Arsip Tag: Kerja Sama

PW GP Ansor Jateng Kolaborasi dengan PT Pertamina Enduro Dirikan Posko Mudik Lebaran di Kota Pekalongan

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan PT Pertamina Enduro mendirikan posko siaga mudik lebaran di kota Pekalongan.

Hadirnya PT Pertamina Enduro dalam posko siaga mudik lebaran pada tahun 2026 ini melengkapi pelayanan bagi pemudik yang mampir beristirahat.

Tidak hanya tempat istirahat yang nyaman, masjid yang luas, dan toilet yang bersih. Dengan bergabungnya PT Pertamina Enduro pada tahun ini posko siaga mudik lebaran GP Ansor Jateng bisa menyediakan fasilitas untuk para pemudik bersepeda motor yang akan menggati oli mesin.

Meski demikian, variasi layanan tersebut tidak menghilangkan layanan yang sudah ada pada tahun-tahun sebelumnya, seperti; makanan takjil buka puasa dan sahur, pelayanan pijat elektrik, pijat refleksi (massage) sampai potong rambut.

Ketua PW GP Ansor Jateng, Muhammad Shidqon Prabowo pada Selasa (17/3/2026) mengunjungi posko mudik kerja sama dengan PT Pertamina Enduro yang berlokasi di halaman masjid Al Fairus Kota Pekalongan.

Gus Shidqon, sapaan akrab Muhammad Shidqon Prabowo berpesan kepada seluruh kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk melayani pemudik yang mampir dengan sebaik-baiknya karena Ansor sebagai generasi muda Nahdlatul Ulama harus bisa melayani, menjadi khadimul ummah (pelayan masyarakat).

“Khidmah di Ansor itu harus ikhlas, bisa melayani umat, memberikan yang terbaik bagi masyarakat karena Ansor sebagai khadimul ummah, Ansor adalah masa depan NU,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para kader Ansor dan Banser untuk tertib sesuai dengan jadwal, dan tidak memaksakan diri dalam bertugas.

“Untuk semua kader, kami minta bertugas sesuai dengan jadwal, semua bergiliran, jangan ada yang ngepam terus, ini penting untuk menjaga kesehatan di musim hujan,” pesannya.

Ia juga mengapresiasi semua pihak yang mendukung posko siaga mudik lebaran GP Ansor Jateng, terutama PT Pertamina Enduro yang ikut bergabung dalam gerakan kemanusiaan bersama Ansor dan Banser.

“Terima kasih kepada PT Pertamina Enduro atas kerjasamanya. Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik dan bisa berlanjut dengan kerja sama di lain program,” tuturnya. (*)

Puluhan Tahun Menanti, 300 Rumah di Desa Wargasara Pulo Tunda Bakal Nikmati Sambungan Listrik

Lingkar.co – Puluhan tahun menanti, warga Desa Wargasara Pulo Tunda, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten mendapatkan kabar gembira lantaran dalam waktu dekat sekitar 300 rumah bakal menikmati sambungan listrik selama 24 jam.

Kepastian itu terungkap saat Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah melakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dengan PT. Metta Energi Sejahtera di Pendopo Bupati.

Penandatanganan kesepakatan bersama tentang Percepatan Pengadaan Penyediaan Energi Listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mandiri di Desa Wargasara Pulo Tunda, Kecamatan Tirtayasa. Proyek ini mencakup pemasangan 14 unit mono solar panel, penyediaan baterai lithium, pembangunan ruang distribusi daya, serta fasilitas pendukung lainnya.

Sekadar diketahui, Desa Wargasara Pulo Tunda, Kecamatan Tirtayasa jika ingin mengunjungi pulo tersebut dengan jarak tempuh selama lebih dari 2,5 jam itu sudah puluhan tahun hanya menikmati sambungan listrik 6 sampai 12 jam saja.

Ratu Zakiyah sapaan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengaku bersyukur telah melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan PT Metta Grup, dalam rangka penyediaan tenaga listrik tenaga Surya.

”Jadi ini Alhamdulillah Kabupaten Serang menjadi pilot project dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), sebagai solusi Pembangkit Listrik Tenaga Surya,”ungkapnya kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).

Dengan demikian, Ratu Zakiyah juga mengaku bersyukur dan mengapresiasi secara pribadi maupun atas nama Pemda Kabupaten Serang kepada Kemendes PDT yang diwakili Direktur Jendral Pembangunan Desa dan Perdesaan, Nugroho Setijo Negoro.

Ratu Zakiyah memastikan jika kerjasama tersebut sangat bermanfaat terutama bagi warga Pulo Tunda yang sudah bertahun-tahun hidup hanya menikmati sambungan listrik 12 jam setiap hari.

”Dengan adanya PLTS ini tentu harapan kami warga disana bisa meningkatkan produktivitasnya bisa meningkatkan perekonomiannya. Tentu ini merupakan tanggungjawab kami pemerintah daerah, untuk memastikan warga kami mendapatkan pelayanan atau akses layanan dasar yang berkeadilan,” tandasnya.

Selain kerja sama tentang PLTS, Ratu Zakiyah menyebutkan, bahwa PT Metta Grup juga memberikan nilai-nilai manfaat yang lainnya dengan akan memberikan cold storage untuk penyimpanan ikan karena warga Pulo Tunda didominasi para nelayan.

”Karena di sana kan sektor perikanan, jadi tentu cold storage ini sangat penting supaya meningkatkan nilai ekonomi dari sektor perikanan,”paparnya.

Direktur Jendral Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT, Nugroho Setijo Negoro mengatakan, bahwa pihaknya memfasilitasi penyelenggaraan pelayanan publik dengan melibatkan swasta. Kenapa dengan swasta, diharapkan bisa lebih cepat prosesnya namun bukan bentuk hibah, tapi kerjasama investasi antara PT Metta Grup dengan BUMDes.

”Ini membuka ruang partisipasi masyarakat khususnya untuk kesinambungannya. Jadi masyarakat dengan model kerjasama ini masyarakat diminta juga untuk bertanggungjawab terhadap project-project atau barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakatnya sendiri,”ujarnya.

CEO PT. Aurora Power Indonesia (Metta Group), Katamsi Ginanom, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaannya di Pulo Tunda didorong oleh keyakinan untuk membangun dari desa, bukan semata pertimbangan bisnis. ”Kami sudah puluhan tahun bekerja di luar negeri. Bagi saya pribadi, ini waktunya membayar kembali kepada negeri. Dari sisi bisnis mungkin belum tentu menguntungkan, tapi dari sisi keyakinan sebagai anak bangsa, ini adalah pilihan kami,”ujarnya ucap Katamsi.

Katamsi memastikan jika PT Metta Group berkeinginna membuka akses terhadap kapital bagi masyarakat desa, khususnya di wilayah kepulauan, agar masyarakat dapat lebih produktif dan sejahtera. ”Kemiskinan sering kali bukan disebabkan oleh sistem ekonomi tertentu, melainkan karena masyarakat tidak memiliki akses terhadap modal dan infrastruktur dasar,”paparnya. (*)

Pemkot Malang dan Kendari Teken Kerja Sama Bidang Pengelolaan Air Minum, Pajak dan Tata Kota

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (26/1/2026) di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Jawa Timur. Keduanya sepakat bekerja sama pada bidang pengelolaan air minum, pajak daerah dan tata kota.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam sambutan mengatakan, momen itu tidak hanya menjadi sarana silaturahmi saja, namun juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antardaerah. Pertemuan tersebut, menurutnya menjadi sangat krusial, mengingat tantangan tata kelola pemerintahan di era disrupsi menuntut untuk bergerak lebih lincah dan adaptif.

“Kerja sama ini merupakan manifestasi dari komitmen bersama untuk melakukan akselerasi pembangunan melalui transfer of knowledge dan kolaborasi yang bersifat mutualisme, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah,” jelasnya.

Lebih jauh Wahyu mengungkapkan, ketertarikan Pemkot Kendari terhadap berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh Pemerintah Kota Malang tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.

Ia bilang, pengakuan tersebut merupakan bentuk validasi atas kerja keras seluruh perangkat daerah dalam menghadirkan terobosan-terobosan yang berdampak nyata, sehingga dinilai relevan untuk direplikasi oleh daerah lain, termasuk Kota Kendari.

“Keinginan Pemerintah Kota Kendari untuk mengadopsi praktik di bidang pengelolaan pajak daerah merupakan langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik melalui transformasi digital,” kata Wahyu.

Sebab, kata dia, digitalisasi layanan bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara transparan, efektif, dan akuntabel.

“Dan sebagai penyelenggara pemerintahan, tentu menjadi tanggung jawab bersama untuk terus berinovasi, membuka ruang kolaborasi, serta memastikan setiap kebijakan dan terobosan yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Pemerintah daerah pun tidak dapat lagi berjalan sendiri, melainkan harus saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat jejaring kerja sama antardaerah.

“Perlu saya sampaikan bahwa dalam pengelolaan pajak daerah, Pemerintah Kota Malang telah menjalankan berbagai inovasi. Salah satunya adalah aplikasi Persada (Pelayanan Online Restoran dan Subjek Pajak Daerah Lainnya) yang berhasil masuk dalam Top 90 Kovablik Jawa Timur tahun 2025,” bebernya lagi.

Selain itu, Pemkot Malang juga menyediakan berbagai portal aplikasi pajak dan retribusi daerah secara daring yang dikembangkan oleh Bapenda Kota Malang bersama perangkat daerah pemungut PAD sebagai upaya meningkatkan kinerja pendapatan daerah.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran yang datang bersama jajaran perangkat daerah dan anggota DPRD mengaku Kota Malang menjadi pilihan yang tepat sebagai mitra dalam kerja sama ini.

Pasalnya, Kota Malang memiliki berbagai keunggulan, baik dari segi pemerintahan maupun tata kelola lain. Selain kota yang indah, Kota Malang merupakan kota yang maju serta nyaman. Ke depan kerja sama di bidang lain pun akan segera menyusul, sehingga Kota Malang dan Kota Kendari menjadi sister city. (*)

Identifikasi Potensi Peningkatan PAD, Pemkab Blora Gandeng IPDN

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menjalin kerja sama strategis dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) terkait peran institusi pendidikan terhadap kajian identifikasi potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bupati Blora, Arief Rohman menjelaskan, sejumlah langkah Kajian Roadmap Peningkatan PAD Kabupaten Blora Tahun 2026-2030 disusun untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi dan struktur pendapatan daerah, sekaligus mengidentifikasi potensi-potensi PAD yang masih dapat dioptimalkan secara sah, terukur, dan berkelanjutan.

“Kajian ini memiliki arti penting sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam rangka memperkuat kemandirian fiskal di Kabupaten Blora untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendukung pembangunan daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Arief Rohman dalam siaran persnya, Kamis (8/1/2026).

Sejalan dengan hal tersebut, pihaknya berharap adanya keterkaitan antara hasil kajian ini dengan pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Ke depan, riset dan pengabdian mampu memberikan solusi konkret atas tantangan pembangunan daerah, termasuk dalam penguatan basis pendapatan dan tata kelola keuangan daerah.

Sebagai informasi, Bupati Blora Arief Rohman bersama dengan Wakil Bupati dan sejumlah OPD terkait mengunjungi kampus IPDN di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa siang (6/1/2026) kemarin.

Mereka diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Drs. Hyronimus Rowa bersama dengan sejumlah Dekan IPDN.

Pada kesempatan itu, Bupati Arief Rohman mengucapkan terima kasih kepada jajaran dosen IPDN yang telah meluangkan waktu menerima rombongan dari Blora untuk melaksanakan Koordinasi Tindak Lanjut Nota Kesepakatan antara Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan Pemerintah Kabupaten Blora.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara IPDN dan Pemerintah Kabupaten Blora dalam mendukung penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, sekaligus memperkuat perencanaan pembangunan daerah yang berbasis kajian akademis dan kebutuhan riil daerah,” ucapnya.

Sementara, Hyronimus Rowa menyatakan, pihaknya menyambut baik kehadiran Bupati bersama wakil bupati dan seluruh jajaran yang hadir ke IPDN. Ia bilang pihaknya siap membantu dan berkolaborasi dengan Pemkab Blora.

“Kami siap membantu pemkab Blora dalam melaksanakan pengabdian masyarakat, jika perlu kami datang,” ucapnya.

“Kami yakin pak Bupati memiliki langkah yang konkrit untuk kemajuan Blora dan kami juga siap membantu dalam upaya peningkatan PAD di Blora, hal ini telah kita lakukan dengan survei lapangan,”pungkasnya. (*)

Bupati Tegal Nyatakan Siap Sambut Kerja Sama Pemprov Lampung -Jateng

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Lampung telah menandatangani 11 kesepakatan kerja sama strategis dengan Pemprov Jawa Tengah. Kesepakatan dengan total nilai transaksi mencapai Rp833 miliar dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat persatuan sosial-budaya kedua daerah.

Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani dalam acara Malam Ramah Tamah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Mahan Agung, Bandar Lampung, Selasa (6/1/2026). Acara ini dihadiri jajaran pimpinan daerah, BUMD, serta pelaku usaha dari kedua provinsi.

Secara geografis dan ekonomi, Lampung dinilai memiliki keunggulan sebagai gerbang Pulau Sumatra dengan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan penyediaan bahan baku. Sementara Jawa Tengah dipandang sebagai role model nasional dalam pengembangan kawasan industri dan manufaktur yang ramah investasi.

Pada saat itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas provinsi dan keterlibatan sektor swasta melalui skema Business to Business (B2B) untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Luthfi juga menekankan peran kepala daerah sebagai ‘manajer pemasaran’ daerah dalam menarik investasi serta pentingnya keselarasan kebijakan daerah dengan pemerintah pusat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman berkesempatan memaparkan Potensi yang ada di daerah yang ia pimpin. Mulai dari potensi Industri, UMKM, wisata, kuliner hingga pertanian.

“Dari industri kami punya sentra produsen Teh, pariwisata kami memiliki Guci dengan air panas alamnya, hingga tahu aci dan martabak di kulinernya”, ujar Ischak.

Dengan adanya pemaparan tersebut, kabupaten Tegal siap menjadi bagian dari kolaborasi 11 butir kesepakatan kerjasama antara Provinsi Jawa Tengah dan Lampung.

Kemudian, sebagai penguatan ikatan historis dan sosial, sehari setelah penandatanganan kerja sama, Gubernur Ahmad Luthfi mengunjungi Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (7/1/2026).

Desa tersebut merupakan salah satu lokasi awal transmigrasi warga Jawa Tengah ke Lampung sejak tahun 1905.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh warga setempat yang mayoritas masih mempertahankan adat, bahasa, dan nilai budaya Jawa. Warga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan berharap kerja sama antardaerah dapat membawa manfaat nyata, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan.

Gubernur Jawa Tengah mengungkapkan rasa bangga melihat kondisi masyarakat transmigran yang telah hidup makmur dan berpesan agar warga terus menjaga harmoni dengan masyarakat setempat, sejalan dengan falsafah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Melalui penguatan kerja sama strategis dan peneguhan ikatan sejarah transmigrasi, sinergi antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah diharapkan mampu mempercepat pembangunan, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, serta menjaga persatuan dalam keberagaman. (*)

Pastikan Pembangunan Sesuai Koridor Hukum, Pemkot Magelang Perpanjang Kerja Sama Strategis dengan Kejari

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang memperpanjang kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Magelang melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN), di Hotel Atria Magelang, Jawa Tengah, Rabu (7/1/2026).

​Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengutarakan kerja sama ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh program pembangunan berjalan di koridor hukum yang benar. Sinergi ini melengkapi kolaborasi sebelumnya yang telah dijalin bersama Polres Magelang Kota.

​”Kerja sama ini kita bangun agar kebijakan dan program pembangunan memiliki pendampingan hukum yang kuat, mencegah masalah sejak awal, dan memberikan pertimbangan yang tepat,” ujarnya.

​Ia meminta kepada seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk tidak ragu dalam mengambil keputusan selama sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Taati aturan, maka aturan akan menjagamu. Jika ada keraguan, konsultasikan. Jika ada potensi masalah, laporkan sejak awal,” tegasnya.

Bagi Pemkot Magelang, katanya, kehadiran Kejaksaan diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi aparatur dalam bekerja.

Dukungan dari Kejari dapat mempercepat pelaksanaan program-program unggulan dan strategis di Kota Magelang tanpa mengabaikan tertib administrasi.

​”Yang kita bangun adalah budaya transparansi dan akuntabilitas, bukan budaya saling menyalahkan. Seluruh kerja sama ini bermuara pada pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan yang tepat sasaran,” pungkas Damar.

​Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Magelang, Sri Harso, Pj. Sekretaris Daerah Larsita, serta jajaran kepala perangkat daerah dan camat se-Kota Magelang.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Magelang, Atik Rusmiaty Ambarsari, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemkot Magelang dalam memperpanjang kemitraan ini.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi motivasi bagi Jaksa Pengacara Negara (JPN) untuk memberikan pelayanan terbaik, mulai dari konsultasi hingga mitigasi risiko hukum.

​”Kepercayaan ini adalah aset kami yang paling berharga dan menjadi motivasi untuk memberikan pelayanan terbaik di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, baik untuk memberikan konsultasi hukum, memitigasi risiko hukum, maupun menyelamatkan keuangan dan aset negara,” kata Atik.

​Atik memaparkan sejumlah keberhasilan yang telah dicapai melalui kerja sama sebelumnya, seperti bantuan hukum non-litigasi dalam penagihan tunggakan pajak di BPKAD Kota Magelang serta pendampingan hukum di berbagai OPD. Meski demikian, ia memberikan catatan penting terkait transparansi dokumen dari pihak OPD.

​”Harapan kami ke depan dengan perpanjangan MoU ini, kelemahan atau kekurangan dapat diperbaiki secara bersama demi melindungi kepentingan hukum dan memastikan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel,” tambahnya. (*)

Potensi Kerja Sama Pariwisata Indonesia dengan Malaysia Saling Menguntungkan

Lingkar.co – Malaysia semakin serius menggarap pasar wisatawan Indonesia. Melalui Malaysian Association of Tour & Travel Agents (MATTA), pelaku industri pariwisata Malaysia melakukan langkah proaktif dengan menggelar roadshow promosi destinasi wisata ke sejumlah kota besar di Indonesia, salah satunya Semarang, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan promosi bertajuk MATTA Travel Exchange (MTAX) ini mempertemukan langsung pelaku industri pariwisata Malaysia dengan agen perjalanan, pelaku usaha wisata, dan pemangku kepentingan pariwisata di Jawa Tengah.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Disporapar Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan antara pelaku pariwisata Indonesia dan Malaysia.

“Kami menyambut baik kegiatan seperti ini karena mempertemukan langsung para stakeholder, supplier, dan pelaku usaha pariwisata. Ini memudahkan untuk berkreasi membuat paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan wisatawan,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama promosi lintas negara ini bisa berlangsung berkelanjutan dan memberi dampak positif bagi peningkatan kunjungan wisata ke Jawa Tengah maupun ke Malaysia.

Hal senada disampaikan Alex Gunarto, Ketua BDPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Tengah atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Jawa Tengah. Alex menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis karena karakter kebutuhan wisatawan Indonesia dan Malaysia relatif serupa.

“Indonesia dan Malaysia itu pasar yang sangat dekat, baik secara budaya maupun preferensi wisata. Sebelum pandemi, destinasi Malaysia sangat diminati wisatawan Indonesia karena akses penerbangan langsung. Sekarang penerbangan langsung kembali dibuka, ini momentum yang sangat bagus,” jelasnya.

Alex menambahkan, pelaku industri kini bisa menyusun paket wisata yang lebih kompetitif dan terjangkau dengan adanya penerbangan langsung serta kerja sama antarpelaku usaha.

“Kami bisa membuat paket yang lebih menarik, lebih murah, dan sesuai kebutuhan pasar. Bukan hanya menjual Malaysia ke Indonesia, tapi juga sebaliknya menjual Jawa Tengah ke pasar Malaysia,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan MATTA dan Selangor Tourism menyatakan komitmennya untuk terus mempromosikan destinasi-destinasi unggulan Malaysia seperti Kuala Lumpur, Selangor, Batu Caves, dan Masjid Biru, serta kuliner khas seperti nasi lemak yang telah lama menjadi daya tarik bagi wisatawan Indonesia.

Mereka juga membuka peluang untuk melakukan sales mission balasan ke Jawa Tengah guna mempromosikan destinasi wisata Semarang dan wilayah lain di Jawa Tengah kepada pasar Malaysia.

“Ke depan kami ingin gantian mempromosikan Jawa Tengah di Malaysia. Potensinya sangat besar, apalagi sekarang konektivitas penerbangan sudah semakin baik,” ujar salah satu perwakilan travel Malaysia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta ekosistem promosi pariwisata dua arah yang saling menguntungkan, mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan, serta menggerakkan perekonomian sektor pariwisata di kedua negara. (*)

Penulis: Husni Muso

Pemprov Jateng–Lampung Teken 11 Kerja Sama Lintas Sektor, Total Rp832,3 Miliar per Tahun

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Lampung resmi menjalin kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan 11 perjanjian kerja sama dengan nilai transaksi mencapai Rp 832,3 miliar per tahun. Penandatanganan berlangsung di Mahan Agung, Bandar Lampung, Selasa (6/1/2026) malam

Momen tersebut disaksikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Kerja sama tersebut mencakup penguatan pendidikan vokasi, pengembangan industri dan perdagangan, energi, pangan, pariwisata, hingga penguatan rantai pasok antarwilayah. Sejumlah perjanjian memiliki masa berlaku hingga lima tahun.

Pada sektor pendidikan, kerja sama dilakukan melalui penguatan pendidikan vokasi dengan penyelenggaraan program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kembar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kedua provinsi. Di bidang industri dan perdagangan, kerja sama difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah dan Lampung.

Kerja sama juga melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), antara lain nota kesepahaman pemanfaatan gas bumi dan pengembangan energi baru terbarukan antara PT Jateng Petro Energi (JPEN) dengan PT Lampung Jasa Utama (Perseroda). Selain itu, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda) menjalin kerja sama perdagangan multi-komoditas dengan PT Wahana Raharja (Perseroda).

Pada sektor pangan, PT Jateng Argo Berdikari (Perseroda) bekerja sama dengan PT Wahana Raharja serta Koperasi Produsen Agro Gelem Hijau dalam penyediaan bahan pangan hasil pertanian dan perkebunan.

Kolaborasi juga melibatkan asosiasi pengusaha kedua provinsi. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah dan Hipmi Lampung sepakat meningkatkan kapasitas institusi di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, maritim, kelautan, dan perikanan. Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Jawa Tengah dan Lampung bekerja sama mengembangkan sektor pariwisata.

Sementara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah dan Lampung menjalin kerja sama perdagangan berbagai komoditas strategis, seperti garam, gula, kelapa, jahe gajah, beras, singkong, tepung tapioka, udang, hingga sapi.

Kemitraan antarpelaku usaha juga terjalin, di antaranya antara PT Goldensnack Mas Sejahtera dan PT Asindo Tech terkait suplai bahan baku tepung tapioka, serta kerja sama rantai pasok industri dan perdagangan antara PT Fajar Mulia Transindo dengan PT Wahana Raharja (Perseroda), meliputi gula kristal, kopi, bawang putih, dan lainnya.

Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan, kunjungannya ke Lampung membawa mandat kepentingan lebih dari 37 juta penduduk Jawa Tengah yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Menurutnya, hubungan strategis antara Jawa Tengah dan Lampung memiliki keterkaitan kuat, baik secara struktural maupun ekonomi.

“Hari ini kita bangga diterima Gubernur Lampung dalam rangka memperkuat kerja sama antarprovinsi. Kerja sama ini melibatkan dinas terkait dan BUMD untuk menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru di masing-masing daerah,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan, kerja sama tersebut bukan bertujuan menunjukkan keunggulan salah satu provinsi, melainkan mendorong kemajuan dan berkembang bersama melalui konsep collaborative government. Kerja sama ini juga merupakan tindak lanjut kesepakatan pertemuan antar Gubernur di Kepulauan Riau pada Juni 2025.

“Ini kita tindak lanjuti agar perkembangan ekonomi Lampung dan Jawa Tengah bisa tumbuh dan berkembang bersama. Semoga kerja sama ini terealisasi dengan baik, selaras dengan program Presiden terkait pemerataan pembangunan nasional, di mana para gubernur dan bupati diharapkan mampu mengefektifkan pertumbuhan ekonomi baru secara kolaboratif,” kata Ahmad Luthfi.

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah kepala daerah dari Jawa Tengah turut hadir, antara lain Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, dan Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, yang memaparkan potensi daerah masing-masing.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai kerja sama ini mencakup pembahasan yang luas, mulai dari kerja sama antarorganisasi perangkat daerah hingga asosiasi pengusaha. Nilai transaksi Rp 832,3 miliar menjadi fondasi awal kolaborasi jangka panjang.

“Kami berharap ke depan akan ada hubungan kolaborasi yang saling menunjang dan menguatkan antara Lampung dan Jawa Tengah. Karakteristik komoditas dan kebutuhan industri kedua provinsi sangat potensial untuk saling melengkapi,” ujarnya.

Mirzani juga menyebut Jawa Tengah sebagai salah satu rujukan nasional dalam pengembangan dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, dalam berbagai kesempatan bertemu dengan perwakilan pemerintah pusat, Jawa Tengah kerap dijadikan tolok ukur dan percontohan, terutama terkait investasi dan perkembangan maupun dukungan infrastruktur kawasan industri.

“Semua menteri selalu mencontohkan Jawa Tengah seperti masuknya investasi yang besar lalu soal keamanan dan dukungan kawasan,” ujarnya.

Di luar 11 kerja sama baru tersebut, kedua provinsi sebelumnya juga telah menjalin kolaborasi pada 2025, antara lain melalui kerja sama Dinas Koperasi dan UKM melalui mitra agen dan penjualan ritel. Kemudian Dinas Sosial melalui layanan pemulangan Pemerlu Pelayanan Kesehatan Sosial (PPKS), layanan dalam panti, layanan rujukan ke fasilitas kesehatan. Adapun Dinas Ketahanan Pangan, termasuk perdagangan komoditas strategis seperti cabai rawit, bawang merah, dan DOC ayam KUB. (*)

Komitmen Wujudkan Program Satu Desa Satu Sarjana, Pemkab dan Baznas Kendal Gandeng UIN Walisongo

KENDAL, Satu Sarjana,

Lingkar.co – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari terus berupaya menegaskan komitmen dirinya untuk mewujudkan program Satu Desa Satu Sarjana dengan berkolaborasi dengan Baznas dan sejumlah universitas. Salah satunya Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Program Satu Desa Satu Sarjana merupakan salah satu upaya dari Bupati Kendal, dalam mewujudkan Kendal Cerdas sebagai salah satu visi misi Pemerintahan Kabupaten Kendal dalam rangka mewujudkan masyarakat yang berpendidikan dan berdaya saing.

“Untuk medukung program Kendal Cerdas yaitu untuk meningkatkan SDM melalui program Satu Desa Satu Sarjana. Dan kita berkolaborasi dengan Baznas memberikan beasiswa kepada 10 orang untuk belajar di UIN Walisongo Semarang,” kata Bupati Kendal usai menyaksikan penandatangan kerjasama antara Baznas Kendal dan UIN Walisongo Semarang di ruang Ngesti Widhi Pemkab Kendal, Rabu (17/12/2025) sore.

Disampaikan Bupati yang akrab disapa Mbak Tika, selain dengan Baznas dan UIN Walisongo pihaknya juga menggandeng Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) yang berada di Kawasan Industri Kendal.

“Karena untuk mewujudkan program ini kita tidak bisa hanya dibiayai oleh APBD saja, tetapi kita harus melakukan inovasi-inovasi,” ungkapnya

Ia berharap dengan adanya kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai pihak ini program Satu Desa Satu Sarjana dapat mewujudkan masyarakat Kendal yang cerdas dan berdaya saing.

“Termasuk juga ada kelas khusus yaitu dua kelas yang kita wujudkan di Politeknik Polifurneka. Jadi tahun ini berarti 50 anak di Polifurneka dan 10 anak di UIN Walisongo. Harapan kita bisa Satu Desa Satu Sarjana. Dan kita prioritaskan bagi anak yang kurang mampu,” jelas Bupati Tika.

Ketua Baznas Kendal, Syamsul Huda menyampaikan program beasiswa dari Baznas ini diprioritaskan bagi para mustahik yang berprestasi. Pihaknya juga menerapkan syarat agar mahasiswa mendapatkan IPK minimal 3,5.

“Kita akan terus melakukan kontrol terhadap prestasi mahasiswa tersebut untuk memastikan sudah tepat atau belum beasiswa itu diberikan kepada mereka. Harapannya mereka serius belajar, lulus tepat waktu dan berprestasi,” harapnya,” ungkap Syamsul Huda.

Sementara salah seorang mahasiswa UIN Walisongo yang mendapatkan program beasiswa, Rafi Maulana warga Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo mengaku bersyukur bisa mengikuti program Satu Desa Satu Sarjana dari Baznas Kendal.

“Saya sangat bersyukur bisa melanjutkan kuliah di UIN Walisongo melalui program beasiswa Baznas. Kalau dengan biaya sendiri rasanya tidak mungkin karena keterbatasan ekonomi. Saya akan manfaatkan sebaik mungkin, fokus kuliah, dan disiplin,” ujar Rafi. (*)

Penulis: Yoedhi W

UIN Walisongo dan MAN Purbalingga Teken Kerja Sama Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Khusus

Lingkar.co – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang meneken perjanjian kerja sama dengan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga untuk penerimaan mahasiswa baru melalui Jalur Khusus Kemitraan di Aula MAN Purbalingga, Kamis (11/12/2025).

Kepala MAN Purbalingga, Jahroni, MPdI, menilai kerja sama ini menjadi peluang penting bagi para siswa yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi, khususnya melalui jalur mandiri khusus yang difasilitasi oleh kedua lembaga.

Sejalan dengan hal itu, Jahroni berharap kemitraan dapat membuka akses yang lebih luas bagi siswa MAN Purbalingga untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas, “Anak-anak bisa tercerahkan, ilmunya bertambah, dan memiliki bekal untuk masa depan,” ujarnya.

Kerja sama mencakup fasilitasi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur khusus program kemitraan, dengan pilihan berbagai program studi di UIN Walisongo, mulai dari rumpun keagamaan hingga sains dan teknologi.

UIN Walisongo juga telah membuka Fakultas Kedokteran yang melengkapi pilihan studi di luar rumpun keagamaan dan berada di bawah koordinasi Kemendikbudristek.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof Dr M Mukhsin Jamil, MAg, dalam kesempatan itu mengingatkan bahwa generasi muda Indonesia harus mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar di era teknologi.

Ia menilai banyak pekerjaan di dunia yang tergerus oleh perkembangan teknologi sehingga pendidikan menjadi bekal utama untuk mampu bersaing.

“Anak-anak sekalian adalah penentu masa depan bangsa. Tantangan terbesar hari ini adalah teknologi, dan mau tidak mau kita harus membekali diri. Salah satunya melalui pendidikan,” ujar Mukhsin Jamil.

Pada kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa UIN Walisongo berkomitmen menyediakan akses pendidikan yang terjangkau dan beragam pilihan program studi. Khusus bagi siswa MAN Purbalingga, jalur kerja sama ini diibaratkan sebagai ‘karpet merah’ untuk memudahkan langkah mereka melanjutkan pendidikan tinggi.

Mukhsin juga menyampaikan bahwa UIN Walisongo saat ini berstatus akreditasi Unggul dan tengah memproses akreditasi internasional. Dengan jumlah mahasiswa mencapai 23 ribu orang, sekitar 59 persen program studi telah berakreditasi Unggul.

Selain itu, kata dia, kampus turut memperluas kerja sama dengan berbagai institusi dunia untuk memperkuat kualitas akademik dan peluang global bagi mahasiswa.

Ia berharap kesepakatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa MAN Purbalingga, terutama dalam membuka kesempatan yang lebih luas untuk mengubah masa depan menjadi lebih baik. (*)