Fenomena astronomi menakjubkan yang dinamakan Harvest Moon akan menyapa pencinta fenomena langit pada Sabtu (26/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan kehadiran Harvest Moon yang dapat disaksikan dari berbagai daerah di Indonesia.
Apa Itu Harvest Moon?
Dilansir akun Instagram @infobmkg, Harvest Moon adalah sebutan untuk fenomena Bulan purnama yang terjadi paling dekat dengan Hari Ekuinoks musim gugur di belahan bumi utara.

Pada tahun 2026, Bulan purnama spesial tersebut jatuh tepat pada tanggal 26 September 2026. Ekuinoks merupakan fenomena astronomi ketika posisi Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa (ekuator) Bumi.
Dampak dari posisi ini menyebabkan durasi waktu siang dan malam di hampir seluruh penjuru Bumi menjadi sama panjang, yaitu sekitar 12 jam.
Asal-usul Nama Harvest Moon
BMKG menjelaskan, penamaan Harvest Moon atau Bulan Panen berakar dari tradisi masyarakat tradisional di belahan Bumi utara.
Sebelum ditemukannya listrik dan penerangan modern, para petani di Eropa dan Amerika Utara sangat bergantung pada cahaya Bulan purnama untuk memanen hasil pertanian mereka.
Sinar terang yang dipancarkan Bulan purnama di periode ini dianggap sangat membantu aktivitas bekerja di ladang meskipun Matahari telah terbenam. Istilah Harvest Moon murni merupakan sebutan budaya dan tradisional, sehingga bukan berarti wujud Bulan mengalami perubahan warna ataupun ukuran fisiknya.
Apakah Harvest Moon Sama dengan Supermoon?
BMKG menjelaskan Harvest Moon tidak selalu sama dengan Supermoon karena keduanya ditentukan berdasarkan parameter astronomi yang berbeda. Harvest Moon ditentukan murni berdasarkan kedekatan waktu terjadinya Bulan purnama dengan ekuinoks September.
Sementara istilah Supermoon mengacu pada kondisi ketika posisi Bulan berada relatif sangat dekat dengan Bumi (perigee), yang membuat penampakannya terlihat sedikit lebih besar dan terang daripada biasanya.
Waktu Pengamatan Harvest Moon Malam Ini
Bagi masyarakat yang ingin mengamati Harvest Moon malam ini, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Bulan diprakirakan mulai terbit pada pukul 17.29 WIB. Posisi tertinggi Bulan di panggung langit malam akan dicapai pada pukul 23.39 WIB.
Waktu paling ideal untuk mengamati fenomena ini dimulai pukul 20.00 WIB. Pada jam tersebut, Bulan sudah berada cukup tinggi sehingga dapat dinikmati secara langsung dengan mata telanjang tanpa alat bantu.
BMKG menyarankan untuk memilih lokasi pengamatan yang memiliki pandangan langit luas serta minim dari polusi cahaya buatan.