DPC PDI Perjuangan Kota Semarang mulai memanaskan mesin politik menjelang Pemilu 2029 dengan membentuk kepengurusan ranting di sejumlah kecamatan. Hingga akhir Juli 2026, Musyawarah Ranting (Musran) telah menghasilkan kepengurusan baru di Kecamatan Ngaliyan, Tugu, Mijen, dan Semarang Barat.
Partai berlambang banteng itu menargetkan seluruh kepengurusan ranting di 16 kecamatan Kota Semarang rampung paling lambat Agustus 2026 sebagai bagian dari konsolidasi organisasi menuju pesta demokrasi lima tahunan.
Konsolidasi Internal Jadi Prioritas
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Endro Dwi Cahyono, mengatakan kepengurusan ranting yang terbentuk merupakan kolaborasi antara kader lama dan kader baru. Menurutnya, komposisi tersebut menunjukkan soliditas partai hingga tingkat akar rumput.
"Anggotanya kolaborasi antara pengurus lama dan baru. Ini menunjukkan soliditas di tingkat bawah meskipun ada kepengurusan baru," kata Endro usai melantik pengurus ranting Kecamatan Semarang Barat di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Minggu (26/7/2026).
Ia menjelaskan, sebanyak **617 pengurus ranting hingga anak ranting** telah dilantik di Kecamatan Semarang Barat, termasuk sebelumnya di Kecamatan Tugu dan Ngaliyan.
Endro menegaskan pembentukan struktur organisasi sejak sekarang merupakan bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
"Tahun ini kita *step by step*, fokus ke konsolidasi, membangun jaringan baru, dan fokusnya tentu menata internal dulu," ujarnya.
Bidik Tambahan Kursi DPRD pada 2029
Meski masih beberapa tahun lagi, DPC PDI Perjuangan Kota Semarang telah menetapkan target politik untuk Pemilu 2029. Setelah meraih 14 kursi DPRD Kota Semarang pada Pemilu 2024, partai menargetkan perolehan kursi yang lebih banyak.
"Targetnya sebanyak mungkin. Makanya kita siapkan mesin sampai anak ranting agar bisa menambah kursi," tegas Endro.
Libatkan Generasi Z dan Milenial
Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Semarang Barat, Femega Dian, mengatakan kepengurusan ranting dan anak ranting yang baru dilantik juga diisi kader dari berbagai generasi, mulai senior hingga kalangan milenial, Generasi Z, serta perempuan.
Menurutnya, langkah tersebut disesuaikan dengan komposisi pemilih pada Pemilu mendatang yang didominasi generasi muda.
"Karena pemilih terbanyak ada di Generasi Z yakni 26 persen, dan milenial 24 persen. Sisanya adalah generasi sebelumnya, maka dari itu kita juga tidak melupakan para senior," ujarnya.
Setelah struktur organisasi terbentuk hingga tingkat bawah, pihaknya akan fokus melakukan konsolidasi internal sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
"Kita optimistis Semarang, terutama Semarang Barat, akan tetap menjadi kandang banteng," pungkas Dian. ***