Lingkar.co - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) di satuan pendidikan telah memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran dan motivasi belajar siswa.
"Sudah ada penelitian yang menunjukkan dampak IFP terhadap kualitas pembelajaran dan juga terhadap motivasi belajar," kata Abdul Mu’ti usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 Kemendikdasmen telah mendistribusikan 288.865 unit IFP ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, dan perangkat tersebut kini mulai dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.
"Tahun 2025 kami distribusikan untuk 288.865 IFP ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Sekarang sudah digunakan," ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan setiap sekolah memiliki sedikitnya enam ruang kelas yang dilengkapi panel interaktif dalam tiga tahun ke depan. Target tersebut disampaikan dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Presiden juga menyampaikan rencana penambahan sekitar satu juta panel pintar pada 2026 sebagai bagian dari percepatan digitalisasi pendidikan.
Menurut Presiden, pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan pemantauan kualitas pembelajaran secara lebih luas, termasuk interaksi antara guru dan siswa di berbagai daerah.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan digitalisasi pendidikan yang diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, yang mencakup percepatan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta penguatan pembelajaran berbasis teknologi.
Dalam implementasinya, IFP digunakan untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif melalui media visual, simulasi, dan materi digital agar proses belajar menjadi lebih efektif dan menarik.