Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Sabtu (27/9/2026) malam. Rekaman CCTV memperlihatkan lontaran lava pijar dari kawah disusul kepulan abu letusan setelah terakhir kali terdapat letusan pada 30 Juli 2026.
Petugas memperkirakan kolam abu letusan mencapai ketinggian sekitar 2.000 meter. Tak lama setelah erupsi, hujan Abu Vulkanik dilaporkan turun di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Agam, hujan abu terjadi di Sungai Pua, Lasi, Canduang, Butik Batabua, dan Ampe Angkeng. Hujan Abu juga mengguyur Kota Bukittinggi.
"Dari CCTV Pusdalapor Sumbar terlihat sekitar 2.000 meter. Untuk terakhir erupsi yaitu tanggal 30 Juli, terjadi satu kali erupsi dan erupsi tersebut tertutup kabut dari pos pengamatan Gunung Api Marapi," ujar Petugas Pos PGA Marapi Buktitinggi, Bilal Allergra Munbaits.

Gunung Marapi saat ini masih berstatus level 2 atau waspada. Selain mengimbau masyarakat hindari radius 3 km, warga yang bermukim di sekitar aliran sungai dari Gunung Marapi juga diminta mewaspadai potensi lahar terutama di masa turun hujan.
Terekam CCTV
Terdapat suara dentuman yang sangat keras yang terekam dalam CCTV, tak lama setelah dentuman hujan abu deras mengguyur pemukiman warga selama kurang lebih satu jam. Visual di lapangan memperlihatkan jalanan protokoler hingga kendaraan yang melintas diselimuti lapisan abu tebal layaknya hamparan pasir halus.
"Jalanan berkabut dan tertutup abu, jelas sekali seperti tumpukan pasir tipis membuat sesak bernapas," tutur Pakiah Farid (38), salah seorang warga Bukittinggi, mengutip Antara, Minggu 27 September 2026.
"Waktu & Kalender sensasi pekatnya hujan abu juga dirasakan langsung oleh anggota CORE Orari Lokal Bukittinggi-Agam, Romi. Hanya sebentar berdiri di luar, abunya sudah setebal ini," ungkapnya menggambarkan kondisi di lapangan.
Data teknis PGA Marapi mencatat letusan ini memiliki amplitudo maksimum 30 milimeter dengan durasi gempa erupsi berlangsung selama 1 menit 19 detik. Hingga saat ini, status Gunung Marapi masih tertahan di Level II (Waspada).
Petugas PGA Marapi Bukittinggi, Bilal Alegro, memperingatkan masyarakat, pendaki, dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek.
"Masyarakat yang bermukim di sepanjang lembah dan aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi juga kami minta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar dingin, terlebih saat hujan turun," tegas Bilal.
Warga dihimbau agar tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari paparan ISPA akibat debu vulkanik yang masih menyelimuti kawasan Bukittinggi dan Agam.