan mencatat 594.074 kendaraan masuk dan 504.273 kendaraan keluar, sementara Jalan Siliwangi dilalui 661.815 kendaraan masuk. Di Jalan Brigjen Katamso, tercatat 263.129 kendaraan masuk dan 339.795 kendaraan keluar.

Sementara itu, mobilitas pemudik melalui berbagai simpul transportasi juga terpantau ramai lancar. Hingga Selasa (24/3) malam, tercatat 191.321 orang masuk ke Kota Semarang dan 177.044 orang keluar melalui moda transportasi kereta api, kapal laut, pesawat, dan bus antar kota.

Pergerakan penumpang paling tinggi tercatat di Stasiun Tawang dengan 73.405 penumpang masuk dan 68.891 penumpang keluar, serta Stasiun Poncol dengan 48.951 penumpang masuk dan 68.471 penumpang keluar.
Di Bandara Jenderal Ahmad Yani, tercatat 48.433 penumpang datang dan 34.559 penumpang berangkat, sementara di Pelabuhan Tanjung Emas terdapat 13.951 penumpang datang.

Agustina menyampaikan bahwa Kota Semarang memang menjadi simpul penting pergerakan arus mudik dan arus balik di Jawa Tengah, sehingga koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar.

“Kita bersyukur arus mudik maupun arus balik di Kota Semarang hingga Selasa (24/3) malam terpantau lancar dan kondusif. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat secara langsung di lapangan, baik rekan-rekan dari Satlantas Polrestabes Semarang, Dishub serta masyarakat yang terus bersinergi dalam melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas,” ujar Agustina, Selasa (24/3/2026).

Ia menambahkan bahwa pengamanan dan pengaturan selama masa mudik dan arus balik juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Kodim, posko-posko yang didirikan oleh organisasi kemasyarakatan, serta posko yang dibentuk masyarakat secara mandiri. Kolaborasi tersebut turut mendukung terciptanya kondisi lalu lintas yang tertib dan kondusif di Kota Semarang selama periode Lebaran.

Dishub Kota Semarang bersama kepolisian dan instansi terkait terus melakukan pemantauan melalui Area Traffic Control System (ATCS) serta pengaturan langsung oleh petugas di sejumlah titik strategis.

Peningkatan arus kendaraan akibat kebijakan one way nasional terpantau terutama di beberapa simpang utama kota seperti Simpang Karyadi, Kaligarang, dan Sam Poo kong. Meski demikian, kondisi lalu lintas masih dapat dikendalikan melalui rekayasa lalu lintas dan pengaturan petugas di lapangan.

Di samping jalur utama, Pemkot Semarang bersama jajaran Satlantas Polrestabes juga telah mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di titik-titik pusat oleh-oleh maupun destinasi wisata yang kerap menjadi tempat tujuan para pemudik.

Beberapa titik seperti Pandanaran, Lawang Sewu, Simpang Lima dan juga kawasan Kota Lama menjadi perhatian dalam pengaturan lalu lintas. Pihak Pemkot Semarang melalui Dishub dan Satlantas telah menyiapkan pengaturan kendaraan di wilayah tersebut untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat.

Pemkot Semarang mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta memperhatikan kondisi kendaraan dan menjaga kesehatan selama perjalanan.

Pemantauan arus lalu lintas dan pergerakan pemudik melalui Posko Angkutan Lebaran Kota Semarang akan terus dilakukan hingga masa arus balik selesai, guna memastikan mobilitas masyarakat berlangsung aman dan tertib. (Adv)

Hari Ini Jalan Tol Mulai Berlakukan One Way dari Semarang Menuju ke Jakarta

Lingkar.co – Menghadapi arus balik Lebaran 1447 Hijriah/2026, pengaturanl lalu lintas mulai memberlakukan satu arah atau one way.
Sebagai langkah persiapan, sejak pagi telah dilakukan persiapan dan pembersihan jalan dari hal-hal yang bisa memgganggu kelacaran arus lalu lintas.

Hal itu disampaikan Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal Ipda Very Okta Dwi Saputra, Selasa (24/3/2026).

Dia mengatakan, selama pembersihan, one way juga sudah dilakukan tapi baru dimulai sepenggal.

Namun one way secara menyeluruh akan mulai diberlakukan pada Selasa 24 Maret 2026 ini pukul 14.00

“Pemberlakuan itu sudah menyeluruh Jadi, sudah langsung menyambung semuanya sampai Jakarta,” kata Very.

Menurutnya, pemberlakuan one way akan dihentikan manakala arus balik ke arah Jakarta sudah normal.

Very juga menyampaikan, dalam pantauannya, kondisi arus balik ke arah Jakarta sudah mulai ramai dan padat namun lancar.

“Arus balik hari ini terpantau sudah mulai ramai dan padat tapi lancar,” ungkapnya.
Demikian juga yang terjadi di sepanjang jalan tol ruas Semarang-Kendal dan Kendal-Batang. Arus lalu lintas ke arah Jakarta terpantau ramai dan padat tapi lacar tanpa ketersendatan.

Bahkan, lanjutnya, di sekitar Rest Area 389 di wilayah Wujgurejo Kendal yang semula sempat mengalami krodit, saat ini terlihat lancar.
Sementara itu, arus balik di jalur pantura Kendal juga sudah terlihat ramai dan lancar.

Para mengguna sepeda motor yang akan melakukan perjalanan balik ke tanah rantau sudah mulai memadati jalur pantura Kendal.

Very juga menyampaikan imbauan khususnya kepada para pengguna sepeda motor untuk tetap berhati-hati selama perjalanan balik ke Jakarta.
Dia menyarankan agar mereka tak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan jika terjadi kelelahan atau mengantuk.

“Jika lelah atau negantuk, beristirahatlah sejanak agar badan kembali fit, baru setelah itu melanjutkan perjalanan lagi. Manfaatkanlan rest area atau pos-pos yang sudah disediakan untuk beristirahat sejenak,” pintanya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Pemkab Kediri Berangkatkan Pemudik Balik Gratis ke Jakarta

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memberangkatkan 100 penumpang dalam program ‘Balik Gratis Lebaran 2026’ di Kantor Dinas Perhubungan, Selasa (24/3/2026).

Program ini menjadi bentuk komitmen Pemkab Kediri dalam memberikan pelayanan transportasi yang aman dan nyaman bagi warganya yang kembali bekerja ke Jakarta.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Kepala Dinas Perhubungan M. Nizam Subekhi mengatakan program rutin tahunan yang telah memasuki tahun ketiga ini ditujukan khusus bagi warga Kabupaten Kediri yang bekerja di Jakarta Raya. Tahun ini, Pemkab Kediri menyediakan kuota 100 peserta dengan dua unit bus eksekutif.

“Tujuannya tentu agar perjalanan lebih terkoordinir sehingga memberikan rasa nyaman dan keselamatan bagi warga kita yang akan bekerja di Jakarta,” katanya.

Selain menyediakan transportasi gratis, Pemkab Kediri juga memberikan fasilitas tambahan berupa makan dan minum ringan (snack) bagi para peserta. Para penumpang nantinya akan menempuh rute dari Nganjuk, masuk tol, dan beristirahat di rest area sebanyak dua kali sebelum tiba di tujuan akhir, yakni Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan perjalanan, Dinas Perhubungan juga mengerahkan dua pendamping di setiap bus. Pendamping ini bertugas membantu penumpang selama perjalanan berlangsung.

“Himbauan kami kepada kru bus dan pendamping, terutama kru bus, agar tidak ngebut di jalan, tetap mengikuti aturan lalu lintas, sehingga menjaga keamanan bagi warga kita dalam perjalanan balik gratis ini,” tambahnya.

Nizam berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Kediri dapat meningkatkan kuota program balik gratis ini guna memperluas pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, salah seorang penumpang, Nisa asal Pare, menyampaikan terima kasih kepada seluruh penyelenggara program. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

“Program ini sangat bermanfaat dan semoga ke depannya semakin luas dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, para peserta melakukan pendaftaran secara online melalui situs balikgratis.kedirikab.go.id sejak 14 Maret 2026 hingga kuota terpenuhi, dengan prioritas bagi warga Kabupaten Kediri. (*)

Naik 20 Persen, Lonjakan Sampah Selama Ramadan Jadi Perhatian Serius Pemkot Bandung

Lingkar.co – Lonjakan sampah selama bulan Ramadan kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Produksi sampah tercatat meningkat hingga 20 persen, memaksa pemerintah bergerak cepat dengan berbagai strategi, mulai dari pengangkutan intensif hingga inovasi program berbasis lingkungan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, kondisi ini tidak bisa dianggap biasa, mengingat kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang semakin terbebani.

“Saya selalu menggaungkan soal sampah, karena selama bulan puasa ini timbulan sampah meningkat sampai 20 persen. Sementara beban di TPA makin berat,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Sabtu, (21/3/2026).

Sebagai solusi jangka menengah, Pemkot Bandung tengah mengembangkan integrasi program Gaslah dengan program Gober (gorong-gorong bersih).

Dari kolaborasi ini, akan lahir konsep baru bernama “Gaslah Sungai”, yang secara khusus menyasar sampah plastik di sungai dan perairan kota.

“Gaslah fokus pada sampah organik, tapi nanti kita gabungkan dengan Gober. Kita siapkan konsep baru, Gaslah Sungai, fokus ke sampah plastik di aliran sungai,” jelas Farhan.

Program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menekan pencemaran lingkungan sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu di Kota Bandung.

Di tengah lonjakan volume sampah, Pemkot Bandung menerapkan langkah taktis dengan mempercepat ritme pengangkutan.

Selama tiga hari krusial, pengangkutan sampah dilakukan setiap tiga jam sekali untuk mengantisipasi penumpukan di jalan-jalan.

“Kita fokus tiga hari ini. Karena setiap tiga jam pasti ada penumpukan baru, jadi kita angkut secara berkala,” katanya.

Namun, proses ini tetap menghadapi tantangan, terutama keterbatasan kapasitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan pengaturan distribusi ke TPA Sarimukti yang masih bergantung pada kuota pembuangan.

Selain upaya pemerintah, Farhan juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengurangi beban sampah.

Ia mengapresiasi inisiatif warga, termasuk kelompok pengolah sampah plastik di kawasan Cigondewa yang aktif melakukan pemilahan dan daur ulang.

“Saya sangat menghargai kelompok masyarakat yang memilah sampah plastik dan mendaur ulang. Ini sangat membantu,” ujarnya.

Tak kalah penting, Pemkot Bandung mendorong pengolahan sampah organik dilakukan langsung dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Warga diimbau untuk memilah sampah sejak dari dapur, khususnya sampah organik, agar tidak seluruhnya berakhir di TPS.

“Sampah organik ini harus selesai di kelurahan. Camat dan lurah wajib memastikan tidak ada penumpukan dan tidak dibuang ke TPS,” tegas Farhan.

Dengan kombinasi strategi darurat dan inovasi program, Pemkot Bandung berharap persoalan sampah tidak hanya tertangani dalam jangka pendek, tetapi juga bertransformasi menjadi sistem pengelolaan yang berkelanjutan.

Momentum Ramadan pun dijadikan sebagai titik refleksi sekaligus penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih bijak (*)

Ahmad Luthfi Salat Id di Simpanglima, Gus Yasin di Mijen, Open House di Wisma Perdamaian

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dijadwalkan melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Sabtu (21/3/2026). Sementara itu, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen akan menunaikan salat id di wilayah Kecamatan Mijen.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama telah menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan tersebut dilakukan melalui sidang isbat yang digelar pada Kamis (19/3/2026).

Berkaitan dengan hal itu, Gubernur Ahmad Luthfi akan melaksanakan salat Id di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang. Ini menjadi kali kedua Ahmad Luthfi merayakan Idulfitri sebagai gubernur.

Berdasarkan informasi dari Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman, pelaksanaan salat id di Simpanglima dijadwalkan dimulai pukul 06.15 WIB dan terbuka untuk umum.

KH Zaenuri Ahmad Al Hafidz, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur’ani Kabupaten Semarang, akan bertindak sebagai imam. Sedangkan Ustadz Muhammad Yusuf dijadwalkan sebagai bilal.

Adapun khatib salat Id adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab. Ia akan menyampaikan khutbah bertema “Idulfitri Momentum Menjaga Ketaqwaan, Membangun Kepedulian Sosial dan Kepedulian terhadap Lingkungan.”

Di lokasi berbeda, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen direncanakan melaksanakan salat Id di wilayah Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Usai pelaksanaan salat Id, Ahmad Luthfi bersama Taj Yasin Maimoen dijadwalkan menggelar open house di Wisma Perdamaian. Kegiatan silaturahmi tersebut akan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB dan terbuka bagi masyarakat umum. (*)

Serukan Idulfitri Penuh Makna, Ketua PWNU Jateng Utamakan Persaudaraan

Lingkar.co — Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya warga Nahdliyin di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Gus Rozin saat di Kantor PWNU Jateng, Jalan dr Cipto Nomor 180 Semarang, Jumat (20/3/2026). Dalam keterangannya, ia mengajak umat Islam menjadikan Idulfitri sebagai momentum kembali kepada kesucian serta mempererat persaudaraan.

“Ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin, taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim. Kami juga memohon maaf lahir dan batin, semoga Allah menerima amal ibadah kita serta mengampuni segala khilaf,” ujar Gus Rozin.

Ia menuturkan, bulan Ramadan yang telah dilalui memberikan banyak pelajaran penting, mulai dari kesabaran, keikhlasan, hingga pengendalian diri dan peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Momentum Idulfitri, kata dia, hendaknya dimanfaatkan untuk mensucikan hati, mempererat silaturahmi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.

Lebih lanjut, Gus Rozin menekankan pentingnya kepedulian sosial di tengah berbagai tantangan yang dihadapi umat. Ia mengingatkan bahwa kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi, kebersamaan, dan solidaritas yang kuat. Mari kita saling tolong-menolong dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar Idulfitri dirayakan dengan penuh kesederhanaan, tanpa berlebihan. Menurutnya, esensi perayaan bukan terletak pada kemewahan, melainkan pada kembalinya manusia kepada fitrah.

“Rayakan Idulfitri secara substantif, dengan kesederhanaan, memperkuat silaturahmi, dan mensyukuri apa yang kita miliki,” tambahnya.

Mengakhiri pesannya, Gus Rozin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berikhtiar menghadirkan kebaikan bersama serta senantiasa memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.

“Semoga Allah senantiasa memperkuat persaudaraan dan persatuan kita semua sebagai anak bangsa,” pungkasnya.

Rest Area Batang, Layanan Kesehatan Paling Diminati Pemudik

Lingkar.co – Mengemudi selama 4 sampai 5 jam tentu menguras tenaga pemudik, rest area yang nyaman seringkali menjadi incaran untuk beristirahat sekaligus mengecek kondisi kesehatan. Layanan kesehatan yang disiapkan di rest area Dishub Kabupaten Batang, banyak dimanfaatkan karena membantu pemudik untuk mengetahui kondisi kesehatannya, sehingga badan lebih prima ketika kembali berkendara menuju kampung halaman.

Salah satunya, Ridwan dan Dina pemudik tujuan Magelang mengaku terbantu dengan layanan kesehatan yang diberikan secara cuma-cuma, karena membantu mengetahui kondisi tubuh sebelum kembali berkendara. Kunjungannya ke rest area Dishub Batang merupakan kali kedua bersama sang istri, karena merasakan kenyamanan tiap kali melepas lelah saat mudik ke kampung halaman.

“Saya cek tekanan darah, alhamdulillah normal semua, cuma tadi kurang tidur jadinya rawan ngantuk waktu berkendara. Ini sudah dua kali saya berkunjung ke sini, rasanya nyaman bisa istirahat tadi malam jam 1 dini hari bisa langsung tidur, pagi ini mau lanjutin ke Magelang,” katanya di Rest Area Dishub Batang, Kabupaten Batang, Kamis (19/3/2026).

Petugas kesehatan Puskesmas Pecalungan, Azizah membenarkan tiap harinya ada belasan pemudik khususnya mereka yang berkendara sepeda motor yang mengecek tekanan darah. Selain itu, banyak pula yang mengalami iritasi pada mata karena terpapar debu saat berkendara.

“Banyaknya sih cek tekanan darah sama mata merah, pedih karena debu. Tapi ada juga sebagian yang meminta obat karena pusing dan vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh sebelum kembali berkendara,” jelasnya.

Sebagai tenaga kesehatan, ia menyarankan perlukan waktu untuk beristirahat apabila telah berkendara cukup lama, agar konsentrasi kembali pulih. Serta mengonsumsi vitamin bila perlu untuk daya tahan tubuh saat berkendara.

Sementara itu, Sekretaris Dishub Batang Arinal Helmi Setiawan menerangkan, para pemudik juga memanfaatkan fasilitas lain untuk memudahkan aktivitas ketika kembali berkendara. Di antaranya layanan Satuan Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang disediakan di rest area Dishub maupun layanan pengisian daya gawai.

“Setiap harinya ada 70 pemudik yang mampir untuk istirahat, ngisi daya ponsel, bahkan ada pula yang mengisi daya mobil listrik. Dan semua itu tidak berbayar alias gratis,” ujar dia. (*)