Arsip Tag: kolaborasi

Gubernur Ajak PMII Berkolaborasi Jadi Penggerak Pembangunan di Jawa Tengah

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk ikut berperan sebagai penggerak perubahan di Jawa Tengah.

Luthfi mengingatkan, tantangan pembangunan daerah semakin kompleks dan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Butuh seluruh elemen, termasuk mahasiswa, untuk terlibat dalam pola collaborative government

Di hadapan ratusan kader dan alumni PMII, Ahmad Luthfi menekankan bahwa pergerakan mahasiswa harus hadir langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar mengikuti dinamika dari kejauhan.

“Jangan hanya menonton suatu perubahan, tetapi kita harus mengubah yang ada di Provinsi Jawa Tengah di pundak kita sekalian,” ujarnya saat menghadiri halal bihalal dan tasyakuran Hari Lahir ke-66 PMII di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (17/4/2026).

Ahmad Luthfi yang juga alumni PMII itu menilai, tantangan pembangunan daerah semakin kompleks dan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Ia mendorong seluruh elemen, termasuk mahasiswa, untuk terlibat dalam pola collaborative government.

“Kita harus membentuk super team. Pemerintah, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat harus bergerak bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi memaparkan capaian penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen. Ia menegaskan, capaian itu merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor.

“Ini tidak bisa dilakukan satu institusi. Harus kita keroyok bersama-sama,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mendorong kader PMII terjun langsung dalam isu-isu konkret, termasuk penanganan bencana yang kerap terjadi di wilayah Jawa Tengah. Menurutnya, kehadiran nyata di lapangan menjadi tolok ukur keberhasilan sebuah pergerakan.

“Kalau tidak terlibat, Anda hanya menonton perubahan. Pergerakan itu harus hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Bahkan, ia secara terbuka mengajak kader PMII untuk ikut ambil bagian dalam aksi-aksi sosial di lapangan.

“Semakin kotor Anda bersama kami di lapangan, semakin berhasil pergerakan itu,” ujarnya disambut riuh peserta.

Menutup sambutannya, Luthfi menegaskan komitmennya membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat dan organisasi kepemudaan.

“Rumah Gubernur adalah rumah rakyat. Siapa pun boleh datang kapan saja,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB IKA-PMII, Fathan Subchi, menilai usia PMII yang telah mencapai 66 tahun menuntut kontribusi nyata dari kader dan alumni dalam pembangunan bangsa.

“PMII sudah cukup dewasa. Maka kita harus bicara tentang kontribusi, peran, dan partisipasi,” ujarnya.

Senada, Ketua PW IKA-PMII Jawa Tengah, Prof. Dr. Musahadi, menyebut momentum halal bihalal ini sebagai ajang konsolidasi untuk memperkuat sinergi antara alumni, kader, dan pemerintah.

“Ini adalah konsolidasi kekuatan, guyub, sinergi, dan kolaborasi. Potensi alumni kita besar dan harus dimaksimalkan untuk kemanfaatan masyarakat,” ungkapnya. (*)

PW GP Ansor Jateng Kolaborasi dengan PT Pertamina Enduro Dirikan Posko Mudik Lebaran di Kota Pekalongan

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan PT Pertamina Enduro mendirikan posko siaga mudik lebaran di kota Pekalongan.

Hadirnya PT Pertamina Enduro dalam posko siaga mudik lebaran pada tahun 2026 ini melengkapi pelayanan bagi pemudik yang mampir beristirahat.

Tidak hanya tempat istirahat yang nyaman, masjid yang luas, dan toilet yang bersih. Dengan bergabungnya PT Pertamina Enduro pada tahun ini posko siaga mudik lebaran GP Ansor Jateng bisa menyediakan fasilitas untuk para pemudik bersepeda motor yang akan menggati oli mesin.

Meski demikian, variasi layanan tersebut tidak menghilangkan layanan yang sudah ada pada tahun-tahun sebelumnya, seperti; makanan takjil buka puasa dan sahur, pelayanan pijat elektrik, pijat refleksi (massage) sampai potong rambut.

Ketua PW GP Ansor Jateng, Muhammad Shidqon Prabowo pada Selasa (17/3/2026) mengunjungi posko mudik kerja sama dengan PT Pertamina Enduro yang berlokasi di halaman masjid Al Fairus Kota Pekalongan.

Gus Shidqon, sapaan akrab Muhammad Shidqon Prabowo berpesan kepada seluruh kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk melayani pemudik yang mampir dengan sebaik-baiknya karena Ansor sebagai generasi muda Nahdlatul Ulama harus bisa melayani, menjadi khadimul ummah (pelayan masyarakat).

“Khidmah di Ansor itu harus ikhlas, bisa melayani umat, memberikan yang terbaik bagi masyarakat karena Ansor sebagai khadimul ummah, Ansor adalah masa depan NU,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para kader Ansor dan Banser untuk tertib sesuai dengan jadwal, dan tidak memaksakan diri dalam bertugas.

“Untuk semua kader, kami minta bertugas sesuai dengan jadwal, semua bergiliran, jangan ada yang ngepam terus, ini penting untuk menjaga kesehatan di musim hujan,” pesannya.

Ia juga mengapresiasi semua pihak yang mendukung posko siaga mudik lebaran GP Ansor Jateng, terutama PT Pertamina Enduro yang ikut bergabung dalam gerakan kemanusiaan bersama Ansor dan Banser.

“Terima kasih kepada PT Pertamina Enduro atas kerjasamanya. Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik dan bisa berlanjut dengan kerja sama di lain program,” tuturnya. (*)

Tanah Gerak di Kelurahan Jangli, Jalan Ambles Ancam Rumah Warga

Lingkar.co – Peristiwa tanah gerak terjadi di Skip Saptamarga 3 RT 07 RW 01, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Peristiwa itu mengakibatkan amblesnya jalan warga serta sejumlah dinding rumah warga.

“Posko PMI menerima informasi melalui WA Grup tentang adanya Tanah Gerak di Skip Saptamarga 3 RT 07 RW 01, Kelurahan Jangli, Kecamatan Candisari,” kata staf Markas PMI Kota Semarang, Ahmad Habib, Rabu (11/2/2026).

Menurut laporan, peristiwa tanah gerak terjadi pada Minggu, 8 Februari 2026 sekitar pukul 00.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari ini diduga menjadi penyebab peristiwa itu.

Berdasarkan hasil pendataan awal, bencana ini berdampak pada 15 Kepala Keluarga atau sekitar 58 jiwa. Adapun rumah warga yang terancam bahaya peristiwa itu antara lain; rumah Sunarjo (2 KK/4Jiwa), Sugianto (3 KK/7 Jiwa), Sutrimo (1 KK/3 Jiwa), Supriyadi (1 KK/4 Jiwa), Sri Darningsih (1 KK/ 3 Jiwa), Slamet Riyadi (1 KK/ 4 Jiwa), Supardi (2 KK/6 Jiwa), Fitriyanto (2 KK/4 Jiwa), Kadar (1 KK/ 2 Jiwa), Agus Suyono (1KK/4 Jiwa), Dimas (1KK/2 Jiwa), Ngatemin (1KK/3 Jiwa), Dadang Suryanto (1KK/3 jiwa), Saifudin (2KK/5 Jiwa), Suratman (3KK/7 Jiwa)

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun demikian, kerusakan pada rumah warga dan akses lingkungan mengakibatkan kerugian material sementara yang diperkirakan mencapai Rp55.750.000. Selain itu, warga terdampak juga mengungsi ke rumah tetangga dan saudaranya yang lebih aman.

Habib menegaskan, PMI telah melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah kelurahan setempat karena warga terdampak tanah gerak terkendala administrasi. Saat ini, katanya, posko sudah didirikan untuk memantau perkembangan.

“Kita sudah melakukan asesmen dan koordinasi. Selanjutnya kita tunggu arahan dari kelurahan” ujarnya.

Ketua RT 07 RW 01 Joko Sukartono saat dikonfirmasi mengatakan, beberapa instansi terkait sudah turun ke lapangan dan membantu warga terdampak dan sudah memberikan perhatian serius terhadap bencana yang dialami warganya.

“Beberapa instansi terkait sudah pada datang memberikan bantuan evaluasi, seperti relawan PMI, Polsek, Koramil, ESDM, pihak Kelurahan dan kecamatan. BPBD Kota Semarang sudah memberikan bantuan sembako, terpal dan matras untuk alas tidur warga. Namun belum ada bantuan tenda,” jelasnya.

Joko berharap, Pemerintah Kota Semarang, melalui jajaran dinas terkait bisa segera memberikan bantuan tenda untuk warganya yang terdampak. Agar jika nantinya hujan bisa untuk berteduh.

“Harapannya tenda bisa segera dikirimkan Mas. Biar warga bisa “ngeyup” (berteduh) saat hujan datang” harapnya. (*)

Sinergi Pemkot Magelang dengan LAZISMU Renovasi Rumah Warga

Lingkar.co – Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LAZISMU Kota Magelang yang selama ini konsisten bersinergi dengan pemerintah dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, salah satunya bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Kamis (22/1/2026).

“Ini contoh nyata kolaborasi antara Pemkot Magelang dan LAZISMU. Sasarannya adalah warga Kota Magelang tanpa melihat latar belakang,” ujar Damar saat serah terima simbolis RTLH warga RW 20 RT 06 Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah.

Damar bilang, Pemkot Magelang juga menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga lain seperti Baznas, PSMTI, serta program CSR Bank Jateng dan pihak lainnya sebagai wujud komitmen melayani masyarakat.

“Kami terus mendata rumah tidak layak huni untuk diperbaiki agar menjadi hunian yang layak ditempati,” katanya.

Damar juga meminta peran aktif RT dan RW untuk mendata warga yang rumahnya masih tidak layak huni dan segera melaporkannya kepada lurah atau camat. Dengan keterbatasan anggaran, Pemkot akan terus menggandeng berbagai lembaga agar seluruh warga Kota Magelang dapat tinggal di rumah yang layak.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus LAZISMU Kota Magelang, Nugroho Adibroto, menjelaskan, program bedah rumah pada tahun 2025 dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Wates dan Nambangan, termasuk rumah milik Agus Romadhon tersebut.

“Pak Agus sebelumnya juga merupakan penerima manfaat bantuan pengobatan untuk anaknya. Untuk bedah rumah ini, kami menganggarkan sekitar Rp28 juta yang digunakan untuk perbaikan dinding, lantai, dan kamar mandi,” jelasnya.

Sebelum direnovasi kondisi rumah belum diplester lantainya, tidak memiliki sekat ruangan, serta sanitasi yang kurang layak. Proses pengerjaan semula ditargetkan selesai dalam tiga minggu, namun sempat molor menjadi satu bulan karena Agus mengalami gangguan kesehatan jantung.

“Alhamdulillah sekarang rumah sudah lebih layak, bahkan ditambah ruang kecil untuk usaha istri Pak Agus,” tuturnya.

Rasa syukur diungkapkan Agus Romadhon (48), rumah yang ia tempati bersama istri dan anaknya kini berubah menjadi hunian yang lebih layak dan nyaman. Meski hanya berukuran 5 x 8 meter, namun telah dipermak sedemikian rupa.

Dalam renovasi tersebut, disediakan pula ruang kecil yang akan difungsikan sebagai warung sederhana untuk menunjang perekonomian keluarga.

Agus mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya, terlebih anak bungsunya yang berusia lima tahun tengah menderita meningitis sehingga membutuhkan lingkungan rumah yang bersih dan layak untuk pemulihan.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada LAZISMU dan Pak Wali Kota yang sudah membantu memperbaiki rumah kami. Sekarang rumahnya jauh lebih baik dan nyaman untuk ditinggali,” ungkap Agus saat peresmian rumahnya, Senin (19/1/2026) sore.

Setiap hari Agus bekerja sebagai buruh bangunan. Namun, akibat penyakit jantung yang dideritanya, ia berencana beralih profesi dengan berjualan dari rumah. (*)

Pembangunan Infrastruktur Jalan Daerah Terpencil Tapal Batas Jombang Manfaatkan Program Karya Bhakti

Lingkar.co – Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bayu Pancoro Adi, menegaskan bahwa pembangunan di wilayah tapal batas Kabupaten Jombang yang selama ini terisolasi akibat faktor geografis yang sulit ditembus seperti Jiporapah memerlukan strategi khusus dan sinergi yang kuat.

Terlebih untuk menuju Dusun Kedungdendeng, Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tidaklah mudah. Akses jalan yang sedemikian rupa hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki atau menggunakan motor trail.

“Membangun infrastruktur di tapal batas seperti ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Medan yang menantang dan cuaca yang tidak menentu menuntut ketahanan fisik serta teknis yang tinggi,” ujarnya dalam siaran persnya, Jum’at (9/1/2026).

Untuk membangun daerah terpencil itu, Pemerintah Kabupaten Jombang bersinergi dengan TNI dan Polri melalui program Karya Bhakti.

“Oleh karena itu, kolaborasi melalui skema Karya Bhakti ini menjadi solusi efektif untuk memastikan pembangunan tetap berjalan meski di tengah tantangan geografis yang ekstrem,” ujar Bayu.

Ia menjelaskan, skema kolaborasi Karya Bhakti terbagi dalam dua fase strategis, yakni; pembangunan jalan beton sepanjang 1,2 kilometer yang kini tengah dikerjakan oleh Kodim 0814 Jombang dengan alokasi anggaran Rp2 miliar.

Kemudian kerja sama dengan Polres Jombang yang akan menyambung pengerjaan tersebut dengan alokasi anggaran yang sama, yakni Rp2 miliar, Total investasi senilai Rp4 miliar ini bukan sekadar angka di atas kertas. Melainkan realisasi janji pemerintah untuk memutus rantai isolasi yang selama ini membelenggu warga Kedungdendeng.

Sebelumnya, Bupati dan Wakil Bupati Jombang Warsubi dan Muhammad Salmanuddin beserta Dandim 0814 Letkol Kav. Dicky Prasojo, Wakapolres Jombang Kompol Christian Bagus Yulianto, Sekdakab Jombang, Agus Purnomo harus menyusuri jalan setapak yang ekstrem dengan motor trail.

Mereka menuju permukiman daerah terpencil di kabupaten Jombang, Kamis (8/1/2026). Rombongan disambut hangat oleh senyum tulus warga yang telah lama menanti. Tanpa sekat protokoler yang kaku, kunjungan dimulai dengan saling spa dan doa bersama.

Suasana semakin akrab saat Abah Warsubi sapaan akrab Bupati duduk bersila untuk sarapan pagi bersama warga. Di sela suapan nasi, percakapan mengalir santai namun penuh makna.

Warga menuturkan keluh kesah mereka. Mulai dari sulitnya mengangkut hasil bumi ke kota, hingga perjuangan saat ada warga yang sakit dan harus ditandu melalui jalan berlumpur menuju puskesmas. (*)

Hasil Kolaboratif Jaga Swasembada Pangan, Produktivitas Padi di Nganjuk Hingga 9 Ton Per Hektare

Lingkar.co – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin,menyampaikan kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, petani, serta dukungan TNI dan Polri berhasil menjaga swasembada pangan hingga mampu produktifitas pagi mencapai 9 ton per hektare.

“Capaian swasembada pangan ini tidak bisa kami wujudkan sendiri. Ini adalah hasil sinergi antara petani, penyuluh, TNI, Polri, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan. Tanpa kebersamaan, target ini tidak mungkin tercapai,” papar Ida Shobihatin dalam kegiatan Tasyakuran Swasembada Pangan di Pendopo Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (7/1/2026).

Ia lanjut menguraikan, sepanjang tahun 2025 luas tanam padi di Kabupaten Nganjuk mencapai sekitar 90 ribu hektare dengan produktivitas 8 hingga 9 ton per hektare. Sementara untuk komoditas jagung tercatat luas tanam sekitar 31 ribu hektare, kedelai 3.100 hektare, serta bawang merah yang terus meningkat hingga 20 ribu hektare.

“Alhamdulillah, produksi padi, jagung, kedelai, hingga bawang merah menunjukkan tren peningkatan. Ini menjadi bukti bahwa visi misi kepala daerah dalam memperkuat ketahanan pangan mulai terwujud,” ujarnya.

Selain peningkatan produksi, Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga memberikan dukungan sarana prasarana pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami telah memfasilitasi petani dengan bantuan enam unit hand traktor, sepuluh kendaraan roda tiga, serta pembangunan tujuh jalan usaha tani dari APBD Kabupaten Nganjuk agar hasil panen dapat lebih optimal,” imbuhnya.

Sementara, Staf Ahli Bupati Nganjuk Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Darmantono, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama pemerintah pusat serius melindungi petani, terutama dalam menjaga stabilitas harga hasil panen.

“Pemerintah hadir dan serius. Harga gabah kini ditetapkan agar petani tidak dirugikan. Ini bukti bahwa keberpihakan negara kepada petani benar-benar nyata,” tegas Darmantono.

Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi aktif antara petani dan pemerintah jika terjadi kendala di lapangan. “Kalau ada persoalan pupuk, bibit, atau harga, segera komunikasikan. Jangan sampai ada permainan harga di tingkat bawah yang justru merugikan petani,” ujarnya.

Menurut Darmantono, swasembada pangan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan nasional, terutama di tengah tantangan krisis pangan global.

“Ketahanan pangan adalah salah satu pilar ketahanan negara. Kita patut bersyukur, saat negara lain kesulitan pangan, Indonesia masih mampu mencukupi kebutuhannya sendiri,” pungkasnya.

Sebagai informasi, adir dalam acara Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Nganjuk, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Dandim 0810/Nganjuk, Perwakilan Polres Nganjuk, , Forpimcam Lengkong, Kepala BPP Lengkong, Kepala Desa se Kecamatan Lengkong, serta Kelompok Tani se Kecamatan Lengkong.

Kegiatan tasyakuran ini dilaksanakan serentak oleh seluruh BPP se-Kabupaten Nganjuk dan menjadi momentum refleksi bersama untuk terus memperkuat ketahanan pangan daerah demi kesejahteraan petani dan masyarakat. (*)

Kolaborasi dan Saling Mendukung di Tahun 2025, Pemkot Salatiga Berhasil Turunkan Kemiskinan 4,20 Persen

Lingkar.co – Angka kemiskinan di kota Salatiga turun signifikan hingga 4,20 persen, Wakil Wali Kota, Nina Agustin, menyatakan hal itu tidak lepas dari kolaborasi dan saling mendukung dalam menyukseskan program di tahun 2025.

“Salah satu kunci untuk kita bisa berkolaborasi dan bekerja sama yang baik adalah dengan komunikasi yang baik. Saya ingin semua OPD ini bisa menyampaikan program dan strategi yang akan dilakukan, sehingga antardinas ini bisa saling men-support dan juga saling menutupi celah satu sama lain,” kata Nina saat menerima audiensi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan terkait Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RKPD) Kota Salatiga Tahun 2025-2029 di ruang kerjanya, Selasa (06/01/2026) pagi.

Maka dari itu Nina mengapresiasi kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah memperoleh pencapaian yang baik khususnya dalam penurunan angka kemiskinan.

Sejalan dengan hal itu, Nina meminta penguatan sinergi dan kolaborasi lintas OPD harus terus dilaksanakan untuk memaksimalkan program-program pembangunan daerah.

Ia mengingatkan, program-program pemerintah tak hanya bersifat monoton dan cenderung tumpang tindih, namun seharusnya dapat berkolaborasi dan saling melengkapi kekosongan celah pembangunan yang ada.

Nina berharap agar program-program yang telah dilakukan sebelumnya dapat dilanjutkan dengan penambahan inovasi sehingga penurunan angka kemiskinan bisa lebih maksimal.

“Untuk evaluasi tolong bisa laporkan ke saya keberhasilan program itu per tiga bulan, sehingga sebelum evaluasi enam bulan ini kita bisa tau apa yang harus kita persiapkan, kendala pelaksanaan di lapangan, sehingga di evaluasi enam bulan kita sudah ada solusi yang harus kita jalankan, sehingga di semester akhir itu kita bisa maksimal,” sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kota Salatiga, Siswo Hartanto melaporkan, penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) telah didahului dengan analisis kondisi wilayah untuk menentukan lokasi prioritas penanggulangan kemiskinan.

“Terdapat sembilan dimensi yang diharapkan dan direncanakan untuk kita perbaiki untuk penanganan kemiskinan yakni konsumsi, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, ketahanan pangan, sosial, ekonomi, dan kewilayahan,” ujarnya.

Siswo mengungkapkan, persentase kemiskinan di kota Salatiga turun secara signifikan, yakni 4,20 persen. Angka tersebut sebenarnya merupakan target pada tahun 2026.

“Kita juga menargetkan kemiskinan kita turun sampai di angka 2,54% di 2030. Kami melaporkan di 2025 kita sudah bisa mencapai penurunan yang sangat baik yaitu di, 4,20% yang sebenarnya itu adalah target untuk 2026, dan untuk 2026 nanti kita harapkan bisa turun lagi berada di tiga koma sekian persen,” urainya. (*)

PMI Malang Dampingi Erawati, Pekerja Migran Korban Kebakaran di Taipo Hong Kong

Lingkar.co – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang memberikan pendampingan penuh dalam proses pemulangan dan pemakaman jenazah almarhumah Erawati, seorang pekerja migran asal Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang menjadi korban tragedi kebakaran di sebuah apartemen di Taipo, Hong Kong.

Jenazah tiba di Tanah Air pada Rabu (23/12/2025) pukul 22.30 WIB dan langsung dimakamkan di Kelurahan Dampit pada pukul 23.35 WIB. Proses pemakaman dilakukan dengan memperhatikan adat dan kepercayaan keluarga serta tetap mengedepankan protokol kesehatan dan kemanusiaan.

Relawan PMI Kabupaten Malang, Amirul Yasin, menyampaikan bahwa koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak di Hong Kong maupun Indonesia untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar dan penuh penghormatan.

“Kami harus memastikan bahwa seluruh proses berjalan dengan lancar dan keluarga mendapatkan semua dukungan yang dibutuhkan di saat yang sangat sulit ini,” ujar Amirul Yasin dalam siaran persnya, Jum’at (26/12/2025)..

Selain pendampingan teknis, Palang Merah Hong Kong juga secara resmi meminta bantuan PMI dalam memberikan dukungan psikologis kepada keluarga korban. Relawan PMI disiapkan untuk membantu keluarga melewati masa duka dengan kekuatan dan ketenangan.

“Pendampingan psikologis sangat penting untuk meringankan beban keluarga dan mengurangi kebingungan yang sering muncul dalam situasi seperti ini,” jelasnya.

Tidak hanya PMI Kabupaten Malang, dukungan juga datang dari PMI wilayah lain seperti Ponorogo, Blitar, Kediri, Grobogan, Semarang, Boyolali, Indramayu, dan Cilacap. Kerja sama lintas wilayah ini menunjukkan solidaritas kuat dalam menghadapi tragedi kemanusiaan yang menimpa tenaga kerja migran.

PMI Kabupaten Malang menegaskan bahwa meringankan beban keluarga korban merupakan prioritas utama. Dukungan yang diberikan diharapkan dapat membantu keluarga menjalani masa berkabung dengan tenang serta termotivasi untuk melanjutkan kehidupan. (*)

Komitmen Wujudkan Program Satu Desa Satu Sarjana, Pemkab dan Baznas Kendal Gandeng UIN Walisongo

KENDAL, Satu Sarjana,

Lingkar.co – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari terus berupaya menegaskan komitmen dirinya untuk mewujudkan program Satu Desa Satu Sarjana dengan berkolaborasi dengan Baznas dan sejumlah universitas. Salah satunya Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Program Satu Desa Satu Sarjana merupakan salah satu upaya dari Bupati Kendal, dalam mewujudkan Kendal Cerdas sebagai salah satu visi misi Pemerintahan Kabupaten Kendal dalam rangka mewujudkan masyarakat yang berpendidikan dan berdaya saing.

“Untuk medukung program Kendal Cerdas yaitu untuk meningkatkan SDM melalui program Satu Desa Satu Sarjana. Dan kita berkolaborasi dengan Baznas memberikan beasiswa kepada 10 orang untuk belajar di UIN Walisongo Semarang,” kata Bupati Kendal usai menyaksikan penandatangan kerjasama antara Baznas Kendal dan UIN Walisongo Semarang di ruang Ngesti Widhi Pemkab Kendal, Rabu (17/12/2025) sore.

Disampaikan Bupati yang akrab disapa Mbak Tika, selain dengan Baznas dan UIN Walisongo pihaknya juga menggandeng Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) yang berada di Kawasan Industri Kendal.

“Karena untuk mewujudkan program ini kita tidak bisa hanya dibiayai oleh APBD saja, tetapi kita harus melakukan inovasi-inovasi,” ungkapnya

Ia berharap dengan adanya kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai pihak ini program Satu Desa Satu Sarjana dapat mewujudkan masyarakat Kendal yang cerdas dan berdaya saing.

“Termasuk juga ada kelas khusus yaitu dua kelas yang kita wujudkan di Politeknik Polifurneka. Jadi tahun ini berarti 50 anak di Polifurneka dan 10 anak di UIN Walisongo. Harapan kita bisa Satu Desa Satu Sarjana. Dan kita prioritaskan bagi anak yang kurang mampu,” jelas Bupati Tika.

Ketua Baznas Kendal, Syamsul Huda menyampaikan program beasiswa dari Baznas ini diprioritaskan bagi para mustahik yang berprestasi. Pihaknya juga menerapkan syarat agar mahasiswa mendapatkan IPK minimal 3,5.

“Kita akan terus melakukan kontrol terhadap prestasi mahasiswa tersebut untuk memastikan sudah tepat atau belum beasiswa itu diberikan kepada mereka. Harapannya mereka serius belajar, lulus tepat waktu dan berprestasi,” harapnya,” ungkap Syamsul Huda.

Sementara salah seorang mahasiswa UIN Walisongo yang mendapatkan program beasiswa, Rafi Maulana warga Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo mengaku bersyukur bisa mengikuti program Satu Desa Satu Sarjana dari Baznas Kendal.

“Saya sangat bersyukur bisa melanjutkan kuliah di UIN Walisongo melalui program beasiswa Baznas. Kalau dengan biaya sendiri rasanya tidak mungkin karena keterbatasan ekonomi. Saya akan manfaatkan sebaik mungkin, fokus kuliah, dan disiplin,” ujar Rafi. (*)

Penulis: Yoedhi W

Sinergi 3 Pilar Kunci Bangkitkan Laskar Mahesa Jenar

Lingkar.co – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang angkat bicara soal dukungan penuh pada kepemimpinan baru PSIS. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng secara resmi menyatakan komitmen Pemkot Semarang sebagai mitra strategis untuk mendukung kejayaan klub kebanggaan warga ibu kota Jawa Tengah itu.

Dalam audiensi di ruang rapat wali kota pada Senin (15/12/2025) yang dihadiri CEO PSIS yang baru, Datu Nova Fatmawati beserta Komisaris Fariz Julinar Maurisal dan Ketua suporter Panser Biru, Wareng, Agustina menyebut PSIS adalah aset yang tak ternilai.

“PSIS adalah nama yang sudah sangat ikonik. Dukungan untuk klub ini adalah amanat warga. Pemkot Semarang punya komitmen sejarah mendukung PSIS, di era baru ini kita bangun lagi kepercayaan,” kata Agustina.

Dari Fasilitasi Hingga Keamanan: Kolaborasi 3 Pilar Digeber

Wali Kota menekankan, kebangkitan PSIS hanya bisa terwujud lewat sinergi solid tiga pilar utama: manajemen klub, suporter, dan pemerintah daerah.

Pemkot sendiri menyambut baik kepemimpinan Datu Nova, pengusaha kelahiran kota Semarang yang resmi mengambil alih saham mayoritas PSIS November 2025 lalu. Bentuk dukungan akan dibahas dalam pendekatan lebih komprehensif, termasuk fasilitasi perizinan dan penciptaan iklim usaha kondusif.

“Komunikasi ke semua pihak perlu dilakukan, tujuannya jelas, meredakan ketegangan, bangun komunikasi yang baik, dan pastikan pertandingan seperti laga kandang nanti di Stadion Jatidiri berjalan lancar dan aman,” jelasnya.

Komitmen ini pun disambut baik Wareng, perwakilan suporter Panser Biru yang hadir dalam audiensi.

“Harapan kita cuma satu: PSIS bertahan di Liga 2 dulu. Posisi kita di paling bawah, jadi harus fokus dulu. Untuk suporter, kami siap dukung dengan sportif dan tidak anarkis. Yang penting ada komunikasi yang baik,” ujar Wareng menyampaikan aspirasi akar rumput.

Menanggapi hal ini, Wali Kota juga mengajak suporter untuk bersinergi. “Saya minta bantuan. Supporter harus berusaha mati-matian kasih trust ke manajemen baru. Energi positif kalian bahan bakar utama tim,” pesan Agustina.

Visi Jangka Panjang: Gebrakan dari Sekolah Sepak Bola (SSB)

Lebih dari target jangka pendek bertahan di Liga 2, Wali Kota dan manajemen baru sepakat fokus pada pembinaan berkelanjutan. Penguatan Sekolah Sepak Bola (SSB) di seluruh kelurahan di Kota Semarang akan menjadi prioritas.

“Kita harus jawab, kenapa minim pemain top level lahir dan besar di Semarang? Jawabannya ada di pembinaan usia dini,” tegas Agustina.

Kolaborasi dengan manajemen baru diharapkan bisa menciptakan jalur karier jelas dari SSB ke tim utama PSIS, bahkan hingga kancah internasional, untuk mengurangi ketergantungan beli pemain mahal.

Manajemen Baru PSIS: ‘Target Realistis, Bertahan di Liga 2 Dulu’

Di sisi lain, manajemen baru di bawah Datu Nova menyambut baik dukungan Pemkot Semarang. Mereka menegaskan prioritas utama adalah menyelamatkan klub dari jurang degradasi.

“Target kami realistis, bertahan di Liga 2 musim ini adalah langkah pertama. Kami sadar posisi di dasar klasemen, tapi dengan kolaborasi erat Pemkot dan dukungan suporter tulus, kami yakin bisa bangun fondasi kuat untuk bangkit musim depan,” tegas Datu Nova.

Audiensi ini pun ditutup dengan komitmen bersama untuk komunikasi transparan dan berkelanjutan. Sinergi antara Pemkot sebagai fasilitator kebijakan, manajemen sebagai eksekutor profesional, dan suporter sebagai jiwa tim, diyakini jadi formula tepat untuk mengembalikan PSIS sebagai kebanggaan yang menyatukan seluruh masyarakat Semarang. ***