Arsip Tag: Arus Balik Lebaran

Hari Terakhir Libur Lebaran, Penumpang KA di Daop 4 Semarang Tembus 1 Juta

Lingkar.co – PT Kereta Api Indonesia mencatat volume penumpang arus balik masih tinggi di wilayah Daop 4 Semarang pada hari terakhir libur Lebaran 2026, Minggu (29/3/2026).

Berdasarkan data hingga pukul 09.00 WIB, sebanyak 62.053 penumpang menggunakan layanan kereta api, dengan rincian 31.829 penumpang berangkat dan 30.224 penumpang datang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyebutkan secara kumulatif selama periode Angkutan Lebaran 11–29 Maret 2026, jumlah penumpang telah mencapai 1.093.135 orang.

“Selama arus balik 23 hingga 29 Maret 2026, kami telah melayani sebanyak 477.299 penumpang dengan tren harian yang relatif stabil,” ujarnya.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat, KAI Daop 4 Semarang mengoperasikan 36 perjalanan kereta api jarak jauh setiap hari, termasuk dua perjalanan tambahan, dengan kapasitas mencapai 19.246 tempat duduk per hari.

Sejumlah kereta api favorit masyarakat juga tercatat memiliki tingkat okupansi tinggi, di antaranya KA Ambarawa Ekspres dengan 25.632 penumpang, KA Tawang Jaya 16.168 penumpang, serta KA Kamandaka dan KA Kaligung yang masing-masing melayani lebih dari 14 ribu penumpang.

Tingginya minat terhadap kereta api tersebut menunjukkan dominasi perjalanan jarak menengah dan pendek dengan jadwal fleksibel serta tarif yang kompetitif.

Adapun stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi pada 29 Maret 2026 antara lain Stasiun Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, dan Cepu.

KAI mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, minimal 30 menit sebelum keberangkatan guna menghindari keterlambatan saat proses boarding.

KAI Daop 4 Semarang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu selama masa Angkutan Lebaran. ***

Hemat Ongkos Usai Lebaran, Gubernur Ahmad Luthfi Lepas Balik Rantau Gratis dari Stasiun Tawang

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberangkatkan peserta Balik Rantau Gratis dengan moda kereta api dari Stasiun Tawang, Semarang, Jumat, (27/3/2026). Program tersebut menjadi bagian dari fasilitasi pemerintah untuk membantu masyarakat, khususnya pekerja informal, kembali ke perantauan usai merayakan Lebaran di kampung halaman.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, arus balik tahun ini difasilitasi melalui moda kereta api dan bus. Khusus pada hari ini, pemberangkatan dilakukan dengan kereta api dari Stasiun Tawang.

“Hari ini kita pemberangkatan arus balik. Jadi arus balik kita gunakan kereta api,” ujar Gubernur didampingi Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, serta direksi Bank Jateng.

Ia menjelaskan, arus balik gratis dengan kereta api ini merupakan bagian dari skema pelayanan Pemprov Jateng bersama sejumlah pemerintah kabupaten, Bank Jateng, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, bantuan transportasi gratis sangat berarti bagi masyarakat pekerja informal yang sebelumnya telah menggunakan banyak pengeluaran selama mudik di kampung halaman.

“Mereka yang sudah mudik di Jawa Tengah, sudah belanja di kampungnya masing-masing, dia pulang itu uangnya sudah tipis. Sehingga dengan adanya balik gratis ini, mereka sangat senang sekali,” kata Ahmad Luthfi.

Pada pemberangkatan hari ini, sebanyak 320 penumpang diberangkatkan menggunakan empat gerbong kereta api. Ahmad Luthfi menyebut program ini merupakan bagian dari hadirnya negara, dalam hal ini Pemprov Jateng, di tengah kebutuhan masyarakat, terutama kelompok pekerja informal.

“Hari ini ada 320 penumpang dengan menggunakan empat gerbong, besok bus yang (lebih) banyak,” ungkapnya.

Selain melepas peserta arus balik, Ahmad Luthfi juga menitipkan pesan kepada warga Jawa Tengah yang kembali bekerja di perantauan agar tetap menjaga semangat, bekerja keras, dan menaati hukum. Menurutnya, keluarga di kampung halaman menaruh harapan besar kepada mereka.

“Saya juga berpesan kepada masyarakat yang kerja di perantauan, kerja yang keras, kerja yang rajin, kemudian tidak melanggar hukum. Ingat di kampung masih menunggu keluarga kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, karakter masyarakat Jawa Tengah yang guyub, rukun, rajin bekerja, dan menjunjung toleransi harus terus dijaga sebagai modal sosial saat kembali ke perantauan.

“Jawa Tengah sejatinya adalah masyarakat yang guyub rukun, yang senang bekerja dan bertoleransi,” kata Gubernur.

Program arus balik gratis ini disambut antusias para peserta. Susanto, warga asal Pati yang merantau di Bekasi, mengaku program tersebut sangat membantu pengeluaran keluarganya. Tahun ini ia mudik bersama istri dan dua anaknya.

“Ini menghemat banget, membantu kami menekan pengeluaran,” ujarnya.

Susanto yang telah tinggal di Bekasi sejak 2002 mengatakan, dirinya sudah beberapa kali mengikuti program mudik gratis, namun sebelumnya selalu menggunakan bus. Adapun perjalanan arus balik dengan kereta api kali ini menjadi pengalaman pertama bagi keluarganya.

Ia mengaku senang karena kedua anaknya bisa merasakan pengalaman naik kereta jarak jauh untuk pertama kali.

“Senang, soalnya bisa ngajak anak-anak yang belum pernah naik kereta merasakan pengalamannya. Biasanya kan cuma naik commuter line,” katanya.

Ia berharap kuota program serupa ke depan dapat ditambah agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Harapannya bisa diperbanyak lagi kuotanya. Terima kasih Pemerintah Jawa Tengah, minal aidin wal faizin,” ucap Susanto.

Hal senada disampaikan Nani Rusmalani, perantau asal Demak yang sehari-hari tinggal di Bogor. Ia bersama suaminya, Zainal Mubarok, mengikuti program balik gratis kereta api untuk pertama kalinya.

“Ini sangat membantu sekali. Terima kasih,” kata Nani.

Menurut Nani, sebelumnya saat mudik ke kampung halaman ia menempuh perjalanan menggunakan bus. Karena itu, pengalaman mengikuti arus balik gratis dengan kereta api kali ini terasa berbeda dan menyenangkan.

“Baru pertama kali ikut balik gratis kereta ini. Kemarin mudik pulang naik bus. Pengalamannya seru,” ujarnya.

Sementara itu, Zainal Mubarok mengaku biasanya ia mudik secara mandiri dengan biaya perjalanan yang tidak sedikit. Karena itu, program arus balik gratis sangat membantu dari sisi ekonomi.

“Biasanya mudik umum, habisnya sampai Rp1 juta seorang. Ikut mudik gratis ini alhamdulillah dari ongkos ekonomi lebih membantu,” katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng dan berharap ke depan jumlah gerbong yang disediakan untuk program mudik dan balik gratis bisa ditambah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Luthfi atas dukungannya. Harapan ke depan mudah-mudahan lebih banyak gerbong yang disediakan untuk yang mudik gratis,” tandasnya. (*)

Hari Ini Jalan Tol Mulai Berlakukan One Way dari Semarang Menuju ke Jakarta

Lingkar.co – Menghadapi arus balik Lebaran 1447 Hijriah/2026, pengaturanl lalu lintas mulai memberlakukan satu arah atau one way.
Sebagai langkah persiapan, sejak pagi telah dilakukan persiapan dan pembersihan jalan dari hal-hal yang bisa memgganggu kelacaran arus lalu lintas.

Hal itu disampaikan Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal Ipda Very Okta Dwi Saputra, Selasa (24/3/2026).

Dia mengatakan, selama pembersihan, one way juga sudah dilakukan tapi baru dimulai sepenggal.

Namun one way secara menyeluruh akan mulai diberlakukan pada Selasa 24 Maret 2026 ini pukul 14.00

“Pemberlakuan itu sudah menyeluruh Jadi, sudah langsung menyambung semuanya sampai Jakarta,” kata Very.

Menurutnya, pemberlakuan one way akan dihentikan manakala arus balik ke arah Jakarta sudah normal.

Very juga menyampaikan, dalam pantauannya, kondisi arus balik ke arah Jakarta sudah mulai ramai dan padat namun lancar.

“Arus balik hari ini terpantau sudah mulai ramai dan padat tapi lancar,” ungkapnya.
Demikian juga yang terjadi di sepanjang jalan tol ruas Semarang-Kendal dan Kendal-Batang. Arus lalu lintas ke arah Jakarta terpantau ramai dan padat tapi lacar tanpa ketersendatan.

Bahkan, lanjutnya, di sekitar Rest Area 389 di wilayah Wujgurejo Kendal yang semula sempat mengalami krodit, saat ini terlihat lancar.
Sementara itu, arus balik di jalur pantura Kendal juga sudah terlihat ramai dan lancar.

Para mengguna sepeda motor yang akan melakukan perjalanan balik ke tanah rantau sudah mulai memadati jalur pantura Kendal.

Very juga menyampaikan imbauan khususnya kepada para pengguna sepeda motor untuk tetap berhati-hati selama perjalanan balik ke Jakarta.
Dia menyarankan agar mereka tak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan jika terjadi kelelahan atau mengantuk.

“Jika lelah atau negantuk, beristirahatlah sejanak agar badan kembali fit, baru setelah itu melanjutkan perjalanan lagi. Manfaatkanlan rest area atau pos-pos yang sudah disediakan untuk beristirahat sejenak,” pintanya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Pemkab Kediri Berangkatkan Pemudik Balik Gratis ke Jakarta

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memberangkatkan 100 penumpang dalam program ‘Balik Gratis Lebaran 2026’ di Kantor Dinas Perhubungan, Selasa (24/3/2026).

Program ini menjadi bentuk komitmen Pemkab Kediri dalam memberikan pelayanan transportasi yang aman dan nyaman bagi warganya yang kembali bekerja ke Jakarta.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Kepala Dinas Perhubungan M. Nizam Subekhi mengatakan program rutin tahunan yang telah memasuki tahun ketiga ini ditujukan khusus bagi warga Kabupaten Kediri yang bekerja di Jakarta Raya. Tahun ini, Pemkab Kediri menyediakan kuota 100 peserta dengan dua unit bus eksekutif.

“Tujuannya tentu agar perjalanan lebih terkoordinir sehingga memberikan rasa nyaman dan keselamatan bagi warga kita yang akan bekerja di Jakarta,” katanya.

Selain menyediakan transportasi gratis, Pemkab Kediri juga memberikan fasilitas tambahan berupa makan dan minum ringan (snack) bagi para peserta. Para penumpang nantinya akan menempuh rute dari Nganjuk, masuk tol, dan beristirahat di rest area sebanyak dua kali sebelum tiba di tujuan akhir, yakni Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan perjalanan, Dinas Perhubungan juga mengerahkan dua pendamping di setiap bus. Pendamping ini bertugas membantu penumpang selama perjalanan berlangsung.

“Himbauan kami kepada kru bus dan pendamping, terutama kru bus, agar tidak ngebut di jalan, tetap mengikuti aturan lalu lintas, sehingga menjaga keamanan bagi warga kita dalam perjalanan balik gratis ini,” tambahnya.

Nizam berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Kediri dapat meningkatkan kuota program balik gratis ini guna memperluas pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, salah seorang penumpang, Nisa asal Pare, menyampaikan terima kasih kepada seluruh penyelenggara program. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

“Program ini sangat bermanfaat dan semoga ke depannya semakin luas dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, para peserta melakukan pendaftaran secara online melalui situs balikgratis.kedirikab.go.id sejak 14 Maret 2026 hingga kuota terpenuhi, dengan prioritas bagi warga Kabupaten Kediri. (*)

Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Damar Sebut Kota Magelang Sudah Siap Sejak Awal Ramadan

Lingkar.co – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut sudah melakukan sejumlah antisipasi sejak awal Ramadan, mulai dari pemantauan stabilitas harga kebutuhan pokok hingga pemetaan titik rawan kemacetan dan potensi gangguan keamanan.

Damar menegaskan kesiapan Kota Magelang dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan menjelang Lebaran.

“Sejak awal Ramadan kami sudah turun langsung ke masyarakat untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok serta memetakan titik-titik kemacetan dan kerawanan lainnya,” kata Damar, Minggu (15/3/2026)

Ia bilang, seluruh jajaran Pemkot Magelang bersama aparat keamanan tetap siaga menghadapi puncak arus mudik.

“Kota Magelang siap menyambut arus mudik maupun arus balik di semua lini,” ujarnya.

Damar juga mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan petasan maupun menggelar takbir keliling yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dan kemacetan. Ia menyarankan masyarakat melaksanakan takbiran di tempat ibadah agar lebih khidmat.

Selain itu, Pemerintah Kota Magelang memastikan tidak ada kebijakan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Magelang seusai libur lebaran.

Sementara itu, Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah langkah pengamanan untuk mengantisipasi arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.

Sebanyak lima pos pengamanan didirikan di sejumlah titik strategis, yakni Bandongan, Kebonpolo, Shopping Center, Pos Trio, dan Terminal Tidar. Selain itu, satu pos pelayanan disiapkan di kawasan Alun-alun Kota Magelang.

“Titik rawan kepadatan berada di kawasan Trio, sementara potensi bottle neck berada di Sambung. Kami akan melakukan rekayasa lalu lintas dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata Dikri.

Sekitar 300 personel dikerahkan untuk pengamanan selama 13 hari hingga 25 Maret 2026. Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas agar arus kendaraan tetap tertib dan lancar.

Untuk mendukung kenyamanan pemudik, Polres Magelang Kota menyiapkan rest area bertajuk “Rest and Clean” di kompleks Markas Polres atau Mosvia. Fasilitas tersebut menyediakan tempat istirahat, layanan mandi, tempat salat, pemeriksaan kesehatan, WiFi gratis, hingga layanan cuci kendaraan gratis bagi pemudik.

“Selain itu, patroli akan ditingkatkan untuk mengantisipasi balap liar, penggunaan knalpot tidak standar, serta potensi gangguan keamanan lainnya,” imbuh Dikri ( (*)

Tak Bisa Operasi Saat Arus Mudik dan Balik, Ratusan Tukang Becak di Cirebon Terima Kompensasi Rp1,4 Juta

Lingkar.co – Ratusan tukang becak di Kabupaten Cirebon menerima kompensasi sebesar Rp1,4 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pengganti masa cuti tidak beroperasi selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Penyerahan kompensasi tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Bupati Cirebon Imron, serta Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, kompensasi diberikan kepada para tukang becak, sopir angkot, ojek, hingga pengemudi andong sebagai upaya menertibkan aktivitas kendaraan tidak bermotor yang kerap menunggu penumpang di pinggir jalan.

“Kompensasi kepada tukang becak ini untuk mengurai agar tidak terjadi kemacetan yang disebabkan karena jalurnya digunakan untuk ngetem angkot, becak, andong, maupun ojek,” kata Kang Dedi, sapaan akrabnya, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan setiap pengemudi becak akan menerima bantuan sebesar Rp1,4 juta sebagai bentuk dukungan selama mereka tidak beroperasi menjelang Idulfitri.

“Dengan bantuan ini, mereka bisa cuti dulu selama menjelang Idulfitri,” ujarnya.

Menurut Dedi, program tersebut tidak hanya dilaksanakan di satu wilayah, tetapi menyasar ribuan pengemudi becak di berbagai daerah di Jawa Barat.

“Kalau se-Jawa Barat jumlahnya sampai sekitar 5.000 orang, tetapi masih ada tambahan-tambahan yang nanti akan kami cover dengan dana yang lain,” katanya.

Khusus di wilayah Cirebon, ia menyebut saat ini tercatat sekitar 557 tukang becak yang menerima bantuan tersebut dan jumlahnya masih berpotensi bertambah.

Bupati Cirebon Imron mengapresiasi program tersebut, karena dinilai membantu para pengemudi becak sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas selama periode mudik.

Ia menilai kebijakan yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu menunjukkan perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di jalan.

“Program ini sangat membantu para tukang becak. Mereka tetap mendapatkan penghasilan meski sementara tidak beroperasi selama masa arus mudik,” kata Imron, usai menghadiri penyerahan dana kompensasi bagi pengemudi becak di Polsek Gempol, Sabtu (14/3/2026).

Senada, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, juga mengapresiasi program tersebut, karena dinilai membantu kelancaran arus mudik sekaligus mendukung para pengemudi becak.

“Dari pemerintah pusat, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur dengan programnya ini, karena bisa membantu semuanya,” kata Dudy. (*)