Iklan

Kematian Covid-19 Meningkat Sepekan Terakhir. Prof Wiku: Tak Bisa Ditoleransi

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito. FOTO: Tangkapan layar Youtube Setpres/LIngkar.co
Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito. FOTO: Tangkapan layar Youtube Setpres/LIngkar.co

JAKARTA, Lingkar.co - Satgas Penanganan Covid-19, menyoroti angka kematian yang cenderung mengalami peningkatan selama sepekan terakhir.

Bahkan, angka harian kematian Covid-19 di Indonesia kembali memecahkan rekor dengan 1.449 orang, per hari Kamis (22/7/2021).

Sehari sebelumnya, Rabu (21/7/2021), angka harian kematian Covid-19 juga menembus rekor sebanyak 1.383 orang.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, mengatakan kematian Covid-19 harus menjadi fokus dan patus jadi refleksi bersama.

Terlebih, kata Prof. Wiku, sudah enam hari berturut-turut angka kematian gegara Covid-19 mencapai lebih dari 1.000 kasus setiap harinya.

“Ini tidak bisa ditoleransi lagi karena ini bukan sekadar angka, di dalamnya ada keluarga, kerabat, kolega, dan orang-orang tercinta yang pergi meninggalkan kita,” tegas Prof. Wiku, dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Setpres, Kamis (22/7/2021).

Ia pun meminta agar pemerintah daerah fokus menekan angka kematian warga dengan cara memberikan pelayanan kesehatan preventif. Sehingga warga tidak mengalami gejala yang semakin memburuk dan fatal.

Menurutnya, kasus positif yang turun dan kesembuhan yang meningkat harus diikuti dengan kematian yang turun pula.

“Hal yang masih menjadi tantangan adalah kematian. Kematian pada hampir seluruh provinsi masih menunjukkan tren peningkatan, kecuali DKI Jakarta,” ujarnya.

Satgas penanganan Covid-19 mengatakan, DKI Jakarta menunjukkan penurunan yang signifikan, dari 268 menjadi 95 kematian dalam sehari. *

Penulis : M. Rain Daling
Editor : M. Rain Daling

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu