Lingkar.co - Saham-saham perbankan pelat merah atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) kompak menguat pada perdagangan hari ini dan menjadi pendorong utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak lebih dari 4 persen.
Reli saham bank BUMN ini terjadi setelah pertemuan sejumlah direktur utama bank pelat merah dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama para pemangku kepentingan sektor keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menjelang penutupan sesi pertama, penguatan paling mencolok terjadi pada saham Bank Tabungan Negara (BBTN) yang naik 8,57 persen ke level Rp1.150 per saham. Disusul Bank Negara Indonesia (BBNI) yang menguat 5,98 persen ke Rp3.190, Bank Mandiri (BMRI) naik 5,12 persen ke Rp5.900, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 4,63 persen ke Rp2.710, serta Bank Syariah Indonesia (BRIS) yang menguat 5,57 persen ke Rp1.705 per saham.
Penguatan serentak tersebut kerap dikaitkan dengan sentimen pasar pasca pertemuan antara Dasco, jajaran Himbara, Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas), serta sejumlah pemangku kepentingan di sektor keuangan. Dalam forum itu, pemerintah dan DPR membahas kondisi pasar saham yang sempat tertekan dalam beberapa waktu terakhir.
"Pagi ini kita koordinasi, terutama kita akan berdiskusi banyak soal market, terutama saham-saham BUMN," ujar Dasco sebelum rapat tertutup dimulai.
Ia menegaskan bahwa saham perbankan BUMN memiliki fundamental yang kuat, meski sebelumnya sempat tertekan oleh sentimen global.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Ketua Himbara yang juga Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setiawan, Ketua Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta COO Danantara Indonesia Dony Oskaria.
Di sisi lain, penguatan saham Himbara juga didukung ekspektasi pasar terhadap rencana aksi buyback (pembelian kembali saham) serta penilaian bahwa tekanan sebelumnya lebih banyak dipicu faktor eksternal global.
Saham-saham utama Himbara—BBRI, BMRI, dan BBNI—dinilai memiliki prospek positif berkat fundamental bisnis yang solid di masing-masing segmen.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dinilai kuat di segmen kredit mikro yang konsisten menjadi penopang utama laba perseroan.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat kinerja solid pada segmen wholesale dan kredit korporasi, seiring pemulihan aktivitas ekonomi nasional.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) fokus pada ekspansi kredit korporasi blue-chip serta transformasi digital untuk menekan biaya dana (cost of fund).
Meski rupiah masih bergerak di kisaran Rp18.160 per dolar AS, pelemahannya yang mulai terbatas turut meredakan kekhawatiran investor dan memberikan tambahan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik.