DPR Kawal Mitigasi Dampak Kenaikan Pertamax terhadap Daya Beli Masyarakat

Inti berita

Lingkar.co - Komisi XI DPR RI menyatakan akan mengawal langkah mitigasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax terhadap daya…

DPR Kawal Mitigasi Dampak Kenaikan Pertamax terhadap Daya Beli Masyarakat
Foto : Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun/istimewa/lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Komisi XI DPR RI menyatakan akan mengawal langkah mitigasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax terhadap daya beli masyarakat, menyusul penyesuaian harga yang berlaku mulai 10 Juni 2026.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, kenaikan harga BBM kerap menimbulkan kekhawatiran di masyarakat sehingga perlu dipahami dalam konteks yang lebih luas, termasuk kondisi ekonomi global yang masih berpengaruh terhadap sektor energi dan perekonomian nasional.

“Sebagai wakil rakyat, saya memahami bahwa kenaikan harga BBM selalu menimbulkan beban bagi masyarakat. Karena itu, kebijakan ini harus dipahami bukan hanya dari sisi harga, tetapi juga dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang,” kata Misbakhun, Kamis (11/6/2026).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ia menjelaskan, penyesuaian harga Pertamax dipengaruhi sejumlah faktor eksternal seperti kenaikan harga minyak dunia, tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta meningkatnya biaya penyediaan energi.

Untuk meredam dampak terhadap masyarakat, Komisi XI DPR RI berkoordinasi dengan pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta pemangku kepentingan lainnya guna memastikan kebijakan pengendalian inflasi dan perlindungan daya beli berjalan efektif.

“DPR tidak hanya melihat sisi fiskalnya, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat. Karena itu kami mendorong agar langkah penyesuaian ini diikuti kebijakan mitigasi yang terukur untuk menjaga daya beli dan mengendalikan inflasi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ia menambahkan, sejumlah opsi stimulus dan insentif ekonomi saat ini tengah dibahas untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempertahankan pertumbuhan.

Misbakhun juga menilai kebijakan stabilisasi ekonomi yang ditempuh otoritas terkait mulai menunjukkan hasil positif, salah satunya melalui kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

Menurut dia, sejumlah indikator pasar mulai menunjukkan perbaikan, terlihat dari penguatan nilai tukar rupiah serta kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Namun kita belum bisa menyimpulkan situasi sepenuhnya pulih. Akan tetapi, beberapa indikator mulai menunjukkan bahwa langkah stabilisasi yang dilakukan pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan berada pada jalur yang tepat,” kata Misbakhun.

Sebelumnya, harga Pertamax naik sebesar Rp3.950 per liter atau sekitar 32,1 persen dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026.

Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan sebesar Rp4.100 per liter atau sekitar 31,8 persen, dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi lainnya tidak berubah. Pertamax Turbo tercatat Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, Pertamina Dex Rp24.800 per liter, dan Pertalite bersubsidi tetap Rp10.000 per liter.

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu