Bangunan SD Negeri (SDN) Sukolilo 02 di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, mengalami kerusakan sejak 2019 akibat longsor yang terjadi di belakang sekolah. Hingga kini, sejumlah ruang kelas dan fasilitas sekolah masih dalam kondisi rusak, sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Kepala SDN Sukolilo 02, Arif Rifai, mengatakan longsor menyebabkan tebing di belakang sekolah menghantam bangunan. Akibatnya, tembok retak, atap ambruk, dan plafon mengalami kerusakan.
"Kerusakan mulai terjadi sejak 2019 setelah longsor. Tebing di belakang sekolah merusak tembok hingga retak dan atap ambruk. SDN Sukolilo 02 memiliki dua lokasi, yaitu di Dukuh Ledok dan Dukuh Misik," kata Arif, Sabtu (18/7/2026).
Ia menjelaskan hasil pendataan menunjukkan terdapat sembilan ruangan yang mengalami kerusakan berat. Di kompleks Ledok, tiga bangunan termasuk kamar mandi masuk kategori rusak berat. Sementara di kompleks Misik terdapat dua bangunan yang mengalami kerusakan sedang.
Kerusakan tersebut berdampak pada proses belajar mengajar. Dua ruang kelas sudah tidak dapat digunakan sehingga kegiatan belajar dipindahkan ke ruang lain yang masih layak.
"Yang benar-benar tidak bisa dipakai ada dua ruang. Saat ini pembelajaran menggunakan tujuh ruangan yang masih bisa dimanfaatkan," ujarnya.
Menurut Arif, sekolah juga menerapkan langkah antisipasi ketika hujan turun. Jika hujan deras terjadi saat jam pelajaran, siswa dipulangkan lebih awal demi menghindari risiko bangunan roboh.
"Kalau hujan deras, anak-anak kami pulangkan karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.
Untuk alasan keselamatan, ruang yang rusak dikunci agar tidak dimasuki siswa. Guru juga diminta mengawasi aktivitas siswa, terutama saat jam istirahat.
Arif mengatakan pihak sekolah telah mengusulkan perbaikan sejak beberapa tahun lalu. Setelah beberapa kali dilakukan survei oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR), sekolah dipastikan akan mendapatkan revitalisasi pada 2026.
"Tahun ini sudah ada kepastian akan direhabilitasi secara menyeluruh, mulai ruang kelas I sampai VI beserta ruang administrasi. Dalam waktu dekat akan mulai dikerjakan," ujarnya.
Guru kelas I, Rifa, mengatakan para guru harus memberikan pengawasan lebih kepada siswa agar tidak mendekati bangunan yang rusak.
"Setiap istirahat kami terus mengawasi anak-anak. Kalau ada bagian atap yang bocor saat pembelajaran, kami menghindari area tersebut," katanya.
Ia berharap proses rehabilitasi segera dilaksanakan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
SDN Sukolilo 02 saat ini memiliki 291 siswa. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menerima 42 peserta didik baru. Sambil menunggu pelaksanaan rehabilitasi, kegiatan belajar tetap berlangsung dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih layak digunakan.