Harkitnas 2024, Gus Hanies: Momentum Kebangkitan Kedua

Upacara peringatan Harkitnas 2024 di Lapangan Kantor Bupati Rembang, Senin (20/5/2024). Foto: Humas for Lingkar.co
Upacara peringatan Harkitnas 2024 di Lapangan Kantor Bupati Rembang, Senin (20/5/2024). Foto: Humas for Lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2024 menjadi momentum kebangkitan kedua melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro’ saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi saat menjadi pembina upacara peringatan Harkitnas 2024 di Lapangan Kantor Bupati Rembang, Senin (20/5/2024).

Gus Hanies, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa tantangan dan peluang yang dihadapi saat ini sangat berbeda dengan masa perjuangan para pendiri bangsa lebih dari seabad lalu. Kemajuan teknologi sebagai tanda masuknya era baru yang harus dihadapi dengan kesiapan dan kebijaksanaan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Kemajuan teknologi, kata Gus Hanies, telah menghampiri kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban hari ini. Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner.

“Banyak kesulitan yang berhasil disolusikan oleh teknologi. Adagium di zaman ini jelas, dia yang menguasai teknologi, dia pula yang akan menguasai peradaban. Di titik ini, gambarannya makin jelas, penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi kita untuk menyongsong 'Indonesia Emas',” terangnya.

Lebih lanjut Gus Hanies mengungkapkan, inovasi teknologi digital bertumbuh setiap hari. Dalam dua dekade terakhir, perubahannya demikian pesat. Seperti teknologi digital telah melesat jauh melampaui bayangan banyak orang.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sementara itu, bonus demografi dimana 60% penduduk Indonesia berada usia produktif yang siap mengembangkan inovasi-inovasi baru, bagi kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi.

Bonus demografi yang dimiliki Indonesia, kata dia,  haruslah dikelola dengan kebijaksanaan. Salah satu yang berpeluang menjadi penopangnya adalah adopsi teknologi digital.

“Dalam aspek bisnis, sosial, dan ekonomi, transformasi digital dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis," ujarnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ia menambahkan, potensi-potensi itu dapat mendukung percepatan transformasi digital, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk keluar dari middle-income trap. Untuk itu, perekonomian Indonesia harus tumbuh di kisaran 6 hingga 7% untuk dapat mencapai target negara berpendapatan tinggi atau negara maju pada tahun 2045. (*)

Penulis: Miftahus Salam

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu