Arsip Tag: Perempuan Melek Politik

Ubah Paradigma Politik Perempuan Hanya Jadi Lumbung Suara

Lingkar.co – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyatakan bahwa keterlibatan perempuan adalah pilar utama dalam menentukan arah pembangunan daerah. Makanya ia ingin mengubah paradigma perempuan hanya di barisan penonton atau sekadar target perolehan suara.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon ingin memastikan perempuan hadir sebagai aktor intelektual yang mampu mewarnai arah kebijakan daerah. Sebab, menurutnya, perspektif perempuan membawa sentuhan empati yang kuat terhadap isu kesejahteraan keluarga, pendidikan, hingga ekonomi mikro yang menjadi urat nadi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KPU. Acara ini membuktikan komitmen kita bersama untuk membedah peran perempuan, bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan sebagai pilar utama demokrasi,” kata Farida forum penguatan Perempuan dalam Konstelasi Politik Indonesia yang digelar di KPU Kota Cirebon, Selasa (30/12/2025).

“Kita tidak lagi bisa memandang keterlibatan perempuan hanya dari sisi kuantitas atau sekadar pemenuhan kuota 30 persen pada daftar calon legislatif,” sambungnya.

Sejalan dengan hal itu, Farida menekankan pentingnya keterwakilan substantif. Ia menyadari bahwa hambatan kultural dan stereotip gender masih menjadi tantangan nyata. Namun, ia optimis bahwa melalui forum seperti ini, perempuan Kota Cirebon dapat menuntun arah pada kebijakan publik yang lebih inklusif dan sensitif terhadap kebutuhan masyarakat akar rumput.

“Politik hari ini membutuhkan sentuhan nilai kemanusiaan dan kejujuran. Saya percaya, jika lebih banyak perempuan cerdas dan berintegritas menduduki jabatan publik, pengambilan keputusan akan lebih berkualitas. Tanpa peran aktif perempuan, demokrasi kita ibarat burung yang terbang dengan satu sayap, ia tidak akan pernah mencapai ketinggian maksimalnya,” ulasnya.

Senada, Ketua KPU Kota Cirebon, Mardeko, memaparkan data yang menunjukkan tren positif keterlibatan perempuan di parlemen Kota Cirebon. Berdasarkan catatan KPU, tren perempuan yang menduduki kursi di DPRD Kota Cirebon terus mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan dari periode ke periode.

“Pada periode 2019-2024, angka keterwakilan perempuan di DPRD Kota Cirebon mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 34 persen. Ini sudah di atas ambang kuota minimal. Bahkan di jajaran eksekutif, Wakil Wali Kota kita saat ini adalah representasi perempuan. Ini menunjukkan keterlibatan unsur perempuan di Kota Cirebon sangat luar biasa,” jelas Mardeko.

Kaderisasi Parpol

Meski demikian, Mardeko memberikan catatan kritis bagi partai politik yang bersiap menyambut kontestasi 2029 mendatang. Ia mengungkapkan, pada masa pendaftaran anggota legislatif, masih ditemukan partai politik yang kesulitan memenuhi kuota 30 persen perempuan dalam daftar bakal calon.

Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan besar para petinggi parpol untuk melakukan kaderisasi perempuan dalam berpolitik.

“Ini menjadi catatan penting untuk menghadapi Pemilu tahun 2029 mendatang. Kami berharap ke depan, pendaftaran anggota legislatif dari unsur perempuan bisa memenuhi harapan. Fakta di lapangan menunjukkan, semakin banyak perempuan yang mendaftar dan terlibat aktif, kecenderungan keterpilihannya pun semakin tinggi,” ungkapnya.

Melalui kajian ini, Mardeko berharap muncul tokoh-tokoh perempuan baru yang siap membawa perubahan positif dan menjadi bekal bagi para aktivis atau politisi perempuan untuk menyongsong dinamika politik masa depan.

“Tentu dengan cara yang bermartabat, santun, namun tetap kompetitif demi kemajuan Kota Cirebon,” pungkasnya. (*)

Permata Sejati Dorong Yoyok-Joss Jadikan Semarang Kota Ramah Perempuan dan Anak

Lingkar.co – Komunitas Permata Sejati Kota Semarang, mendorong pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss), untuk menjadikan Semarang sebagai kota yang ramah perempuan dan anak.

Untuk merealisasikan hal itu salah satu usulan mereka adalah menyediakan Ruang Kreatif untuk anak-anak serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan fasilitas yang ramah anak.

Ketua Permata Sejati, Annisa menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan yang dapat menumbuhkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru.

“Pemberldayaan perempuan perlu ditingkatkan. Salah satunya dengan pelatihan keterampilan sehingga dapat tumbuh UMKM baru yang dapat membantu perekonomian keluarga,” ungkap Annisa dalam sebuah diskusi bersama Joko Santoso, belum lama ini

Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) perempuan, tetapi juga melibatkan UMKM dalam sektor pariwisata. Dengan demikian para perempuan yang memiliki keterampilan produk khas Semarang dapat dikenal masyarakat luas dan wisatawan yang secara otomatis mendongkrak penjualan UMKM.

Annisa juga menekankan bahwa langkah-langkah ini memerlukan perhatian dan campur tangan dari Pemerintah Kota Semarang.

Calon Wakil Wali Kota Semarang, Joko Santoso saat menghadiri diskusi bersama komunitas Permata Sejati Kota Semarang. Foto: dokumentasi
Calon Wakil Wali Kota Semarang, Joko Santoso saat menghadiri diskusi bersama komunitas Permata Sejati Kota Semarang. Foto: dokumentasi

“Kita perlu meningkatkan SDM perempuan dengan keterampilan yang berkelanjutan sehingga perempuan dapat bermanfaat untuk diri dan keluarga, serta meningkatkan perekonomian keluarga,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Calon Wakil Wali Kota Semarang, Joko Santoso, menekankan pentingnya peran strategis perempuan dalam pembangunan kota.

Joko Joss, sapaan akrab Joko Santoso juga menyampaikan komitmennya untuk memastikan peran perempuan dalam mewujudkan Semarang yang Maju dan Bermartabat.

“Bagaimana peran perempuan bisa berguna, tidak hanya untuk keluarga tetapi juga untuk masyarakat sekitar. Perempuan memiliki potensi yang luar biasa dalam pembangunan karena memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai ibu, istri, dan memiliki peran sosial di masyarakat,” ujarnya.

Dukung Pemenangan Luthfi-Yasin, Ning Nawal Tunjukkan Perempuan Punya Kekuatan Politik

Lingkar.co – Nawal Nur Arafah, istri dari Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berurusan dengan dapur. Namun memiliki kekuatan politik yang bisa dimaksimalkan untuk mendukung kemenangan bagi Gus Yasin yang mendampingi Ahmad Luthfi dalam Pilgub Jateng 2024.

Ning Nawal, sapaan akrab Nawal Nur Arafah giat menggerakkan emak-emak sebagai mesin politik untuk mengajak rakyat Jawa Tengah memilih Paslon 02 Luthfi-Yasin pada Pilgub 27 November 2024 nanti.

Saat Ning Nawal Yasin menghadiri konsolidasi Jelita (Jaringan Perempuan Nahdliyin Pendukung Luthfi-Yasin), se-Karesidenan Kedu, di hotel Trio Magelang, Sabtu 26 Oktober 2024, ia nampak luwes terjun langsung mengkondisikan ibu-ibu muda.

Ia memberikan motivasi agar perempuan bangkit dan melek politik. Ia pun mengajak jaringan perempuan dari kalangan warga dan pegiat organisasi perempuan Nahdlatul Ulama untuk terlibat langsung menentukan calon pemimpin Jawa Tengah.

“Jadi ibu-ibu harus melek politik. Ayo dengan kekuatan kaum hawa, kita satukan untuk membantu paslon 2 Luthfi-Yasin agar menjadi pemimpin Jawa Tengah,” katanya.

Potensi ibu-ibu menurut Nawal tidak bisa dianggap enteng. Sebab kaum laki-laki biasanya tergantung istrinya. Termasuk sikap suami sangat dipengaruhi siapa yang mendampinginya.

“Karena itu, saya pesan ibu-ibu arahkan suaminya untuk memilih pemimpin yang terbaik yang peduli keagamaan dan kesejahteraan masyarakat,” pesannya.

Didampingi Ketua Jelita Jateng, Atatin Malihah, Nawal memberi tips agar ibu-ibu bisa mendapatkan suara banyak. Yaitu ajaklah teman sekasur (suami), teman sedapur (anak isteri assisten rumah tangga), dan teman seumur (tetangga).

“Tentu saja itu belum cukup, ajaklah semua masyarakat yang kita kenal maupun tidak untuk memilih Luthfi-Yasin. Karena paslon ini selain pengalaman memimpin Jateng, juga karena kombinasi Nasionalis-Religius yang dibutuhkan Jawa Tengah,”tutupnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

DPC PDIP Pati Gelar Pendidikan Politik, Dorong Perempuan Melek Politik

PATI, Lingkar.co – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Pati, menggelar pendidikan politik bagi perempuan, Jumat (22/10/2021).

Hal ini sebagai motivasi kepada para perempuan Indonesia agar melek terhadap politik.

Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin menatakan, perempaun dalam hal ini harus mampu menjadi subyek atau pelaku dalam kancah politik.

Apalagi sistem demokrasi yang berjalan saat ini, setidaknya ada 30 persen keterwkailan perempuan di DPR pusat maupun daerah.

“Karena itu, perempuan harus memiliki pendidikan politik yang mumpuni. Sehingga, kedepan kuota 30 persen perempuan di kursi dewan ini dapat terisi,” katanya.

Menurutnya, perempuan mempunyai peluang yang sama dengan laki-laki dalam hal berpolitik.

Baca Juga:
DPC PDIP Pati Bantu Pemkab Vaksinasi Pelajar

Bahkan sudah banyak contoh yang menunjukkan bahwa perempuan juga mampu menjadi pemimpin.

“Ketua Umum kita (PDIP) Megawati Soekarno Putri, sebagai seorang perempuan juga pernah menjadi presiden Indonesia. Kemudiam saat ini, Puan Maharani juga bisa menjadi ketua DPR RI. Mereka adalah perempuan-perempuan yang bisa dicontoh,” terangnya.

Menurutnya, bukan tidak mungkin juga apabila kepala daerah di Kabupaten Pati nantinya adalah perempuan.

Bisa juga sosok perempuan nantinya dapat mengisi menjadi ketua DPRD Pati karena semua itu sangat memungkinkan terjadi.

“Karena itulah pendidikan politik sangat penting. Kami sangat bersyukur, pembekalan kader perempuan PDIP Pati ini bisa dilakukan dan diikuti banyak peserta,” ungkapnya.

Ali Badrudin berharap dengan adanya pendidikan politik bertajuk Perempuan Untuk Anak Negeri Indonesia (Puan Indonesia), perempuan di Bumi Mina Tani semakin melek politik.

Penulis: Lingkar News Network

Editor: Muhammad Nurseha