Kontingen Kabupaten Jepara berhasil masuk lima besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026. Jepara menempati peringkat kelima dengan koleksi 25 medali emas, 16 perak, dan 8 perunggu.
Jepara berada di bawah Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, dan Kabupaten Banyumas dalam klasemen perolehan medali.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Ratib Zaini, menilai pencapaian tersebut menjadi pijakan penting bagi pembinaan olahraga pelajar di Jepara.
“Capaian Jepara pada POPDA tingkat Jawa Tengah 2026 ini kami maknai sebagai tonggak awal pembinaan olahraga Kabupaten Jepara yang sesungguhnya. Tantangan ke depan akan lebih berat,” ujar Ratib, kemarin.
Menurut Ratib, prestasi tersebut tidak lepas dari kerja bersama berbagai unsur, mulai dari pemerintah, sekolah, organisasi cabang olahraga, pelatih, hingga para atlet.
Ia berharap kolaborasi yang selama ini terbangun dapat terus diperkuat agar prestasi olahraga Jepara semakin meningkat pada ajang berikutnya.
“Keberhasilan ini adalah hasil semua pihak. Ini menjadi modal besar untuk prestasi olahraga Jepara ke depan. Harapan kami, sinergitas yang telah dibangun selama ini terus dipertahankan bahkan ditingkatkan menuju prestasi olahraga yang lebih baik,” katanya.
Karate Jadi Penyumbang Emas Terbanyak
Dari 25 medali emas yang diraih Jepara, cabang olahraga karate menjadi penyumbang terbanyak dengan torehan sembilan emas. Hasil tersebut sekaligus membawa Jepara menjadi juara umum karate pada POPDA Jateng 2026.
Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kabupaten Jepara, Luluk Agus Yulianto, mengatakan keberhasilan itu merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak POPDA Kabupaten Jepara pada Oktober 2025.
Para atlet, kata dia, menjalani sentralisasi jangka panjang serta mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bagian dari persiapan menghadapi POPDA tingkat provinsi.
“Sejak Oktober 2025, atlet-atlet ini sudah kami bina melalui sentralisasi jangka panjang dan diikutkan dalam berbagai kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional. Kurang lebih ada delapan kompetisi yang kami ikuti selama masa persiapan,” jelas Luluk.
Menurutnya, pengalaman bertanding dalam berbagai kompetisi menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membentuk mental para atlet.
“Proses persiapan yang panjang inilah yang akhirnya mengantarkan kami meraih medali emas dan menjadi juara umum pada POPDA Jawa Tengah 2026,” katanya.
Luluk memastikan pola pembinaan tersebut akan tetap dipertahankan dengan sejumlah evaluasi. Langkah itu disiapkan untuk menjaga performa atlet sekaligus menghadapi POPDA Jawa Tengah 2027.