Iklan

Pemerintah Buka Keran Investasi Swasta untuk Pabrik Etanol Kejar Target E20 2028*

Inti berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka kesempatan bagi sektor swasta untuk membangun pabrik etanol di Indonesia. Kebijakan ini ditempuh guna…

Pemerintah Buka Keran Investasi Swasta untuk Pabrik Etanol Kejar Target E20 2028*
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi. (dok Istimewa)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka kesempatan bagi sektor swasta untuk membangun pabrik etanol di Indonesia. Kebijakan ini ditempuh guna mencapai target pencampuran bioetanol 20% ke dalam bensin atau E20 pada Januari 2028.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pemerintah akan menerapkan skema serupa keberhasilan program mandatori biodiesel.

"Itu segera semua swasta juga kita akan modelkan mandatori, seperti biodiesel. Jadi swasta itu boleh dan sangat kita dorong untuk dia bisa menghasilkan pabrik-pabrik itu," ujar Eniya usai acara Pekan Riset Sawit Indonesia di Jakarta Pusat, Senin (20/07/2026).

Revisi Perpres 40/2023 Atur Ulang Blending

Saat ini pemerintah tengah menyiapkan revisi Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Nabati.

Eniya menyebut revisi tersebut akan mengatur kembali ketentuan kapasitas pencampuran.

"Terus masalah blending itu di revisi Perpres 40 juga kita tambahkan. Jadi kemarin, hari ini juga saya perintahkan nanti kita komunikasi dengan Kemenko Perekonomian karena prakarsanya revisi Perpres di sana. Jadi kita sesuaikan dengan arahan Pak Presiden untuk menambah itu," beber Eniya.

Pembangunan Pabrik 1,5 Tahun, Tantangan di Bahan Baku

Menurut Eniya, proses konstruksi pabrik etanol relatif cepat, yakni sekitar satu setengah tahun. Namun, ia menekankan kesiapan bahan baku lokal harus dipastikan terlebih dahulu.

"Nah tinggal bahan bakunya. Kalau bangun pabrik itu satu setengah tahun bisa. Satu setengah tahun bisa bangun, tetapi bahan bakunya," imbuhnya.

Presiden Targetkan 30-50 Pabrik Etanol Baru

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan membangun lebih banyak pabrik etanol baru. Ia menyebut Indonesia bisa menerapkan bensin campuran etanol hingga E20.

Karena saat ini baru memiliki satu pabrik etanol, ia memutuskan pembangunan minimal 30 pabrik baru, dan jumlahnya bisa ditambah hingga 50 pabrik.

"Butuh tadi pabriknya yang baru kita miliki baru 1 pabrik. Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik etanol. Kalau perlu sampai 50 pabrik," kata Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/07/2026).

Ia membandingkan Indonesia dengan India yang telah menerapkan E20 dan Brasil yang sudah menggunakan E100. Menurutnya, Indonesia juga mampu melakukan hal serupa.

"India sudah E20, Brasil sudah E100. Masa Indonesia nggak bisa. Indonesia bisa kan? Bisa? Bisa, bisa," sebut Prabowo.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu