Arsip Tag: perhatikan

Curhat Gaji Guru Madin Rp 300 Ribu, NU Jepara Pesan Gus Yasin Perhatikan Madin

Lingkar.co – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Jepara, KH. Kamil Ahmad dan Jajaran Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara berpesan kepada Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) supaya Madrasah Diniyah (Madin) benar-benar diperhatikan. Selain gajinya minim, waktu belajar madrasah sore habis di sekolah umum.

“Anak-anak jam sekawan (4 sore), belum sampai rumah. Goro-goro waktune dienteki (dihabisi) sekolah esok (pagi). Padahal pendidikan akhlak itu dari madrasah, tidak ada yang lain,” jelasnya.

Ia juga mengeluhkan gaji guru Madin yang rendah. Sebulan di Jepara hanya Rp 300 ribu. Bukan berarti dirinya sebagai guru tidak ridho, tetapi sungguh prihatin.

“Sejauh masih kuat saya tetep mulang, sejak tahun 71 sudah ngajar. Alhamdulilah kami tetap mulang dengan kondisi apapun. Insya Alloh diparingi barokah,” tambahnya.

Pesan itu disampaikan kepada Calon petahana Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Yasin dan Gus Nung (KH. Nuruddin Amin) yang calon Bupati Jepara dari PKB saat keduanya bersilaturahmi ke kediaman Kiai Kamil di Desa Purwogondo Kecamatan, Kalinyamatan, Jepara pada Jumat, (4/10/2024) kemarin.

Untuk menuju kesana, dirinya sadar butuh pemimpin yang kuat yang paham agama. Diharapkan Gus Yasin jadi pimpinan yang kuat bertahan dan amanah.

KH. Kamil Ahmad menyambut baik sekaligus mendoakan Gus Yasin berhasil menjadi Wakil Gubernur untuk periode 2024-2029.

“Kulon yakin rawuhe panjenengan sedoyo nggowo berkah. Mugi- mugi Taj Yasin paringi sehat wal afiat paringi kekuatan dan kasil nopo sing dimaksutaken. Kalau sudah jadi mugi-mugi juga manfaat buat masyarakat,” doanya.

Gus Yasin menyambut baik dan bersyukur atas masukan yang diberikan. Ia juga menyampaikan terima kasih karunia para kiai ikhlas berkumpul untuk membantu hajatnya. Dia bilang Jepara ini penyumbang suara paling banyak saat dia maju DPD.

Karena itu untuk sekian kalinya minta doa dan dukungan agar bisa berhasil. Dia juga akan mengakomodir masukan tersebut untuk diprioritaskan di APBD Jateng.

Sementara Gus Nung yang ikut hadir menjelaskan, pihaknya numpang kepada Gus Yasin untuk keberhasilan Pilkada.

“Kulo namung nderek kramatipun Gus Yasin. Mugi-mugi pasangan Gus Nung-Mas Iqbal dapat nderek dados Bupati Jepara,” ujarnya.

Program juga ikut Gus Yasin. Selama ini sebagai pimpinan DPRD Jepara satu periode merasakan sendiri, betapa pemerintah pusat tidak peduli dengan pesantren.

Apel Fatayat NU Tembalang, Sekda Semarang Ungkap Alasan Pemkot Selalu Perhatikan NU dan Banom

Lingkar.co – Sekda Kota Semarang, H. Iswar Aminudin mengungkapkan alasan Pemerintah Kota Semarang selalu memperhatikan keberadaan organisasi masyarakat, terlebih Nahdlatul Ulama (NU) dan Badan Otonom (Banom).

Menurutnya, NU dan banomnya telah terbukti secara nyata berperan membina masyarakat dan meumbuhkan semangat nasionalisme sejak masa perjuangan kemerdekaan.

“Sehingga patutlah kami memperhatikan Nahdlatul Ulama dan banomnya,” kata Iswar.

Sekda mengatakan hal itu saat menjadi pembina Apel Kebangsaan dan Fatayat NU Bersholawat dalam rangka menyambut 101 tahun NU yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Tembalang di halaman MTs N 1 Kota Semarang, Minggu (7/1/2024).

Sejalan dengan peran kemasyarakatan yang telah dilakukan oleh NU dan banomnya, Sekda juga mengingatkan tentang tantangan yang ada selalu berkembang seiring laju perkembangan zaman.

“Ke depan tantangan semakin berat, semakin ruwet semakin dahsyat,” ujarnya.

Dikonfirmasi lebih lanjut usai apel, Iswar menerangkan peran yang ia maksud. Yakni peran NU yang sangat menonjol dalam memunculkan pertempuran 10 November melalui fatwa jihad mempertahankan kemerdekaan, sebuah peristiwa sejarah resolusi jihad yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional.

“Saya kira sangat jelas ya, dari satu abad yang lalu berdirinya NU dengan dikeluarkannya resolusi jihad, ini kan sangat jelas bagaimana NU tidak bisa lepas dari mempertahankan negara kita. Sebagai satu bangsa yang berdaulat, sebagai negara yang berkesatuan Republik Indonesia,” urainya.

Sekda Kota Semarang, H. Iswar Aminudin saat menjadi pembina Apel Kebangsaan dan Fatayat NU Bersholawat dalam rangka menyambut 101 tahun NU yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Tembalang di halaman MTs N 1 Kota Semarang, Minggu (7/1/2024. Foto: Friska/Lingkar.co

Ia menilai NU sampai saat ini terus menjadi organisasi yang terdepan dalam membela bangsa dan negara. Hal itu menurutnya terbukti saat ini dengan gerakan NU di berbagai bidang kemasyarakatan, baik sosial, pendidikan, dan kesehatan.

“Persoalan hari inipun terkait pendidikan dan kesehatan itu un belum selesai. Cita-cita kita tentang bagaimana membangun karakter bangsa sumberdaya manusia ini kan tantangannya sangat berat,” terangnya.

Ia lantas menyontohkan indeks membaca bangsa Indonesia yang masih rendah. Padahal, lanjutnya, membaca sangat dibutuhkan untuk memunculkan sebuah wacana ilmu dan sebagainya.

“Nah, ini Fatayat harus kita dorong, sebagai seorang wanita, dia juga sebagai seorang ibu ya madrasahnya anak-anak. Jadi kader Fatayat harus mampu membentuk anak-anak yang memiliki mental dan spiritual yang kuat untuk membangun bangsa,” pungkasnya.

Sementara, Sekretaris PC PC Fatayat NU Kota Semarang, Hj. Masdaliyatul Lulukiyah menerangkan, Fatayat NU terus bergerak di berbagai bidang dalam skala nasional, dari tingkat pusat sampai anak ranting.

Ia sebutkan berbagai produk yang dipasarkan dengan jejaring kader Fatayat NU, juga gerakan dalam menjaga perempuan dan anak dari tindakan yang tidak diinginkan

“Kalau mendampingi kasus kekerasan, kita belum sampai ke situ, baru pelatihan paralegal, tapi sosialisasi untuk mencegah agar tidak sampai terjadi, itu sudah kita lakukan,” ujarnya.

Ketua PC Fatayat NU Tembalang, Aniqotunnafiah menambahkan, kegiatan Apel Kebangsaan merupakan bukti politik NU tidak pada politik praktis, melainkan politik kebangsaan. Hal itu sebagaimana yang terus diajarkan dalam berbagai pelatihan dan kaderisasi di NU maupun banomnya. (*)

Penulis: Ani Friska
Editor: Muhammad Nurseha