Lingkar.co - Masyarakat pengguna jalan Masaran–Pringanom atau sekitar pertigaan Pasar Masaran menyampaikan sejumlah keluhan terkait kondisi jalan yang rusak, yang tidak hanya memicu genangan air dan banjir saat hujan, tetapi juga kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.
Salah satunya Ninik yang berprofesi sebagai pedagang Pasar Masaran. Menurutnya, jalan yang setiap hari ia lalui untuk berjualan itu sudah lama mengalami kerusakan dan kerap membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan ketika lubang jalan tertutup genangan air.
Ninik mengungkapkan, dalam sepekan terakhir telah terjadi dua kecelakaan di lokasi tersebut akibat kondisi jalan yang rusak. Karena itu, ia berharap perbaikan yang dilakukan dapat menjadi solusi jangka panjang sehingga tidak lagi membahayakan masyarakat.
“Dalam seminggu ini sudah dua kali ada yang jatuh karena jalan rusak. Harapan kami setelah diperbaiki jalannya tidak cepat rusak lagi, sehingga warga dan pengguna jalan bisa lebih aman dan nyaman saat melintas,” katanya.
Oleh karena itu Ninik mengaku senang karena keluhan masyarakat terkait kondisi jalan tersebut akhirnya mendapat perhatian dan tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Sragen.
“Alhamdulillah sekarang diperbaiki. Jalan ini memang sering dikeluhkan warga karena banyak lubang dan kalau hujan sering tergenang air,” ungkap Ninik.
Dirinya berharap, perbaikan bisa menjadikan arus lalu lintas di kawasan Pertigaan Masaran menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman, sekaligus mengurangi potensi kecelakaan yang selama ini kerap terjadi akibat kondisi jalan yang rusak.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas sengaja menyempatkan diri untuk berdialog dan mendengar langsung keluhan masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas.
Keluhan tersebut didengar Bupati Sigit, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Mursid Joko Wiranto dan jajaran Bidang Bina Marga DPU Sragen saat meninjau langsung proses perbaikan jalan berlubang di area tersebut, Rabu (3/6/2026).
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Sragen melakukan perbaikan pada ruas jalan sepanjang sekitar 130 meter tersebut. Selain memperbaiki badan jalan, proyek ini juga mencakup pelebaran jalan dari semula 5 meter menjadi 6 meter dengan konstruksi cor beton untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Sigit menjelaskan, perbaikan jalan di pertigaan Masaran dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, pemerintah telah menyelesaikan perbaikan gorong-gorong yang berada di bawah ruas jalan tersebut.
“Tadi sembari perjalanan menuju Semarang, saya bersama Pak Kepala Dinas, Pak Camat, dan Pak Lurah meninjau perbaikan jalan di Pertigaan Masaran yang rusak parah. Kemarin tahap pertama kita perbaiki gorong-gorong yang melintas di bawah jalan, dan hari ini kita mulai perbaikan jalannya,” ujarnya.
Ia melanjutkan, pelebaran jalan dilakukan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan yang cukup padat di kawasan tersebut.
“Jalan ini kita perlebar dari semula 5 meter menjadi 6 meter. Nanti pada perubahan anggaran berikutnya, gorong-gorongnya juga akan kita sempurnakan lagi agar penanganannya lebih menyeluruh,” jelasnya.
Menurut Bupati, pekerjaan jalan menggunakan material khusus berupa beton cepat kering sehingga waktu penutupan jalan dapat dipersingkat. Jika pada umumnya beton membutuhkan waktu sekitar 28 hingga 30 hari sebelum dapat dilalui kendaraan, material yang digunakan kali ini memungkinkan jalan kembali digunakan dalam waktu sekitar tiga hingga empat hari.
“Karena lalu lintas di jalur ini sangat padat, kita menggunakan bahan khusus agar proses pengerasan lebih cepat. Harapannya masyarakat tidak terlalu lama terganggu aktivitasnya,” katanya.
Selain itu, Bupati mengajak masyarakat untuk mendukung dan mendoakan agar proses pembangunan berjalan lancar sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh seluruh pengguna jalan.
“Semoga semuanya berjalan lancar. Semangat untuk dulur-dulur Sragen, para goweser, dan siapa pun yang melewati jalur Pertigaan Masaran ini,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Sragen, Mursid Joko Wiranto, menjelaskan bahwa pekerjaan perbaikan dan pelebaran jalan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga pekan. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, ruas jalan tersebut diperkirakan sudah dapat dibuka kembali dan dilalui kendaraan pada akhir Juni 2026.
Meski menggunakan material beton cepat kering, pengerjaan tetap dilakukan secara bertahap guna memastikan kualitas konstruksi sesuai standar teknis. Pemerintah Kabupaten Sragen juga terus melakukan pengawasan agar pekerjaan selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (*)