Kebijakan pemerintah menetapkan harga khusus bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp15.000 per liter bagi kapal nelayan dan pelaku usaha perikanan berukuran 30 hingga 120 Gross Tonnage (GT) disambut positif berbagai kalangan. Langkah tersebut dinilai menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah dalam meringankan beban masyarakat, khususnya nelayan.
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Tengah III, Danang Wicaksana Sulistya, mengatakan penetapan harga khusus BBM merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat pesisir yang selama ini mengeluhkan tingginya biaya operasional melaut.
"Alhamdulillah, kebijakan BBM Khusus Nelayan yang berukuran 30 sampai 120 Gross Tonnage (GT) ini sesuai dengan aspirasi yang disampaikan konstituen kami di Jawa Tengah, khususnya nelayan Juwana, Kabupaten Pati," ujar Danang, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, selama ini nelayan dan pelaku usaha perikanan harus membeli BBM non-subsidi dengan harga sekitar Rp25.000 per liter. Kondisi tersebut membuat biaya operasional kapal meningkat dan berdampak pada daya saing sektor perikanan.
Dengan diberlakukannya harga khusus Rp15.000 per liter, beban biaya operasional diharapkan berkurang sehingga nelayan dapat melaut dengan lebih tenang dan produktivitas penangkapan ikan meningkat.
Danang juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Fraksi Gerindra DPR RI yang turut mengawal aspirasi tersebut hingga mendapat respons dari pemerintah. Ia juga menyinggung peran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang sebelumnya menerima audiensi masyarakat nelayan untuk mendengarkan langsung berbagai aspirasi mereka.
"Kebijakan ini menunjukkan pemerintah hadir dan mendengar kebutuhan masyarakat. Harapannya, nelayan dapat lebih sejahtera dan sektor perikanan nasional semakin kuat," katanya.
Meski demikian, Danang berharap pelaksanaan kebijakan tersebut diawasi dengan baik agar penyaluran BBM harga khusus tepat sasaran dan benar-benar dinikmati oleh nelayan serta pelaku usaha perikanan yang berhak.
"Semoga realisasi kebijakan ini memberikan kepastian usaha, meningkatkan produktivitas penangkapan ikan, serta memperkuat perekonomian masyarakat pesisir," pungkasnya.