Purbaya Belum Hitung Dampak Subsidi Akibat Perpindahan Konsumen ke Pertalite

Inti berita

Lingkar.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum melakukan perhitungan terkait potensi tambahan anggaran subsidi akibat pergeseran konsumsi…

Purbaya Belum Hitung Dampak Subsidi Akibat Perpindahan Konsumen ke Pertalite
Foto : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa/istimewa/lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum melakukan perhitungan terkait potensi tambahan anggaran subsidi akibat pergeseran konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamax ke Pertalite setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Purbaya menyebut pergeseran konsumsi memang berpotensi terjadi, namun tidak seluruh pengguna Pertamax akan beralih ke BBM bersubsidi.

“Kami nggak hitung (potensi tambahan anggaran subsidi). Tapi begini, pasti ada beberapa persen yang pindah, cuma kan harusnya nggak semuanya pindah. Kenapa? Karena yang beli Pertamax tahu mobilnya cocok untuk Pertamax,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ia menambahkan, proyeksi besaran perpindahan konsumsi akan menjadi ranah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Purbaya juga menegaskan belum ada rencana untuk menghitung lebih lanjut dampak fiskal dari potensi pergeseran tersebut terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara itu, Kementerian ESDM menyebut dampak perpindahan konsumsi BBM belum bersifat signifikan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Alhamdulillah tidak terlalu besar shifting-nya,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, sejauh ini pergeseran yang terlihat lebih banyak terjadi dari Pertamax Turbo ke Pertamax, bukan dari Pertamax ke Pertalite.

Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penggunaan kode batang (QR code) untuk pembelian Pertalite serta peningkatan pengawasan distribusi BBM bersubsidi oleh Pertamina.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dwi Anggia menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun, sebagai bagian dari kebijakan perlindungan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sebelumnya, harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter mulai 10 Juni 2026.

Adapun harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu