ADVERTISEMENT
Iklan Header 1200x120

Gelombang Laut Gerus Pantai Rembang, Penanganan Tunggu Cuaca Normal

IMG-20240924-WA0006-370x193-1
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Sri Jarwanti. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Gelombang laut dengan intensitas tinggi terus mengikis garis pantai di sejumlah wilayah Kabupaten Rembang. Pemerintah daerah berencana memulai penanganan abrasi pada pertengahan 2025.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Sri Jarwanti, menyatakan bahwa usulan penanganan abrasi telah mendapat kepastian dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sebagai instansi berwenang. Proyek ini direncanakan berlangsung pada Juni hingga Juli 2025.

"Penanganan abrasi ini menunggu cuaca ekstrem dan gelombang laut normal. Jadi, pertengahan tahun, sekitar bulan Juni atau Juli, rencananya akan mulai dikerjakan," ujar Sri Jarwanti, Senin (3/2/2025).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ada empat titik abrasi yang akan ditangani, meliputi di pantai Caruban, di desa Belimbing Kecamatan Sluke, di Pandangan Kulon Kecamatan Kragan dan di pantai turut Desa Tanjungsari dan Keluarahan Pacar Kecamatan Rembang. Untuk bentuk  penanganannya, disesuaikan dengan tingkat abrasi.

"Kami sudah koordinasi dengan BBWS, untuk pantai caruban itu yang parah diusulkan 270 meter, bangunannya berupa break water. Kemudian untuk SLuke usulannya 250 meter, itu berupa batu dan di Tanjungsari- Pacar dengan panjang 320 meter itu betu juga," jelasnya.

Sementara itu, untuk Desa Pandangan Kulon, bentuk penanganan abrasi masih belum ditentukan. Hal ini dikarenakan saat BBWS Pemali Juana meninjau lokasi, kondisi cuaca sedang tidak bersahabat dan akan ditinjau ulang.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Pemerintah berharap upaya ini dapat mengurangi dampak kerusakan pantai dan melindungi permukiman warga di kawasan pesisir Kabupaten Rembang. (*)

Penulis: Miftah

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu