Iklan

GoTo Cetak Laba Dua Kuartal Berturut-turut, Pendapatan Naik 31 Persen

Inti berita

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (BEI: GOTO) kembali mencatatkan kinerja positif pada kuartal II 2026. Perusahaan induk Gojek dan GoPay itu membukukan laba bersih…

GoTo Cetak Laba Dua Kuartal Berturut-turut, Pendapatan Naik 31 Persen
GoTo Kembali Cetak Laba Bersih di Kuartal II-2026. (dok Gojek Indonesia)

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (BEI: GOTO) kembali mencatatkan kinerja positif pada kuartal II 2026. Perusahaan induk Gojek dan GoPay itu membukukan laba bersih sebesar Rp252 miliar, sekaligus menandai dua kuartal berturut-turut mencetak laba.

Sebelumnya, pada kuartal I 2026, Grup GoTo juga berhasil meraih laba bersih sebesar Rp171 miliar. Pertumbuhan bisnis turut tercermin dari kenaikan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 83 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp164 triliun, sementara pendapatan bersih meningkat 31 persen YoY menjadi Rp5,7 triliun.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan capaian tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan serta disiplin perusahaan dalam mengelola beban operasional.

"Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui Rp1 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul," ujar Hans.

Bisnis GoPay Lampaui On-demand Services

Hans mengungkapkan, untuk pertama kalinya kontribusi profitabilitas bisnis Fintech (GoPay) melampaui bisnis On-demand Services (Gojek).

Pada kuartal II 2026, EBITDA yang disesuaikan dari bisnis Fintech mencapai Rp481 miliar, melonjak 447 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bersih segmen ini juga meningkat 53 persen menjadi lebih dari Rp2 triliun.

Jumlah pengguna aktif bulanan (Monthly Transacting Users/MTU) tumbuh 29 persen menjadi 28,8 juta pengguna. Sementara jumlah transaksi meningkat 91 persen menjadi 2,4 miliar transaksi.

Selain itu, nilai buku pinjaman tumbuh 58 persen menjadi Rp11 triliun dengan kualitas kredit yang tetap terjaga.

Di sisi lain, bisnis On-demand Services mencatat EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp464 miliar, naik 41 persen YoY, dengan pendapatan bersih mencapai Rp3,6 triliun.

GoTo Pertahankan Target Kinerja 2026

Mulai 1 Juli 2026, GoTo menerapkan struktur komisi baru sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026 yang membatasi komisi layanan transportasi roda dua menjadi 8 persen.

Hans mengatakan dampak kebijakan tersebut baru akan terlihat pada laporan keuangan kuartal III 2026. Namun, setelah satu bulan implementasi, kondisi bisnis masih berjalan stabil.

Karena itu, GoTo tetap mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan sepanjang 2026 di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
Perseroan juga menaikkan target kontribusi bisnis Fintech menjadi Rp1,7–1,8 triliun, sementara target bisnis On-demand Services disesuaikan menjadi Rp1,4–1,5 triliun sebagai dampak kebijakan komisi baru.

"Kami percaya bisa mengatasi dampak perubahan ini. Bisnis Fintech akan memberikan kontribusi lebih besar, sementara kami tetap berinvestasi untuk mendukung pelanggan dan Mitra Driver Gojek melalui berbagai program apresiasi," kata Hans.

Rencana Batalkan 32 Miliar Saham Tresuri

Selain memaparkan kinerja keuangan, GoTo juga mengumumkan rencana membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri, atau sekitar 2,7 persen dari total saham yang beredar.

Perseroan menyatakan pembatalan saham tersebut akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan akan terlebih dahulu meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Dengan dua kuartal berturut-turut mencetak laba, GoTo menilai strategi membangun ekosistem digital yang mengintegrasikan layanan transportasi, pembayaran digital, dan layanan keuangan mulai memberikan hasil positif sekaligus memperkuat fundamental bisnis perusahaan. ***

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu