Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan dimulainya pembangunan peternakan sapi perah terpadu dengan nilai investasi Rp1,2 triliun di Kabupaten Brebes. Proyek ini digarap PT Global Dairy Bersama (GDB) dan ditargetkan menjadi mega farm sapi perah terbesar di Indonesia.
Peresmian dilakukan di lokasi proyek, Senin (20/07/2026). Dalam kesempatan itu Gubernur menegaskan dukungan penuh Pemprov Jateng terhadap investasi yang menyasar swasembada pangan.
Kapasitas 30 Ribu Ekor dan Produksi 180 Ribu Ton Susu
Perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, menyampaikan proyek ini dirancang sebagai peternakan terintegrasi berbasis teknologi modern dan berkelanjutan di atas lahan 710 hektare.
"Ini bukan sekadar peternakan, tapi ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir," jelasnya.
Mega farm tersebut ditargetkan memiliki kapasitas lebih dari 30.000 ekor sapi dan memproduksi 180 ribu ton susu per tahun. Dengan skala ini, kontribusi terhadap produksi susu nasional diproyeksikan mencapai 18%. Untuk Jawa Tengah, produksi susu bahkan diprediksi naik dua kali lipat.
Selain kandang, akan dibangun fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, hingga kawasan perkebunan jagung untuk mendukung kebutuhan pakan.
Gunakan Sistem Close Loop dan Libatkan Ribuan Petani
Proyek ini mengusung konsep _close loop system_. Limbah ternak akan diolah menjadi biogas sebagai sumber energi, residunya dipakai pupuk, dan air dikelola dengan sistem daur ulang.
Dari sisi sosial ekonomi, proyek akan melibatkan sekitar 5.000 petani untuk penyediaan pakan di lahan 2.000 hektare, serta menggandeng sekitar 8.000 peternak dalam pengembangan sapi.
"Ini bukan hanya proyek industri, tetapi juga pemberdayaan masyarakat," tegas Ihsan.
Target Operasional Akhir 2027
Persiapan lahan berupa cut and fill dijadwalkan mulai Juni 2026. PT GDB menargetkan pembangunan selesai dan mulai operasional pada akhir 2027, dengan _first milking_ atau pemerahan pertama direncanakan Desember 2027.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyambut baik investasi tersebut.
"Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini bukan hanya skala kabupaten, tetapi nasional. Ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Brebes," ujarnya.
Ia berharap kehadiran mega farm mampu membuka lapangan kerja, menaikkan pendapatan warga, dan memperkuat sektor peternakan sebagai bagian ketahanan pangan.
Dukung Swasembada Pangan
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan Jateng saat ini menjadi salah satu tujuan utama investasi nasional maupun internasional. Hal itu didukung stabilitas keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, dan tenaga kerja kompetitif.
"RPJMD Jateng 2026 fokus pada swasembada pangan. Maka investasi seperti ini sangat strategis dan akan kami dukung penuh," tegasnya.
Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian Agung Suganda juga menyebut investasi ini bagian dari strategi pemerintah mendorong swasembada susu. Dengan kebutuhan susu nasional diperkirakan mencapai 8,5 juta ton pada 2029, mega farm di Brebes diharapkan menjawab kesenjangan produksi dalam negeri.