Edukasi kesehatan remaja terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Immoderma bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar Fun Health Teens “Remaja Hebat” untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan tentang perawatan kulit, kesehatan mental, hingga kemampuan memilah informasi di ruang digital.
Kegiatan yang berlangsung di Oak Tree Emerald Semarang pada 16 September 2026 tersebut mengusung tema “Smart Scrolling, Love Your Health”. Sebanyak 15 SMA/SMK di Kota Semarang terlibat dalam kegiatan tersebut, dengan masing-masing sekolah mengirimkan dua siswa dan satu guru pendamping.
Bagi Immoderma, edukasi kesehatan remaja tidak cukup hanya membahas persoalan penampilan. Remaja juga perlu memahami kebutuhan dirinya, termasuk dalam menentukan perawatan kulit serta menghadapi berbagai tren dan standar kecantikan yang berkembang di media sosial.
“Kegiatan ini memang kami buat untuk memberikan edukasi kepada remaja, tidak hanya mengenai skincare dan bagaimana merawat kulit sesuai dengan kebutuhannya, tetapi juga mengenai pentingnya mental health,” ujar Ina, perwakilan Immoderma, Rabu (16/9/2026).
Remaja Diajak Tak Sekadar Mengikuti Tren Skincare
Fun Health Teens membahas sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja. Mulai dari informasi kesehatan yang tidak akurat, standar kecantikan yang tidak realistis, kecemasan, hingga perundungan di ruang digital.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak lebih kritis ketika menerima informasi sekaligus memahami pentingnya menjaga kesehatan diri.
Immoderma memberikan dukungan melalui sesi edukasi kesehatan kulit bertajuk “Glow Up or Glow Down: Kenali Kulitmu Sebelum Menyesal” yang disampaikan bersama dokter kecantikan Immoderma.
Materi tersebut menekankan pentingnya mengenali kebutuhan kulit sebelum menentukan produk perawatan. Peserta didorong agar tidak sekadar memilih skincare berdasarkan popularitas atau tren yang sedang berkembang.
Edukasi kemudian diperluas dengan materi mengenai cara mengenali hoaks dan misinformasi kesehatan. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan mental dari psikolog dan dokter spesialis kesehatan jiwa.
Topik yang dibahas mencakup kecemasan, penerimaan diri, standar kecantikan serta cyberbullying.
Menurut Ina, derasnya arus informasi di era digital perlu diimbangi kemampuan remaja dalam memahami kondisi dirinya sekaligus menyaring informasi yang diterima.
Karena itu, edukasi mengenai kesehatan kulit dan kesehatan mental dinilai perlu berjalan beriringan agar remaja tidak hanya memahami cara merawat diri dari sisi fisik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi psikologisnya.
Belajar Kesehatan Lewat Diskusi hingga Creative Hackathon
Fun Health Teens tidak hanya dikemas dalam bentuk pemaparan materi. Dengan konsep “Learn – Experience – Create – Share”, peserta dilibatkan melalui diskusi, permainan, konsultasi kesehatan dan berbagai aktivitas interaktif.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Creative Hackathon. Dalam aktivitas tersebut, peserta bekerja secara berkelompok untuk menyusun ide kampanye kesehatan digital yang mudah dipahami sekaligus dapat dibagikan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi. Mereka juga didorong untuk ikut menyebarkan pesan kesehatan yang positif kepada teman sebaya.
Manfaat kegiatan tersebut dirasakan Maiya Arzaq, siswa SMA Negeri 3 Semarang. Menurutnya, kegiatan memberikan pemahaman baru mengenai kesehatan mental sekaligus pemilihan produk perawatan kulit.
“Kami mendapatkan pembekalan dan edukasi tentang mental health, serta belajar memilih skincare sesuai dengan kebutuhan kulit, bukan hanya mengikuti produk yang sedang tren,” ujar Maiya.
Hal serupa disampaikan Siti Muzaroah, S.Pd., guru dari SMK Negeri 7 Semarang. Ia menilai kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan siswa karena menggabungkan edukasi perawatan kulit dan kesehatan mental.
“Acaranya sangat edukatif dan bermanfaat sekali untuk murid-murid. Kegiatan seperti ini membuat mereka menjadi lebih aware dalam memilih skincare sesuai dengan kebutuhan kulitnya. Selain itu, edukasi dari psikolog juga memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga mental health,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Immoderma berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti selama acara berlangsung. Guru pendamping diharapkan dapat menjadi penghubung untuk meneruskan edukasi di lingkungan sekolah.
Sementara siswa diharapkan mampu membagikan informasi kesehatan yang positif kepada teman sebaya. Ide kampanye kesehatan digital yang dihasilkan dalam kegiatan juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan sekolah.
Bagi Immoderma, keterlibatan dalam Fun Health Teens menjadi bagian dari komitmen untuk berkontribusi melalui edukasi kesehatan dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Karena bagi kami, Immoderma bukan hanya tentang kecantikan, tetapi juga tentang kepedulian. Sejalan dengan semangat kami, Immoderma Berbagi, Immoderma Peduli, karena Immoderma Cantik dari Hati,” tutur Ina. ***