Iklan

Kisah Anjani, Bocah 7 Tahun Taklukkan Gunung Lawu Demi Bertemu Kucing di Puncak

Inti berita

Lingkar.co – Ambisi menaklukkan gunung bukan menjadi alasan utama Anjani Rengganis (7) mendaki Gunung Lawu. Bocah yang akan duduk di bangku kelas 1 SD itu…

Kisah Anjani, Bocah 7 Tahun Taklukkan Gunung Lawu Demi Bertemu Kucing di Puncak
Bocah 7 tahun asal Semarang berhasil mencapai puncak Gunung Lawu melalui jalur Cemoro Sewu. (dok Istimewa)

Ambisi menaklukkan gunung bukan menjadi alasan utama Anjani Rengganis (7) mendaki Gunung Lawu. Bocah yang akan duduk di bangku kelas 1 SD itu justru memiliki tujuan sederhana, yakni ingin bertemu seekor kucing yang disebut-sebut sering berada di Pos 5 hingga kawasan puncak.

Keinginan polos tersebut menjadi penyemangat Anjani hingga berhasil menjejakkan kaki di puncak Gunung Lawu yang berada di ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) melalui jalur Cemoro Sewu, Minggu (5/7/2026) dini hari.

Perjalanan dimulai sejak Sabtu (4/7/2026) pagi. Bersama keluarga, Anjani harus melewati jalur berbatu, tanjakan dengan kemiringan yang cukup terjal, serta suhu dingin pegunungan yang berkisar 10 hingga 13 derajat Celsius.

Memasuki perjalanan dari Pos 2 menuju Pos 3, langkah kecilnya mulai melambat. Napasnya tersengal dan rasa dingin membuat semangatnya perlahan memudar.

"Dadaku sudah membeku, dingin banget. Ingin pulang ke tenda," keluh Anjani.

Pendakian beberapa kali dihentikan agar Anjani bisa beristirahat. Minuman hangat dan makanan ringan diberikan untuk memulihkan tenaganya.
Di tengah rasa lelah, semangatnya kembali muncul setelah mendapat kabar bahwa di Pos 5 terdapat seekor kucing yang kerap menemani penjaga warung.

"Katanya di Pos 5 dan puncak ada kucing. Aku mau sama kucing, karena di Pos 2 ada kucing banyak," ujarnya.

Harapan bertemu kucing itu membuat langkah Anjani kembali ringan. Senyum pun mulai menghiasi wajahnya sepanjang perjalanan menuju puncak.

Meski akhirnya berhasil mencapai puncak Gunung Lawu bersama sang kakak, Rinjani (12), kucing yang dicarinya ternyata sudah turun ke Pos 5.

"Sampai di puncak kucingnya sudah turun, adanya di Pos 5," katanya sambil tersenyum.

Pendakian tersebut juga diikuti pamannya, Awan Setiawan, bersama dua anak lainnya, Bentang (8) dan Nana (12). Menurut Awan, kegiatan mendaki gunung dipilih sebagai cara mengisi liburan sekolah agar anak-anak memiliki pengalaman baru di alam terbuka.

"Liburan dimanfaatkan supaya anak-anak tidak di rumah bermain gadget terus. Mereka bisa mengenal lingkungan dan mengenal teman-temannya," ujar Awan.

Ia menilai pengalaman yang diperoleh selama mendaki akan menjadi cerita berharga ketika anak-anak kembali ke sekolah.

Meski demikian, Awan mengingatkan bahwa mendaki bersama anak membutuhkan persiapan yang lebih matang. Selain kondisi fisik, perlengkapan medis, pakaian hangat, hingga pendamping yang berpengalaman menjadi hal yang harus diperhatikan.

"Dengan anak kecil itu ada dinamikanya. Kadang senang lalu lari cepat, tapi kadang ngambek bahkan menangis. Kalau malam kedinginan, kita harus siap dengan perlengkapan medis dan obat-obatan," katanya.

Sementara itu, porter Gunung Lawu, Agus Purwanto atau yang akrab disapa Blurr, mengatakan jalur Cemoro Sewu relatif aman bagi pendaki selama mematuhi aturan pendakian.

Menurutnya, jalur menuju puncak memiliki lintasan yang cukup lebar dan jelas sehingga banyak dipilih pendaki, baik yang bermalam maupun melakukan pendakian pulang pergi (tektok).

"Yang penting bisa menaati peraturan gunung tersebut, terutama soal keselamatan dan logistik selama perjalanan," ujarnya.

Sebagai informasi, Gunung Lawu berada di perbatasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Gunung setinggi 3.265 mdpl itu memiliki tiga jalur pendakian populer, yakni Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, dan Candi Cetho, dengan karakter medan yang berbeda-beda. ***

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu