Arsip Tag: Pemkot Magelang

Profesionalisme Medis Harus Berjalan Selaras dengan Sisi Kemanusiaan.

Lingkar.co – Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono mengatakan, profesionalisme medis harus berjalan selaras dengan sisi kemanusiaan. Ia berharap agar para dokter muda menjadikan Kota Magelang sebagai ruang belajar yang utuh.

“Bukan hanya untuk mengasah ilmu, tetapi juga untuk memperkuat empati dalam melayani, sekaligus menempa karakter dan ketangguhan sebagai seorang dokter,” ujar Damar.

Ia menyampaikan hal itu saat Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menerima 24 dokter dan dokter gigi program internship (magang) yang bertugas di RSUD Tidar dan sejumlah Puskesmas di Kota Magelang.

Damar didampingi Wakil Wali Kota Magelang dr. Sri Harso dan Kepala Dinas Kesehatan, dr. Istikomah berkesempatan bertemu dengan para tenaga medis muda ini melalui acara sarasehan di Pendopo Pengabdian, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Jumat (10/4/2026).

Damar juga mengingatkan, dokter harus mengedepankan integritas dan cara berkomunikasi yang baik kepada masyarakat.

Kata Damar, nilai lebih seorang dokter tidak hanya terletak pada kemampuan menyembuhkan, tetapi juga menenangkan pasien.

Senada, Wakil Wali Kota Magelang, dr. Sri Harso, berujar meskipun masa tugas para dokter internship ini relatif singkat, yakni kurang lebih satu tahu, mereka tetap merupakan bagian integral dari pelayanan masyarakat.

Hal ini mengingat kesehatan merupakan salah satu program unggulan Pemkot Magelang.

Ia juga berpesan agar para peserta internship mengenali fasilitas serta sarana kesehatan yang dimiliki Kota Magelang.

Tidak lupa, kepatuhan terhadap peraturan dan etika profesi, termasuk dalam hal kedisplinan berseragam dan kerapian saat bertugas.

“Panjenengan (Anda) itu bagian dari pelayanan Pemkot Magelang di bidang kesehatan, jadi kenali layanan yang kita punya seperti fasilitas VIP RSUD Tidar, alat-alatnya, juga jangan lupa pakai seragam,” paparnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi untuk menyerap aspirasi dari para dokter internship. Beberapa masukan penting muncul dalam diskusi tersebut, di antaranya usulan pembukaan layanan laboratorium pada sore hari guna mempercepat pelayanan, perlunya perbaikan dan pemeliharaan alat-alat kesehatan serta sarana penunjang di tingkat Puskesmas.

Kemudian, pelayanan poliklinik sore (pukul 16.00–20.00 WIB) dinilai sangat efektif karena rata-rata melayani 10-18 pasien per hari. Layanan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak bisa mengakses fasilitas kesehatan pada pagi atau siang hari. (*)

Damar Ajak Elemen Masyarakat Bersinergi Majukan Pendidikan di Kota Magelang

Lingkar.co – Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengajak seluruh elemen Kota Magelang bersinergi memajukan pendidikan. Ia pun mengapresiasi kegiatan halal bihalal ini sebagai sarana memperkuat kolaborasi.

“Silaturahmi bukan hanya tradisi, tetapi juga pondasi penting dalam membangun sinergi. Dari silaturahmi lahir kepercayaan, dari kepercayaan tumbuh kolaborasi, dan dari kolaborasi kita dapat menghadirkan perubahan,” ujarnya, Ahad (5/4/2026).

Damar mengatakan hal itu saat menghadiri kegiatan Sarasehan dan Halal Bihalal Guru se-Kota Magelang, di GOR Samapta Sanden, Kota Magelang, Jawa Tengah

Turut hadir Wakil Wali Kota Magelang dr. Sri Harso, Pj Sekda Kota Magelang Larsita, dan seluruh kepala OPD lingkungan Pemkot Magelang.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pendidikan yang sudah berdedikasi tinggi mendidik anak-anak Kota Magelang.

Dikatakan, pendidikan merupakan investasi strategis bagi pembangunan daerah, namun keberhasilannya tidak dapat dicapai secara parsial.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, sekolah tidak bisa berdiri sendiri, dan para guru tidak bisa berjuang sendiri,” kata dia.

Menurutnya, sinergi harus melibatkan pemerintah sebagai pengarah kebijakan, guru sebagai ujung tombak pembelajaran, orang tua sebagai pendamping utama anak, serta masyarakat sebagai lingkungan pembentuk karakter baik.

Damar melanjutkan, peran strategis guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai dan membentuk karakter generasi penerus.

“Di tangan Bapak/Ibu sekalian, masa depan Kota Magelang sedang dibentuk. Anak-anak yang cerdas secara akademik, berkarakter, berakhlak mulia, memiliki empati, peduli serta mampu menghadapi tantangan zaman,” paparnya.

Pemerintah Kota Magelang, imbuh Damar, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kapasitas tenaga pendidik, serta mendorong inovasi pembelajaran.

Kegiatan yang dihadiri ribuan guru dan tenaga kependidikan jenjang KB/PAUD/TK, SD/MI, SMP/Mts se-Kota Magelang ini berlangsung meriah dan kebersamaan yang hangat.

Selain sarasehan dan halal bihalal, acara juga diisi dengan penampilan kelompok seni dari pelajar, para guru bernyanyi bersama, serta pembagian berbagai hadiah doorprize kepada peserta. (*)

Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Damar Sebut Kota Magelang Sudah Siap Sejak Awal Ramadan

Lingkar.co – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut sudah melakukan sejumlah antisipasi sejak awal Ramadan, mulai dari pemantauan stabilitas harga kebutuhan pokok hingga pemetaan titik rawan kemacetan dan potensi gangguan keamanan.

Damar menegaskan kesiapan Kota Magelang dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan menjelang Lebaran.

“Sejak awal Ramadan kami sudah turun langsung ke masyarakat untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok serta memetakan titik-titik kemacetan dan kerawanan lainnya,” kata Damar, Minggu (15/3/2026)

Ia bilang, seluruh jajaran Pemkot Magelang bersama aparat keamanan tetap siaga menghadapi puncak arus mudik.

“Kota Magelang siap menyambut arus mudik maupun arus balik di semua lini,” ujarnya.

Damar juga mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan petasan maupun menggelar takbir keliling yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dan kemacetan. Ia menyarankan masyarakat melaksanakan takbiran di tempat ibadah agar lebih khidmat.

Selain itu, Pemerintah Kota Magelang memastikan tidak ada kebijakan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Magelang seusai libur lebaran.

Sementara itu, Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah langkah pengamanan untuk mengantisipasi arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.

Sebanyak lima pos pengamanan didirikan di sejumlah titik strategis, yakni Bandongan, Kebonpolo, Shopping Center, Pos Trio, dan Terminal Tidar. Selain itu, satu pos pelayanan disiapkan di kawasan Alun-alun Kota Magelang.

“Titik rawan kepadatan berada di kawasan Trio, sementara potensi bottle neck berada di Sambung. Kami akan melakukan rekayasa lalu lintas dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata Dikri.

Sekitar 300 personel dikerahkan untuk pengamanan selama 13 hari hingga 25 Maret 2026. Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas agar arus kendaraan tetap tertib dan lancar.

Untuk mendukung kenyamanan pemudik, Polres Magelang Kota menyiapkan rest area bertajuk “Rest and Clean” di kompleks Markas Polres atau Mosvia. Fasilitas tersebut menyediakan tempat istirahat, layanan mandi, tempat salat, pemeriksaan kesehatan, WiFi gratis, hingga layanan cuci kendaraan gratis bagi pemudik.

“Selain itu, patroli akan ditingkatkan untuk mengantisipasi balap liar, penggunaan knalpot tidak standar, serta potensi gangguan keamanan lainnya,” imbuh Dikri ( (*)

Pemkot Magelang Gelar Pasar Murah, Alun-alun Penuh Sejak Pagi

Lingkar.co – Puluhan warga dtang silih berganti memadati area Alun-alun Kota Magelang, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026). Sejak pagi warga memadati stan penjualan berbagai kebutuhan di Pasar Murah yang diadakan oleh Pemerintah Kota Magelang.

Salah satu warga, Kurniasih, warga Jurangombo, mengaku sengaja datang lebih awal untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dan menjelang Lebaran. Ia membeli telur, minyak goreng dan beberapa potong pakaian.

“Kalau di sini harganya lebih murah daripada di pasar. Jadi lumayan untuk beli kebutuhan rumah tangga, untuk masak buka puasa, dan baju lebaran,” ujarnya.

Ia menyebut, harga telur hanya Rp26.000 per kilogram, kalau di pasaran bisa mencapai Rp29.000 – Rp30.000 per kilogram. Begitu juga minyak goreng, di pasar murah berkisar Rp15.000 per liter, sementara di luar harganya Rp20.000 per liter.

Pasar Murah dibuka langsung oleh Wali Kota Magelang Damar Prasetyono. Turut hadir, Ketua TPP Kota Magelang Nanik Yunianti dan sejumlah kepala perangkat daerah setempat.

Damar berujar, penyelenggaraan Pasar Murah dan Bazar UMKM menjadi salah satu langkah pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“Menjelang lebaran permintaan bahan kebutuhan pokok masyarakat biasanya meningkat, sehingga berpotensi memengaruhi harga di pasaran. Maka, ini upaya kami menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” terang Damar.

Damar mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan tersebut secara bijak dengan berbelanja. Masyarakat yang datang tidak hanya dari Kota Magelang tetapi juga luar daerah.

“Harapan kami kegiatan ini rutin digelar, kalau perlu setaun dua kali. Kami ingin membantu masyarakat. Terutama menjelang lebaran ini, mereka bisa menyambutnya dengan suka cita,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang, Syaifullah, menambahkan kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang.

Selain pasar murah yang berlangsung pukul 09.00–18.00 WIB, juga digelar Bazar UMKM pada pukul 15.00–22.00 WIB.

“Berbagai produk ditawarkan kepada masyarakat, mulai dari sembako murah, pakaian dan produk konveksi, hingga berbagai komoditas kebutuhan rumah tangga dengan harga promo.”

Pasar Murah diikuti berbagai pihak, di antaranya organisasi wanita seperti Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita, IWAPI, GOW, Bhayangkari, dan Restuwati.

Selain itu juga melibatkan Dinas Pertanian dan Pangan dengan program Gerakan Pangan Murah, BUMD, Bulog, Kodim 0705, serta IKM Centre Kota Magelang dan sejumlah pelaku usaha/ritel modern. (*)

Sinergi Pemkot Magelang dengan LAZISMU Renovasi Rumah Warga

Lingkar.co – Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LAZISMU Kota Magelang yang selama ini konsisten bersinergi dengan pemerintah dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, salah satunya bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Kamis (22/1/2026).

“Ini contoh nyata kolaborasi antara Pemkot Magelang dan LAZISMU. Sasarannya adalah warga Kota Magelang tanpa melihat latar belakang,” ujar Damar saat serah terima simbolis RTLH warga RW 20 RT 06 Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah.

Damar bilang, Pemkot Magelang juga menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga lain seperti Baznas, PSMTI, serta program CSR Bank Jateng dan pihak lainnya sebagai wujud komitmen melayani masyarakat.

“Kami terus mendata rumah tidak layak huni untuk diperbaiki agar menjadi hunian yang layak ditempati,” katanya.

Damar juga meminta peran aktif RT dan RW untuk mendata warga yang rumahnya masih tidak layak huni dan segera melaporkannya kepada lurah atau camat. Dengan keterbatasan anggaran, Pemkot akan terus menggandeng berbagai lembaga agar seluruh warga Kota Magelang dapat tinggal di rumah yang layak.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus LAZISMU Kota Magelang, Nugroho Adibroto, menjelaskan, program bedah rumah pada tahun 2025 dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Wates dan Nambangan, termasuk rumah milik Agus Romadhon tersebut.

“Pak Agus sebelumnya juga merupakan penerima manfaat bantuan pengobatan untuk anaknya. Untuk bedah rumah ini, kami menganggarkan sekitar Rp28 juta yang digunakan untuk perbaikan dinding, lantai, dan kamar mandi,” jelasnya.

Sebelum direnovasi kondisi rumah belum diplester lantainya, tidak memiliki sekat ruangan, serta sanitasi yang kurang layak. Proses pengerjaan semula ditargetkan selesai dalam tiga minggu, namun sempat molor menjadi satu bulan karena Agus mengalami gangguan kesehatan jantung.

“Alhamdulillah sekarang rumah sudah lebih layak, bahkan ditambah ruang kecil untuk usaha istri Pak Agus,” tuturnya.

Rasa syukur diungkapkan Agus Romadhon (48), rumah yang ia tempati bersama istri dan anaknya kini berubah menjadi hunian yang lebih layak dan nyaman. Meski hanya berukuran 5 x 8 meter, namun telah dipermak sedemikian rupa.

Dalam renovasi tersebut, disediakan pula ruang kecil yang akan difungsikan sebagai warung sederhana untuk menunjang perekonomian keluarga.

Agus mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya, terlebih anak bungsunya yang berusia lima tahun tengah menderita meningitis sehingga membutuhkan lingkungan rumah yang bersih dan layak untuk pemulihan.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada LAZISMU dan Pak Wali Kota yang sudah membantu memperbaiki rumah kami. Sekarang rumahnya jauh lebih baik dan nyaman untuk ditinggali,” ungkap Agus saat peresmian rumahnya, Senin (19/1/2026) sore.

Setiap hari Agus bekerja sebagai buruh bangunan. Namun, akibat penyakit jantung yang dideritanya, ia berencana beralih profesi dengan berjualan dari rumah. (*)

Pemkot Magelang Dampingi Keluarga Ali Pendaki yang Hilang di Gunung Slamet

Lingkar.co – Pemerintah Kota Magelang menunjukkan empati dalam mendampingi keluarga Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Kota Magelang yang dilaporkan hilang saat pendakian di Gunung Slamet, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Damar berujar, Pemkot Magelang telah membersamai keluarga survivor sejak dilaporkan hilang pada Sabtu 27 Desember 2025 lalu.

“Kami dari Pemkot Magelang terus membersamai keluarga, terus memantau perkembangan. Kami juga baru saja melakukan penggalangan dana. Ali adalah putra dari salah satu staf Pemkot Magelang,” ujar Damar dalam keterangan pers, Kamis (8/1/2026).

Ayah suvivor adalah Dhani Rusman, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang. Mereka warga Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara.

Damar menjelaskan, pemantauan dan koordinasi terus dilakukan meskipun secara prosedur operasi standar (SOP) pencarian dan penyelamatan berakhir. Pihaknya tetap memberikan perhatian dan dukungan moral kepada keluarga.

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar diberikan yang terbaik. Walaupun SOP penyelamatan telah berakhir, kami tetap memantau,” imbuhnya.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang, seluruh tim SAR, serta masyarakat di sekitar Gunung Slamet yang telah berupaya maksimal dalam pencarian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pemalang dan masyarakat sekitar Gunung Slamet yang dengan tulus membantu melakukan pencarian,” ucapnya.

Terkait donasi yang terkumpul, Damar menyatakan bantuan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan logistik dan dukungan lainnya bagi upaya pencarian lanjutan.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, menambahkan sejak hari pertama kejadian, berbagai bantuan telah disalurkan kepada keluarga dan tim di lapangan.

“Sejak hari pertama, bantuan dari PMI dan Basarnas sudah disalurkan, termasuk dukungan dari teman-teman seangkatan Mas Dani, ayah dari survivor. Hingga saat ini, warga dan tim SAR masih memiliki inisiatif untuk melanjutkan pencarian,” jelas Catur.

Ia menuturkan, meskipun pencarian lanjutan dilakukan secara mandiri, Pemkot Magelang tetap akan membantu kebutuhan logistik sebagai bentuk empati dan kepedulian.

“Walaupun tidak diminta, kami tetap membantu. Ini adalah wujud empati dan solidaritas kami kepada keluarga dan semua pihak yang masih berupaya mencari,” pungkasnya.

Kronologi

Safiya Ridan Ali Razan melakukan pendakian bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (27/12/2025). Keduanya merencanakan pendakian sistem tektok atau naik dan turun tanpa menginap.

Namun hingga Minggu malam, keduanya tidak kembali ke basecamp. Pengelola basecamp kemudian melakukan pengecekan jalur pendakian Gunung Slamet.

Pada Senin (29/12/2025) pagi, tim basecamp menemukan Himawan di sekitar Pos 9 atau sekitar 100 meter dari puncak Gunung Slamet. Saat ditemukan, Himawan dalam kondisi lemas dan mengalami cidera kaki.

Himawan kemudian dievakuasi ke basecamp untuk mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan keterangannya kepada tim SAR, rekannya sempat turun lebih dahulu untuk mencari bantuan.

Pastikan Pembangunan Sesuai Koridor Hukum, Pemkot Magelang Perpanjang Kerja Sama Strategis dengan Kejari

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang memperpanjang kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Magelang melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN), di Hotel Atria Magelang, Jawa Tengah, Rabu (7/1/2026).

​Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengutarakan kerja sama ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh program pembangunan berjalan di koridor hukum yang benar. Sinergi ini melengkapi kolaborasi sebelumnya yang telah dijalin bersama Polres Magelang Kota.

​”Kerja sama ini kita bangun agar kebijakan dan program pembangunan memiliki pendampingan hukum yang kuat, mencegah masalah sejak awal, dan memberikan pertimbangan yang tepat,” ujarnya.

​Ia meminta kepada seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk tidak ragu dalam mengambil keputusan selama sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Taati aturan, maka aturan akan menjagamu. Jika ada keraguan, konsultasikan. Jika ada potensi masalah, laporkan sejak awal,” tegasnya.

Bagi Pemkot Magelang, katanya, kehadiran Kejaksaan diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi aparatur dalam bekerja.

Dukungan dari Kejari dapat mempercepat pelaksanaan program-program unggulan dan strategis di Kota Magelang tanpa mengabaikan tertib administrasi.

​”Yang kita bangun adalah budaya transparansi dan akuntabilitas, bukan budaya saling menyalahkan. Seluruh kerja sama ini bermuara pada pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan yang tepat sasaran,” pungkas Damar.

​Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Magelang, Sri Harso, Pj. Sekretaris Daerah Larsita, serta jajaran kepala perangkat daerah dan camat se-Kota Magelang.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Magelang, Atik Rusmiaty Ambarsari, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemkot Magelang dalam memperpanjang kemitraan ini.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi motivasi bagi Jaksa Pengacara Negara (JPN) untuk memberikan pelayanan terbaik, mulai dari konsultasi hingga mitigasi risiko hukum.

​”Kepercayaan ini adalah aset kami yang paling berharga dan menjadi motivasi untuk memberikan pelayanan terbaik di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, baik untuk memberikan konsultasi hukum, memitigasi risiko hukum, maupun menyelamatkan keuangan dan aset negara,” kata Atik.

​Atik memaparkan sejumlah keberhasilan yang telah dicapai melalui kerja sama sebelumnya, seperti bantuan hukum non-litigasi dalam penagihan tunggakan pajak di BPKAD Kota Magelang serta pendampingan hukum di berbagai OPD. Meski demikian, ia memberikan catatan penting terkait transparansi dokumen dari pihak OPD.

​”Harapan kami ke depan dengan perpanjangan MoU ini, kelemahan atau kekurangan dapat diperbaiki secara bersama demi melindungi kepentingan hukum dan memastikan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel,” tambahnya. (*)

Per 1 Januari 2026 Tarif Parkir Tepi Jalan di Kota Magelang Rp1000 Untuk Sepeda Motor dan Mobil Rp2000

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang resmi mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Magelang Nomor 11 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Perda Nomor 12 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).

Dengan kebijakan tersebut, tarif parkir Rumija untuk sepeda motor yang semula Rp2.000 menjadi Rp1.000. Sedangkan tarif parkir mobil (meliputi sedan, minibus, pick up, kendaraan roda tiga, dan sejenisnya) turun dari Rp4.000 menjadi Rp2.000.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono menjelaskan, penurunan tarif ini merupakan hasil evaluasi pajak dan retribusi daerah oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Selain itu, Pemkot juga menampung berbagai keluhan dan keberatan masyarakat yang menilai tarif parkir sebelumnya cukup memberatkan.

“Keputusan perda parkir ini bukan sepihak. Kami benar-benar memahami keinginan warga. Ini merupakan usulan dan aspirasi masyarakat. Banyak kritik terkait parkir yang disampaikan melalui media sosial dan saluran lainnya,” ujar Damar dalam siaran pers di Kantor Wali Kota Magelang, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, pertimbangan lain adalah mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Magelang agar dapat berkembang lebih optimal. Kebijakan parkir ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Magelang sebagai Smart City yang bergerak secara sistematis dan terencana.

Damar mengakui, kebijakan tersebut menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Namun hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot untuk mencari solusi yang saling menguntungkan dan sejalan dengan program pembangunan daerah, sehingga kebijakan yang diambil bersifat produktif.

“Kami ke depan juga akan mengarah ke penerapan e-parkir, tetapi dilakukan secara bertahap. Ini membutuhkan kesiapan infrastruktur serta kesadaran masyarakat yang harus terus diedukasi,” imbuhnya.

Ia menegaskan, penyesuaian tarif parkir ini sepenuhnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat luas.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Magelang, Larsita menyampaikan, perubahan tarif parkir tidak memberikan dampak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Magelang.

Pada tahun 2023, saat tarif parkir Rp1.000 untuk sepeda motor dan Rp2.000 untuk kendaraan roda empat, PAD dari sektor parkir mencapai sekitar Rp850 juta.

Kemudian pada 2024, ketika tarif naik menjadi Rp2.000 untuk motor dan Rp4.000 untuk roda empat, penerimaan PAD meningkat menjadi sekitar Rp970 juta.

“Kenaikannya tidak signifikan. Dari 2023 ke 2024 hanya sekitar 15 persen. Karena itu perlu dilakukan evaluasi. Kami menilai penyesuaian tarif ini justru dapat memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Larsita.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang, Mahmud Yunus, menambahkan tarif parkir baru tersebut berlaku di 12 blok parkir Rumija atau tepi jalan umum di wilayah Kota Magelang.

Terkait sosialisasi, Yunus menyebutkan, Dishub telah mengirimkan surat pemberitahuan dan edaran kepada para pengelola parkir untuk diteruskan kepada juru parkir (jukir) di lapangan. Selain itu, papan informasi retribusi parkir juga telah diperbarui sesuai tarif yang baru. (*)

Ringankan Beban, Presiden Prabowo Berikan Bantuan 100 Becak Listrik di Kota Magelang

Lingkar.co – Presiden Prabowo Subianto memberikan bantuan 100 unit becak listrik untuk para pengemudi becak di kota Magelang, Jawa Tengah Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang memprioritaskan bagi 65 pengemudi becak yang tercatat aktif beroperasi di kota Magelang.

Sementara itu, 35 unit sisanya akan dialokasikan untuk mendukung operasional transportasi di berbagai objek wisata di Kota Magelang.

“Ini merupakan langkah konkret dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meringankan beban fisik, khususnya bagi para pengemudi becak yang sudah lanjut usia,” ujar Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono dalam siaran persnya, Sabtu (27/12/2025).

Lebih jauh, Damar menegaskan 100 unit becak listrik ini berstatus hak pakai dan dilarang keras untuk diperjualbelikan. Menyikapi adanya laporan mengenai indikasi pemindahtanganan bantuan, Pemkot Magelang akan memperketat mekanisme pengawasan di lapangan.

“Kami akan menyiapkan sistem pengendalian yang lebih ketat agar bantuan ini tetap berada di tangan yang tepat dan digunakan sesuai peruntukannya, yakni membantu taraf hidup pengemudi becak lansia,” tegasnya.

Sebagai informasi, penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik Sudaryati Deyang di Pendopo Pengabdian, kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Jumat (26/12/2025) kemarin.

Pada kesempatan itu, Nanik S Deyang menjelaskan, becak listrik bernilai Rp22 juta per unit. Pemberian bantuan ini merupakan inisiatif pribadi Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memanusiakan para pengayuh becak dengan bantuan teknologi yang lebih efisien.

“Becak ini diproduksi oleh PT Pindad dan dibagikan secara gratis. Saat ini target awal adalah kota-kota di Pulau Jawa, namun secara nasional Presiden telah memesan 70.000 unit yang ditargetkan rampung pada 2028,” jelas Nanik.

Sebelum unit diserahterimakan, para penerima manfaat telah dibekali dengan pelatihan teknis yang meliputi cara pengoperasian kendaraan, perawatan baterai, serta pemahaman aspek keamanan berkendara.

Slamet, salah satu warga Kiringan, Kelurahan Tidar Utara yang menerima bantuan, mengatakan kalau bantuan ini bisa menghemat tenaga dalam mencari nafkah sehari-hari, mengingat faktor usia yang tidak lagi memungkinkan untuk mengayuh becak konvensional dalam jarak jauh.

“Pemberian becak lisrik gratis ini sangat membantu. Bisa menghemat tenaga sehingga tidak mudah lelah,” ungkapnya. (*)