Atalia Praratya Sebarkan Foto Terduga Pelaku Penyekapan di Bandung, Minta Polisi Segera Bertindak

Inti berita

Lingkar.co - Kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus menyita perhatian…

Atalia Praratya Sebarkan Foto Terduga Pelaku Penyekapan di Bandung, Minta Polisi Segera Bertindak
Foto : Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Atalia Praratya/istimewa/lingkar.co

Lingkar.co - Kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus menyita perhatian publik. Di tengah upaya kepolisian memburu pelaku, foto pria yang diduga terlibat dalam kasus tersebut beredar luas di media sosial setelah dibagikan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Atalia Praratya.

Melalui unggahan di Instagram Story pribadinya, Atalia berharap penyebaran foto tersebut dapat membantu aparat kepolisian mempercepat pencarian dan penangkapan terduga pelaku yang hingga kini masih dalam pengejaran.

Foto pria yang disebut bernama Taufik Hidayat (TH) itu diketahui diperoleh Atalia dari seorang netizen. Pengirim informasi tersebut mengaku mengetahui wajah asli sosok yang diduga melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap korban selama bertahun-tahun.

Atalia kemudian mengajak masyarakat yang mengenali pria dalam foto tersebut untuk segera memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

"Ibu, muka aslinya kayak gini si penyekap dan penyiksa itu. Yang hapal tolong langsung hubungi Polda Jabar ya," bunyi unggahan di Instagram Story Atalia Praratya, dikutip Senin (22/6/2026).

Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap proses penyelidikan yang masih berlangsung. Atalia berharap keterlibatan masyarakat dapat membantu mengungkap keberadaan terduga pelaku sehingga kasus tersebut segera memperoleh kepastian hukum.


Sementara itu, korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Perempuan berusia 29 tahun tersebut diduga mengalami penyekapan dan kekerasan fisik selama kurang lebih tiga tahun di sebuah kamar kos di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Kasus ini dilaporkan secara resmi oleh keluarga korban ke Polda Jawa Barat pada 12/6/2026. Berdasarkan laporan yang diterima, korban diduga mengalami tindak kekerasan berkepanjangan yang berdampak serius terhadap kondisi kesehatannya.

Korban dilaporkan kehilangan fungsi penglihatan, mengalami kerusakan berat pada bagian bibir hingga kesulitan berbicara, serta tidak mampu berjalan. Tim medis masih terus memberikan penanganan karena kondisi korban belum sepenuhnya stabil.

Atalia mengaku sangat prihatin setelah mengetahui kondisi korban yang diduga mengalami penderitaan selama bertahun-tahun tanpa mendapat pertolongan.

"Tiga tahun. Bukan tiga hari. Bukan tiga minggu. Bukan tiga bulan. Tiga tahun seorang perempuan diduga hidup dalam penyekapan dan penderitaan," tulisnya.

Ia juga mengungkap informasi yang diterimanya terkait kondisi fisik korban saat berhasil dievakuasi.

"Kepala penuh luka dan nanah, wajah hancur, bibir hilang, mata buta, sekujur tubuh penuh sundutan rokok, kaki dibacok. Yang membuat miris, kemana kita semua selama tiga tahun itu?" tegasnya.


Menurut Atalia, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. Ia menilai kepedulian sederhana dapat menjadi langkah awal untuk menyelamatkan seseorang yang tengah berada dalam situasi berbahaya.

"Orang-orang yang mungkin melihat sesuatu yang janggal, apakah benar tidak ada satu pun tanda yang terlihat? Kasus ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial bukan sekadar menyapa tetangga atau bertegur sapa. Terkadang, satu pertanyaan sederhana, satu bentuk perhatian kecil, bisa menjadi jalan penyelamat bagi seseorang yang sedang berada dalam situasi berbahaya," ujarnya.

Atalia juga menyampaikan dukungan moral kepada korban dan keluarganya yang tengah menghadapi masa sulit.

"Teteh.. hati dan pikiran saya sepenuhnya bersama teteh dan keluarga," tambahnya.

Menutup unggahannya, Atalia kembali mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui keberadaan pria yang diduga menjadi pelaku.

"Terduga pelaku belum ditemukan. Jika Anda melihat, mengenali, atau mengetahui keberadaannya, segera laporkan dan hubungi pihak berwajib melalui saluran resmi @humaspoldajabar atau kepolisian setempat. Cari dan Hukum pelaku seberat beratnya!" pungkasnya.

Di sisi lain, Polda Jawa Barat memastikan penyelidikan terus berjalan. Laporan keluarga korban telah diterima dengan nomor LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT. Saat ini penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku guna mengungkap kasus tersebut secara tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu