Ribuan Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok, Menkeu Turun Tangan

Inti berita

Lingkar.co - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meninjau langsung Pelabuhan Tanjung Priok untuk memastikan penyebab penumpukan ribuan kontainer…

Menkeu Tinjau Langsung Penumpukan Ribuan Kontainer di Priok
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meninjau Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (6/6/2026). Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meninjau langsung Pelabuhan Tanjung Priok untuk memastikan penyebab penumpukan ribuan kontainer yang sempat menghambat aktivitas logistik nasional. Dari hasil pemantauan di lapangan, ia menemukan sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap tingginya jumlah barang yang tertahan di kawasan pelabuhan.

Purbaya menjelaskan kunjungannya dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan mengenai penumpukan sekitar 3.200 kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu pasokan bahan baku industri serta kelancaran aktivitas ekonomi.

"Jadi saya berkunjung ke sini untuk menindaklanjuti informasi yang saya dapatkan beberapa hari lalu bahwa terjadi penumpukan di Tanjung Priok," kata Purbaya saat meninjau lokasi, Sabtu (6/6/2026).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Berdasarkan hasil pengecekan, jumlah kontainer yang menumpuk mulai berkurang dari sekitar 3.000 unit menjadi sekitar 2.500 unit. Meski demikian, angka tersebut masih jauh di atas kondisi normal yang biasanya berada di kisaran 500 unit.

Menurut Purbaya, salah satu penyebab utama penumpukan adalah meningkatnya volume barang impor yang masuk ke pelabuhan. Lonjakan tersebut membuat proses pemeriksaan dan pengeluaran barang membutuhkan waktu lebih lama.

Untuk mengatasi persoalan itu, ia meminta penambahan personel serta peningkatan jam operasional agar layanan dapat berlangsung tanpa jeda.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Kalau masalahnya peningkatan jumlah barang masuk sehingga prosesnya lambat, saya minta tambah personel lagi. Mereka harus bekerja 24 jam sampai jumlahnya turun ke level normal," ujarnya.

Selain faktor peningkatan arus barang, Purbaya juga menemukan adanya kontainer yang telah menyelesaikan proses administrasi namun belum segera dikeluarkan oleh importir. Menurutnya, sebagian pelaku usaha memilih membiarkan barang tetap berada di area pelabuhan karena biaya penyimpanan dinilai lebih murah dibandingkan menyewa gudang di luar kawasan tersebut.

Karena itu, ia meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama pihak terkait untuk mengkaji kemungkinan penerapan aturan yang dapat mencegah barang terlalu lama mengendap di pelabuhan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Kita lihat berapa hari yang masih wajar dan yang tidak wajar. Yang tidak wajar nanti akan ada perlakuan khusus supaya tidak menghambat aktivitas pelabuhan," kata Purbaya.

Dalam kunjungan tersebut, Purbaya juga berkeliling area penumpukan kontainer bersama jajaran Bea dan Cukai untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan. Ia turut memberikan sejumlah arahan kepada petugas terkait percepatan penanganan barang.

Purbaya mengaku menemukan berbagai jenis komoditas impor yang masih berada di area pelabuhan, mulai dari bahan baku industri hingga barang konsumsi.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Tadi saya lihat ada bahan baku, blender, matras, karet, dan ada kulit," ujarnya.

Menurut Purbaya, pemerintah ingin memastikan sistem logistik nasional tetap berjalan lancar di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan impor. Ia menegaskan hambatan di pelabuhan tidak boleh mengganggu pasokan bahan baku maupun distribusi barang ke sektor industri.

"Yang penting ketika ekonomi meningkat, impor meningkat, kita harus memastikan logistik berjalan baik," kata Purbaya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu