Hasto Soroti Gagasan Bung Karno tentang Kesehatan Anak dan Kedaulatan Pangan

Inti berita

Lingkar.co - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengupas sisi humanis sekaligus visioner dari Presiden Pertama RI Soekarno (Bung…

Hasto kupas filosofi Konferensi Dokter Anak gagasan Bung Karno
Foto : Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto sekaligus Dosen Tetap Universitas Bung Karno (UBK)/istimewa/lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengulas pemikiran humanis sekaligus visioner Soekarno atau Bung Karno terkait pembangunan generasi masa depan melalui kesehatan anak dan kedaulatan pangan nasional.

Pandangan tersebut disampaikan Hasto saat memberikan kuliah umum bertajuk *Pemikiran Geopolitik Bung Karno* dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-27 Universitas Bung Karno di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Hasto, Bung Karno telah menempatkan kesehatan generasi muda sebagai bagian penting dari visi pembangunan bangsa. Salah satu wujudnya adalah gagasan penyelenggaraan Konferensi Dokter Anak Asia-Afrika yang berfokus pada upaya menciptakan generasi sehat dan berkualitas.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Kita berpikir tentang masa depan itu dari anak-anak kita. Bung Karno sudah memikirkan bagaimana anak-anak Indonesia itu sehat jasmani dan rohani," kata Hasto.

Dosen tetap Universitas Bung Karno itu menjelaskan, konferensi tersebut dirancang sebagai forum internasional yang membahas pendekatan ilmiah untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di kawasan Asia dan Afrika.

Menurutnya, Bung Karno memahami bahwa kecerdasan generasi muda tidak dapat dipisahkan dari kualitas gizi yang diperoleh sejak usia dini.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Menindaklanjuti Konferensi Dokter Anak Asia-Afrika agar anak-anak Indonesia cerdas, maka harus ditopang dengan makanan yang bergizi," ujar politisi asal Yogyakarta tersebut.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Bung Karno kemudian menggagas penyusunan buku *Mustika Rasa*, yang memuat beragam resep dan bahan pangan Nusantara.

Hasto menilai buku tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan resep masakan, melainkan juga menjadi dokumen penting yang mencerminkan strategi kedaulatan pangan Indonesia. Buku itu mendokumentasikan kekayaan kuliner dari berbagai daerah dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang bernilai gizi tinggi.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Maka kemudian dalam kepemimpinan beliau, ada buku Mustika Rasa. Ini memuat suatu rahasia bagaimana Indonesia dengan kekayaan kuliner yang luar biasa, dengan bumbu-bumbuan yang bercita rasa surga," kata Hasto.

Ia menjelaskan, buku tersebut memuat berbagai bahan pangan lokal seperti jagung, petai, cabai, kacang-kacangan, tempe, hingga tahu yang dapat diolah menjadi makanan bergizi bagi masyarakat.

Menurut Hasto, seluruh resep yang tercantum dalam buku itu menunjukkan upaya Bung Karno untuk mendorong pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui sumber daya pangan dalam negeri.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Melalui gagasan Konferensi Dokter Anak Asia-Afrika dan penyusunan buku *Mustika Rasa*, Bung Karno disebut ingin menanamkan pentingnya menjaga kemandirian pangan sebagai bagian dari kedaulatan bangsa.

Hasto menegaskan bahwa Bung Karno menolak ketergantungan terhadap pangan impor karena dinilai berpotensi memengaruhi kemandirian politik suatu negara.

"Di sini Bung Karno mengatakan, dari lidah dan perut rakyat Indonesia tidak boleh terjajah oleh makanan impor," tegas Hasto mengutip pesan Bung Karno.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Kuliah umum tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Puti Guntur Soekarno, Romy Soekarno, Once Mekel, Sofyan Tan, serta jajaran Yayasan Pendidikan Soekarno dan civitas akademika Universitas Bung Karno.

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu