Arsip Tag: ungkap

Mas Wawan Ungkap Alasan Pilih Dukung Agustina-Iswar Ketimbang Ikuti PKB Dukung Yoyok-Joss

Lingkar.co – Ady Setyawan atau Mas Wawan mengungkapkan alasan dirinya memilih mendukung Agustina-Iswar ketimbang mengikuti PKB yng berkoalisi mengusung Yoyok-Joss (Yoyok Sukawi dan Joko Santoso) di Pilwalkot Semarang 2024.

Mas Wawan mengaku sudah kenal lama dengan Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin. Pria asal Tlogorejo Semarang ini bahkan menyebut bisa dibilang hubungan dengan Agustina dan Iswar Aminuddin sudah tak berjarak.

Pria yang sempat mendaftar sebagai bakal calon wakil wali kota Semarang melalui PKB ini mengetahui dengan jelas apa prestasi dan rekam jejak pasangan yang diusung PDI Perjuangan sebagai Pasangan Calon Kepala Daerah Kota Semarang.

Wawan mengaku sudah mengenal Agustina sejak 2013 saat dia menjadi salah satu pimpinan di PDIP Jateng. Wawan juga pernah berkolaborasi dengan Agustina dalam sebuah program.

“Jadi kalau Bu Agustina saya sudah mengenal prestasi beliau sebagai legislator yang aktif menyuarakan aspirasi Jawa tengah terutama soal beasiswa dan program KIP (Kartu Indonesia pintar) yang sekarang kita nikmati,” ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (26/9/2024).

Menurutnya, Agustina adalah sosok ibu yang kharismatik dan tegas. Selain itu, Agustina tergambar dalam benak Wawan sebagai seorang dengan multi keragaman yang mudah bergaul dan beradaptasi dengan kelompok yang berbeda.

“Dengan pengalaman dan latar belakang Bu Agustin itu saya melihat beliau mudah untuk mengakomodir kekuatan masyarakat untuk membangun Kota Semarang,” ujarnya.

Ady Setiawan
Ady Setiawan alias Mas Wawan. Foto: Bojes/Lingkar.co

Kemudian Iswar Aminuddin dikenal Wawan sebagai sosok birokrat sejati yang bekerja keras membangun pemerintahan lebih dari 30 tahun lamanya. “Sedangkan Pak iswar saya mengenal beliau sebagai birokrat pekerja keras dengan pengalaman lebih dari 30 tahun,” jelasnya.

“Dia sudah malang melintang di dunia birokrasi Kota Semarang sebagai Kepala Dinas, Kepala Bappeda, dan terakhir sebagai Sekda,” terangnya.

Menurutnya, Iswar unggul dalam ilmu infrastruktur, dan akan memberikan kontribusi positif bagi permasalahan yang kini dihadapi warga Kota Semarang.

Hasil Survei Y-Publica Ungkap Isu Agama Tak Berimbas Dalam Pilwalkot Semarang 2024, Tanggapan Pengamat: Pilwalkot Lebih Berkualitas Jika Adu Gagasan

Lingkar.co – Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono menganalisa hasil survei yang ia lakukan pada 7-12 September bahwa responden tidak mempersoalkan agama pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2024. Artinya latar belakang agama kandidat tidak berimbas pada calon pemilih

Menanggapi hal itu, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, M. Kholidul Adib mengatakan bahwa isu agama sejatinya menjadi isu yang hangat dibicarakan oleh masyarakat.

“Salah satu isu yang ramai dibicarakan masyarakat adalah faktor agama yang dianut Agustina Wilujeng. Agustina merupakan wanita kelahiran Semarang, 11 Agustus 1971. Ia beragama Katolik dari paroki St. Maria Fatima,” kata Adib kepada Lingkar.co pada Jum’at (20/9/2024).

Kendati demikian, menurut Adib, PDI Perjuangan sebagai partai nasionalis tentu berpendapat semua warga negara memiliki hak yang sama untuk diusung mengisi jabatan publik. Namun demikian belum tentu sama dengan pendapat masyarakat.

Tentu saja hal itu menjadi pertimbangan utama bagi penganut Islam dengan latar belakang pesantren atau taat kepada ulama atau bisa dikatakan sebagai bagian dari golongan yang konservatif. Namun golongan tersebut tidak terdeteksi dalam survei yang dilakukan oleh Y-Publica.

“Bagi kalangan muslim yang tingkat religiusitasnya tinggi, masih banyak yang menjadikan agama sebagai faktor yang menentukan pilihan politik. Hal yang demikian ini juga tampak dari hasil survey Y-Publica pimpinan Rudi Hartono,” ungkapnya.

Ia pun memaparkan rilis hasil survei Y-Publica yang menyatakan bahwa segmentasi agama tidak terlalu berpengaruh. Menurut hasil surveinya ada sekitar 59 persen sampel warga kota Semarang tidak mempersoalkan agama seorang kandidat.

“Secara tidak langsung hasil survei tersebut menyatakan bahwa ada sekitar 41 persen sampel responden Kota Semarang yang masih mempersoalkan agama dalam menentukan pilihan wali kota Semarang,” ujarnya.

“Dengan kata lain, jika menggunakan tipologi politik aliran, maka hasil survei tersebut hendak menegaskan jika angka 59 persen merepresentasikan jumlah pemilih dari kalangan nasionalis, sedangkan pemilih dari kalangan religius ada 41 persen,” lanjutnya.

Sejalan dengan hal itu, Adib mempertanyakan angka 59 persen pemilih dari kalangan nasionalis yang tidak mempersoalkan agama seorang kandidat tersebut secara otomatis akan memilih paslon Agustina–Iswar yang diusung PDIP.

“Tentu saja tidak, sebab paslon Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) juga mendapatkan dukungan dari kalangan partai-partai nasionalis seperti Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Golkar, PSI dan Partai Nasdem,” tandasnya.

Polres Grobogan Berhasil Ungkap Kasus Narkotika di Gubug

Lingkar.co – Polres Grobogan berhasil mengungkap kasus narkotika yang diduga jenis ganja. Peristiwa tersebut, terjadi di pinggir jalan raya Gubug – Kedungjati, turut Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan menjelaskan, pengungkapan kasus itu berawal saat anggota Sat Resnarkoba Polres Grobogan melakukan penyelidikan di wilayah Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan.

“Saat melakukan penyelidikan, petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa di jalan raya Gubug – Kedungjati Kabupaten Grobogan sering terjadi adanya peredaran narkotika golongan I jenis ganja. Kemudian, petugas Sat Resnarkoba Polres Grobogan menindaklanjuti informasi dari masyarakat tersebut dan melakukan penyelidikan,” jelas Kapolres Grobogan pada Selasa (20/2/2024).

Saat melakukan penyelidikan, petugas kepolisian Sat Resnarkoba Polres Grobogan mencurigai sebuah mobil Honda Mobilio warna putih dengan nopol B-1363-KRH yang diduga sebagai pelaku tindak pidana narkotika.

“Oleh Sat Resnarkoba Polres Grobogan, mobil tersebut kemudian dilakukan penghadangan. Setelah dilakukan penghadangan, kemudian dilakukan penangkapan dan penggeledahan,” kata AKBP Dedy Anung Kurniawan.

Kedua pelaku yang berhasil diamankan yakni TOP (25) seorang laki-laki warga Kelurahan Batupapan Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja dan GT (24) seorang laki-laki warga Kelurahan Tangari Tallunglipu Kecamatan Tallunglipu Kabupaten Toraja Utara.

Dari tangan pelaku, Sat Resnarkoba Polres mengamankan sebuah paket besar yang dilakban warna cokelat yang didalamnya diduga berisi narkotika golongan I dalam bentuk tanaman jenis ganja.

AKBP Dedy Anung Kurniawan mengatakan, kedua pelaku diancam dengan pasal atau perkara setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I subsider setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (1) subs pasal 111 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana.

“Ancaman hukumannya, paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara serta denda paling sedikit 1 miliar dan paling banyak 10 miliar,” pungkas Kapolres Grobogan.

Penulis: Miftahus Salam

Ungkap Keistimewaan Mahfud MD, Yenny: Paling Rajin Hadiri Haul Gus Dur

Lingkar.co – Putri kedua Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh yang dikenal Yenny Wahid ungkap keistimewaan Mahfud MD di mata Gus Dur.

Cawapres nomor urut 3 itu, kata Yenny, rajin menghadiri haul Gus Dur. Pasalnya, Mahfud MD merupakan satu di antara murid Gus Dur.Sehingga, kedatangan Mahfud dalam acara Haul ke-14 Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur tidak dicurigai sebagai sebuah kampanye terselubung dalam acara tersebut.

“Beliau paling rajin (hadir dalam haul Gus Dur) karena memang kadernya Gus Dur sejak dulu. Pak Mahfud ini istimewa sekali,” kata Yenny Dalam acara Haul ke-14 Gus Dur di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (6/1/2024).

Yenny juga ungkap keistimewaan Mahfud MD bagi Nahdlatul Ulama (NU). Mahfud dinilai memiliki kedekatan dengan NU.

Lebih lanjut, Yenny juga bercerita bahwa pada saat diangkat menjadi Presiden RI, Gus Dur menyadari bahwa Mahfud sangat cocok mengisi kabinet di bagian keamanan dan pertahanan negara meski saat itu belum banyak dikenal publik. Ini juga sebagai eksperimen Gus Dur terhadap Mahfud MD.

“Pak Mahfud diangkat jadi bosnya para aparat, menjadi Menteri Pertahanan waktu itu ketika Gus Dur jadi Presiden,” imbuh Yenny.

Di samping itu, Yenny menyebut Gus Dur mempercayakan jabatan Menhan kepada Mahfud juga karena karakternya yang tak pernah gentar dan tak pernah takut.

“Menteri Pertahanan itu adalah jabatan yang sangat strategis dan sangat rawan untuk disadap. Tapi Prof Mahfud tidak pernah takut disadap,” pungkas dia.

Dalam haul Gus Dur ke-14 itu, Mahfud dan Yenny mengikuti pembacaan tahlil dan pengajian akbar bersama Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin beserta Pengasuh Ponpes Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri.

Hadir juga Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) di Australia dan New Zealand, H Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir bersama ribuan masyayikh, santri, dan masyarakat dari berbagai daerah di Jatim. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Apel Fatayat NU Tembalang, Sekda Semarang Ungkap Alasan Pemkot Selalu Perhatikan NU dan Banom

Lingkar.co – Sekda Kota Semarang, H. Iswar Aminudin mengungkapkan alasan Pemerintah Kota Semarang selalu memperhatikan keberadaan organisasi masyarakat, terlebih Nahdlatul Ulama (NU) dan Badan Otonom (Banom).

Menurutnya, NU dan banomnya telah terbukti secara nyata berperan membina masyarakat dan meumbuhkan semangat nasionalisme sejak masa perjuangan kemerdekaan.

“Sehingga patutlah kami memperhatikan Nahdlatul Ulama dan banomnya,” kata Iswar.

Sekda mengatakan hal itu saat menjadi pembina Apel Kebangsaan dan Fatayat NU Bersholawat dalam rangka menyambut 101 tahun NU yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Tembalang di halaman MTs N 1 Kota Semarang, Minggu (7/1/2024).

Sejalan dengan peran kemasyarakatan yang telah dilakukan oleh NU dan banomnya, Sekda juga mengingatkan tentang tantangan yang ada selalu berkembang seiring laju perkembangan zaman.

“Ke depan tantangan semakin berat, semakin ruwet semakin dahsyat,” ujarnya.

Dikonfirmasi lebih lanjut usai apel, Iswar menerangkan peran yang ia maksud. Yakni peran NU yang sangat menonjol dalam memunculkan pertempuran 10 November melalui fatwa jihad mempertahankan kemerdekaan, sebuah peristiwa sejarah resolusi jihad yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional.

“Saya kira sangat jelas ya, dari satu abad yang lalu berdirinya NU dengan dikeluarkannya resolusi jihad, ini kan sangat jelas bagaimana NU tidak bisa lepas dari mempertahankan negara kita. Sebagai satu bangsa yang berdaulat, sebagai negara yang berkesatuan Republik Indonesia,” urainya.

Sekda Kota Semarang, H. Iswar Aminudin saat menjadi pembina Apel Kebangsaan dan Fatayat NU Bersholawat dalam rangka menyambut 101 tahun NU yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Tembalang di halaman MTs N 1 Kota Semarang, Minggu (7/1/2024. Foto: Friska/Lingkar.co

Ia menilai NU sampai saat ini terus menjadi organisasi yang terdepan dalam membela bangsa dan negara. Hal itu menurutnya terbukti saat ini dengan gerakan NU di berbagai bidang kemasyarakatan, baik sosial, pendidikan, dan kesehatan.

“Persoalan hari inipun terkait pendidikan dan kesehatan itu un belum selesai. Cita-cita kita tentang bagaimana membangun karakter bangsa sumberdaya manusia ini kan tantangannya sangat berat,” terangnya.

Ia lantas menyontohkan indeks membaca bangsa Indonesia yang masih rendah. Padahal, lanjutnya, membaca sangat dibutuhkan untuk memunculkan sebuah wacana ilmu dan sebagainya.

“Nah, ini Fatayat harus kita dorong, sebagai seorang wanita, dia juga sebagai seorang ibu ya madrasahnya anak-anak. Jadi kader Fatayat harus mampu membentuk anak-anak yang memiliki mental dan spiritual yang kuat untuk membangun bangsa,” pungkasnya.

Sementara, Sekretaris PC PC Fatayat NU Kota Semarang, Hj. Masdaliyatul Lulukiyah menerangkan, Fatayat NU terus bergerak di berbagai bidang dalam skala nasional, dari tingkat pusat sampai anak ranting.

Ia sebutkan berbagai produk yang dipasarkan dengan jejaring kader Fatayat NU, juga gerakan dalam menjaga perempuan dan anak dari tindakan yang tidak diinginkan

“Kalau mendampingi kasus kekerasan, kita belum sampai ke situ, baru pelatihan paralegal, tapi sosialisasi untuk mencegah agar tidak sampai terjadi, itu sudah kita lakukan,” ujarnya.

Ketua PC Fatayat NU Tembalang, Aniqotunnafiah menambahkan, kegiatan Apel Kebangsaan merupakan bukti politik NU tidak pada politik praktis, melainkan politik kebangsaan. Hal itu sebagaimana yang terus diajarkan dalam berbagai pelatihan dan kaderisasi di NU maupun banomnya. (*)

Penulis: Ani Friska
Editor: Muhammad Nurseha

Ahmadi Ungkap Target Partai Gelora dan Kerja Keras Menangkan Prabowo-Gibran

Lingkar.co – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Jawa Tengah, Ahmadi menyambut baik kedatangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Rico Marbun dan Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta di Semarang.

Kedatangan petinggi Partai Gelora adalah untuk memberikan evaluasi dan motivasi untuk ribuan Calon Anggota Legislatif (Caleg).

“Ya ini kita silaturahim untuk mengevaluasi kinerja caleg-caleg partai dan juga struktur se Jawa Tengah,” ujar Ahmadi di sela-sela acara konsolidasi Partai Gelora di Hotel Settos Semarang, Minggu (10/12/2023).

Ahmadi berharap kedatangan BPN dan Ketua Umum Partai Gelora mampu menambah motivasi para Caleg dan meningkatkan kinerja mereka.

“Kebetulan dari BPN dan ketua umum hadir, jadi saya harap kehadiran mereka menambah semangat dan membenahi kinerja para caleg untuk meraih kemenangan yang kita harapkan,” tandasnya.

Ketika ditanya mengenai target kursi di DPRD Jateng, Ahmadi mengaku realistis dengan hanya menargetkan 4 persen suara nasional dan mampu mendudukan wakil rakyat di DPRD Jawa Tengah dari setiap Daerah Pemilihan.

“Karena kami partai baru tentunya kami tidak menargetkan harus juara. Tapi secara nasional kami menargetkan lolos electoral yang empat persen itu. Kemudian untuk Jawa Tengah, kami menargetkan mampu mendudukan wakil rakyat di DPRD dari setiap Dapil,” tuturnya.

Selain target partai, Ahmadi juga bekerja keras dalam memenangkan Capres dan Cawapres yang diusung Koalisi Indonesia Maju, yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

“Terkait dengan pemenangan Prabowo-Gibran, kami adalah bagian dari koalisi Indonesia Maju, maka kami serius dan sungguh-sunggu bekerja bersama koalisi untuk memenangkan Prabowo-Gibran sesuai dengan kesepakatan target koalisi,” tutupnya. (*)

Penulis: Ani Friska
Editor Ahmad Rifqi Hidayat

Sat Polairud Polda Kaltara Ungkap Sindikat Jaringan Narkoba Internasional, Amankan 31 Kilogram Sabu

Lingkar.co – Pengungkapan sindikat jaringan narkoba Internasional telah diungkap oleh Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Nunukan bersama Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimatan Utara, Polsek KSKP dan Beacukai Nunukan, Minggu (10/12/2023) pukul 23.00 WIB di Pelabuhan Tunon Taka tepatnya di Pos X-Ray.

Dalam penangkapan tersebut, berhasil ditemukan barang bukti berupa sabu sebanyak 31 kilogram dan 100 butir ekstasi.

Saat ditanyai oleh petugas, IR (tersangka) mengaku bahwa barang bawaannya tersebut berasal dari Malaysia sehingga petugas membawa seluruh barang tersebut menuju ke Pelabuhan Tunon Taka, Tunukan untuk dilakukan pengecekan menggunakan X-Ray.

Sebelumnya, terkait dengan adanya barang-barang ilegal yang akan melewati pelabuhan tersebut, Personil Gakkum Satpolairud bersama dengan Tim Gabungan melaksanakan penyelidikan di perairan Nunukan hinggan menemukan sebuah perahu yang mencurigakan.

Kasat Polairud Polres Nunukan Polda Kaltara, IPTU Muhammad Ibnu Robbani S.Tr.K mengatakan, saat dilakukan pengecekan ditemukan barang-barang yang mencurigakan sehingga dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Yang kami curigai awalnya ada drum berwarna biru yang ternyata di dalamnya berisikan 2 karung yang berisikan 31 plastik bening berukuran besar yang diduga berisikan narkotika golongan 1 jenis sabu,” katanya.

“Selain itu juga ada 100 butir ekstasi. Saat ini tim gabungan sudah melakukan penangkapan terhadap IR,” imbuhnya.

Tim Gabungan berhasil menangkap IR disebuah rumah di jalan Rimba kemudian tersangka dibawa ke Mako Sat Polairud Polres Nunukan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Rencananya, IR akan mengirimkan 31 kilogram sabu dan 100 butir ekstasi tersebut ke Pare-Pare atas perintah RR (status DPO) yang saat ini berada di Malaysia yang selanjutnya akan diterima oleh keluarga RR yang ada di Pare-Pare.

Saat di Malaysia, IR hanhya bekerja sebagai buruh bangunan sejak bulan Agustus dan berencana akan pulan pada bulan ini ke Sulawesi.

Mendengar hal tersebut, RR mau menitipkan oleh-oleh untuk keluarganya sekaligus sabu-sabu tersebut yang akan dipakai di sana.

IR menyetujui hal tersebut asalkan dibantu buaya untuk pulang kampung dan diberikan uang 10juta setelah sampai di Pare-Pare.

Sebelum berangkat pulang ke kampung halaman, IR sudah mengetahui bahwa di dalam drum tersebut berisikan sabu-sabu namun tidak tahu jumlahnya dikarenakan RR yang mengemas semua barang titipannya.

Penulis : Muhammad Nurseha

Lidah Tani Blora Ungkap Dampak Buruk Progam KHDPK Bagi Petani

Lingkar.co – Ketua Lidah Tani Blora, Ngudiono mengungkapkan dampak buruk program Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KHDPK) bagi petani.

Hal itu ia sampaikan dalam keterangan pers tertulis saat melakukan aksi geruduk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora pada Hari Tani Nasional tahun 2024, Senin 25/9/2023).

Ia jelaskan, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup beserta Gubernur Jawa Tengah, telah menyatakan sikap mendukung program KHDPK tersebut.

Kemudian menetapkan Kabupaten Kendal dan Blora sebagai pilot project atau percontohan dari program KHDPK.

Bahkan, target KHDPK mencapai 1,1 juta hektar hutan Jawa. Baik dalam kategori hutan produksi maupun lindung yang selama ini dikelola oleh Perum Perhutani.

Dari luasan hutan Perhutani yang berjumlah 9.426 ha 46% persennya akan di KHDPK kan di kabupaten Blora. Dan menurutnya, Bupati Blora menyampaikan bahwa dari target 271 desa 138 berada di kawasan hutan yang nantinya jadi data awal program ini.

Karenanya, menilai KHDPK merupakan upaya penguatan monopoli tanah yang dimotori oleh negara melalui KLHK. Sementara bila melihat SK KLHK kawasan hutan yang akan dijadikan KHDPK akan diberikan dalam bentuk Skema Hutan Desa, HKM, HTR, nantinya akan memudahkan penyelenggarakan Perhutanan Sosial di dalam KHDPK.

Salah satu contohnya adalah melibatkan pihak Pemerintah Desa untuk mendata luas kawasan hutan yang sudah digarap oleh petani/pesanggem.

Hal ini pula memicu pecah belah diantara rakyat sekaligus serta membuat kaum tani yang bertahun-tahun menggarap lahan harus rela menjadi buruh murah dalam KHDPK.

“Kalau mengacu Permen no.4 tahun 2023 pengelolaan PS di dalam KHDPK tidak memberikan keuntungan bagi petani. Sebab kaum tani tidak diberikan keleluasaan untuk mengolah tanah garapannya,” ujarnya.

“Sementara aturan PS di KHDPK tetap membagi presentasi tanaman 50:30:20. Proses bagi hasil ini sejatinya hanya menguntungkan pemerintah dan menghisap tenaga kaum tani begitu hebat,” sambungnya.

“Dan yang paling berbahaya dari KHDPK adalah cara pemerintah mendongkrak pendapatan negara di sektor kehutanan, Jokowi dengan tegas membagi peruntukan Perhutanan sosial yang akan dijalankan di KHDPK adalah 75% untuk Korporasi dan 25% untuk rakyat,” ulasnya.

“Artinya KHDPK akan diorientasikan untuk menampung investasi di kawasan hutan utamanya Perkebunan, Pertambangan, Pertanian yang akan di kelola oleh perusahaan asing maupun BUMN,” tandasnya. (*)
Penulis: Lilik Yuliantoro
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Dua Periode Jadi Gubernur, Ganjar Ungkap Berkah Mbah Munif Girikusumo

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan peran ulama kharismatik pengasuh PP Girikusumo, KH Ahmad Munif Zuhri atau akrab disapa Mbah Munif. Menurut Ganjar, Mbah Munif merupakan sosok yang memberikan keberkahan tersendiri hingga dirinya bisa menjadi gubernur 2 periode di Jawa Tengah.

Usai pertemuan di kediaman Mbah Munif, Ganjar mengatakan kedatangannya tak lain untuk silaturahmi dan berpamitan dengan Mbah Munif. Sebab, sejak kali pertama bertemu pada 2013, Mbah Munif senantiasa mendampinginya dan berdiskusi banyak hal.

“Setelah itu saya sering sowan, diskusi, setelah itu saya jadi gubernur sampai dua periode. Bahkan beliau menginisiasi pertemuan-pertemuan kebangsaan membahas banyak hal, ada halaqoh-halaqoh yang dibikin berkeliling,” katanya.

Bakal Capres PDIP ini mengatakan, tak hanya berpamitan karena telah purnatugas sebagai gubernur saja. Dalam kesempatan itu Ganjar juga meminta doa untuk melanjutkan ke tugas berikutnya.

“Nah saya tadi nyuwun pamit lah sama beliau, sekaligus nyuwun doa setelah tugas saya (Jawa Tengah) saya ingin melanjutkan tugas berikutnya,” ucapnya.

Sebelumnya, Ganjar tiba di komplek Ponpes Girikusumo sekitar pukul 12.30 WIB. Mbah Munif yang tak lain juga Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jateng telah menanti di depan pesantren. Ia langsung menyambut gubernur rambut putih dengan merangkul dan tak melepaskan genggaman tangannya.

“Mbah pripun kabare, sehat-sehat nggih,” ucap Ganjar.

Gubernur Jateng dua periode itu juga menyapa para santri yang berbaris rapi menyambutnya. Ketika masuk di kediaman, Ganjar langsung gembira lantaran kerinduannya terbayar.

“Wah niki mpun tak kangeni Mbah,” ucap Ganjar sambil menunjuk sambal terong.

Setelah santap siang bersama, keduanya berbincang cukup lama. Sesekali Mbah Munif tertawa saat mendengar ucapan politisi PDIP inj.

Pun sebaliknya. Di penghujung pertemuan, Mbah Munif tampak menyentuh lutut Ganjar yang duduk bersila sembari memimpin doa dengan khusyuk. Sesekali, dia tampak menyeka matanya dengan tisu dan surban yang disampirkan di pundaknya.

Sementara itu, Mbah Munif yang tampak masih menyeka mata saat menghantarkan Ganjar menuju mobil tak banyak berkomentar ketika ditanyai awak media soal pesannya untuk Ganjar.

Bahkan hanya memberikan teka-teki, “Ini pesan saya,” ucap Mbah Munif sembari merangkul lengan dan bahu Ganjar Pranowo. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Geruduk Polda Jateng, Ratusan Massa Tuntut Ungkap Kasus Kematian Iwan Boedi yang Misterius

Lingkar.co – Ratusan massa berkaos hitam bertuliskan “I Want Justice” menggeruduk Markas Polda Jawa Tengah untuk menuntut pengungkapan kasus kematian misterius Iwan Boedi yang mati misterius setahun yang lalu, Kamis (24/8/2023).

Iwan Boedi adalah pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang yang meninggal secara misterius atas dugaan keterlibatan dalam sebuah kasus pada 24 Agustus 2022 lalu.

Kematiannya yang tak wajar membuat keluarga dan para sahabatnya tidak terima.

Salah satu putra mendiang Iwan Boedi, Dionisius Andra mengucapkan terima kasih untuk dukungan dari para sahabat yang peduli pada pengungkapan kasus yang menimpa ayahnya.

“Kita harus sadar kalau kasus Iwan Boedi ini masih ada. Jadi tolong kawal terus kasus ini jangan sampai menjadi sehelai kertas yang berterbangan yang akhirnya hilang terhempas angin ke tempat tujuan,” ungkapnya dalam orasi.

Dalam orasinya, Andra juga mengapresiasi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan beberapa institusi serta organisasi yang mendukung pengungkapan kasus ayahnya.

“Untuk segala institusi yang terhormat terima kasih telah dengan ikhlas membantu kami,” ujar Andra.

Tak lupa pula ia sampaikan terima kasih kepada Kapolri, Kapolda Jateng, dan Kompolnas yang menurutnya terus membantu keluarganya dalam pengungkapan kasus ini.

“Terima kasih bapak Kapolri, Kapolda, Kompolnas dalam satu tahun perjuangan kasus di Marina yang begitu misteri,” tandasnya.

Andra meminta kepolisian yang menangani kasus Iwan Boedi tidak membiarkan berkas-berkas kasus tersimpan rapi di gudang.

Salah satu Pastur Gereja Katolik, Eduadus Didik Cahyono SJ menuturkan siapapun tidak menghendaki adanya perlakuan buruk kepada manusia apapun agamanya.

Ratusan massa aksi peduli keadilan bagi Iwan Boedi saat melakukan aksi di depan markas Polda Jateng. Foto: istimewa

“Sehingga molornya kasus terkesan adanya pembiaran penyelesaian kasus pembunuhan ini tentunya menjadi keprihatinan bersama,” ujar pria yang akrab disapa Romo Didik ini.

Dengan peringatan satu tahun ini, Romo Didik memohon pihak-pihak yang terkait bersedia untuk lebih serius lagi, lebih berusaha lagi untuk menuntaskan kasus ini.

“Kami tidak ingin hal ini menjadi preseden buruk bagaimana nyawa manusia tidak ada harganya, tidak dihormati di negara Indonesia yang mengaku sebagai negara atau yang mengaku sebagai banyak orang yang agamis,” tuturnya.

“Keluarga akan terus mencari keadilan, kami sekali lagi mengetuk hati nurani semua pihak untuk bersedia membantu keluarga menuntut keadilan untuk bisa memberikan kejelasan dan kedamaian pada anggota keluarga yang berpulang dengan cara yang membuat kita semua sedih,” tutupnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat