Kadis Peternakan: Minat Beternak Warga Jateng Kurang, Meski Lahan Mencukupi

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengatakan jika Lahan di Jateng masih mampu untuk peternakan, hanya saja minat masyarakat berternak masih kurang. DINDA RAHMASARI TUNGGAL SUKMA/LINGKAR.CO
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengatakan jika Lahan di Jateng masih mampu untuk peternakan, hanya saja minat masyarakat berternak masih kurang. DINDA RAHMASARI TUNGGAL SUKMA/LINGKAR.CO
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

SEMARANG, Lingkar.co – Jawa Tengah memiliki kondisi alam dan lahan yang sangat mendukung untuk peternakan. Hal ini terbukti dari data dari Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Lalu M Syafriadi, terdapat 6,8 juta ekor hewan ternak di wilayahnya.

Jumlah tersebut terbagi dengan rincian sapi sebanyak 1,8 juta ekor serta kambing dan domba 5 juta ekor.

“Berdasarkan data, banyak hewan ternak yang proses budidayanya di Jateng, pertama kambing dan domba kemudian sapi, kemudian babi. Tapi babi tidak termasuk ruminansia,” ujar Lalu pada Minggu (18/7/2021).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menurutnya, kambing menjadi hewan yang paling banyak diternakkan karena tidak memerlukan lahan yang besar untuk memeliharanya.

Selain itu, jika dibandingkan sapi, waktu pengembangbiakan kambing lebih singkat daripada sapi. Kemudian, dari segi pakannya kambing juga lebih mudah daripada sapi.

“Makanan kambing bisa dari pohon pohon. Kalau sapi cenderung lebih banyak, butuh waktu yang lama,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Baca Juga:
Siapkan 147 Titik Penyembelihan Hewan Kurban, Hindari Kerumunan

Meskipun begitu, menurut Lalu, belum banyak masyarakat Jawa Tengah yang benar-benar membuat peternakan murni.

Rata-rata mereka beternak sebagai aktivitas sambilan dari pekerjaan utamanya. Kemudian, jika melihat dari luasan lahan yang berada di Jawa Tengah, Lalu mengatakan varietas hewan ternak yang ada masih kurang .

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Masyarakat belum banyak yang betul-betul pure jadi peternakan, rata-rata sebagai sambilan. Belum ada yang beternak monokultur misalnya dari dulu ternak kambing saja,” tuturnya.

Padahal, lanjutnya, jika membaca satuan unit ternak, Jawa Tengah masih kelebihan sekitar 2,1 juta unit lahan.

Lalu juga menuturkan kesediaan pangan hewan ternak di Jawa Tengah mencukupi. Kemampuan sumber daya alam (SDA) masih sangat memungkinkan untuk budidaya ternak.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Penulis: Dinda Rahmasari Tunggal Sukma

Editor: Muhammad Nurseha

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu