Daftar Pemilih Sementara Turun, KPU Kota Semarang: Karena Ada Koreksi Data Ganda dan Meninggal

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, usai rapat rekapitulasi DPS hasil perbaikan, Jumat (12/5/2023). FOTO: Alan Henry
Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, usai rapat rekapitulasi DPS hasil perbaikan, Jumat (12/5/2023). FOTO: Alan Henry
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co – Daftar Pemilih Sementara (DPS) Kota Semarang, Jawa Tengah, turun dari sebelumnya 1.244.966 menjadi 1.241.930 pemilih.

Penurunan DPS terungkap usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, menggelar rapat rekapitulasi DPS hasil perbaikan, Jumat (12/5/2023).

"Sudah diputuskan ada 1.241.930 dari sebelumnya 1.244.966,” kata Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, di Hotel Mahima.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ia menyebut, jumlah pemilih mengalami penurunan, karena ada koreksi data ganda maupun orang yang telah meninggal dunia.

“Ini (DPS) turun karena ada koreksi data yang ganda antar kecamatan atau  ganda antar kabupaten maupun provinsi. Ada pula yang meninggal dunia," jelas Henry.

Menurutnya, penurunan terjadi karena jumlah daftar pemilih setiap rapat pleno bisa membesar, tapi akan menurun setelah dilakukan validasi ulang.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Penurunan ini karena ada maupun ganda, karena di setiap rapat pleno soal daftar pemilih akan besar, lama kelamaan akan menurun, karena harus memvalidasi," jelasnya.

Henry mengatakan, rapat rekapitulasi DPS hasil perbaikan, merupakan tahapan lanjutan dari rapat pleno tingkat kecamatan dan kelurahan.

"Ini merupakan tahapan kelanjutan dari lapat pleno tingkat kelurahan tanggal 7-8 Mei, kecamatan 9-10 Mei, untuk KPU tanggal 11-12," jelasnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Pada tahapan ini, kata Henry, pihaknya juga menerima masukan dari masyarakat terkait pemilih meninggal maupun pemilih 17 tahun.

"Tidak hanya dari Bawaslu, peran masyarakat, kita juga banyak menerima masukan soal pemilih meninggal dunia dan berusia 17 tahun,” jelasnya.

“Tujuannnya bagaimana itu semua pihak terlibat untuk memberikan masukan, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan," lanjut Nanda, sapaan akrabnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ia pun menegaskan, pihaknya tidak semena-mena mencoret pemilih, karena pencoretan dilakukan harus dengan bukti yang konkret.

"Kami akan menjaga hak pilih, kita akan melakukan pencoretan berdasarkan data kematian, yang secara administrasi telah dinyatakan meninggal,” ucpanya.

“Jika tidak ada bukti yang kuat, kita tidak berani melakukan pencoretan," pungkasnya.***

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Penulis: Alan Henry

Editor: M. Rain Daling

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu