Musim Hujan Belum Berakhir, Kepala Dinas ESDM Jateng: Waspada Longsor di Daerah Lereng

Kepala Dinas ESDM Jateng Sujarwanto Dwiatmoko (TITO ISNA/LINGKAR.CO)
Kepala Dinas ESDM Jateng Sujarwanto Dwiatmoko (TITO ISNA/LINGKAR.CO)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

SEMARANG, Lingkar.co – Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah (Jateng) Sujarwanto Dwiatmoko menghimbau masyarakat yang tinggal di daerah lereng pegunungan untuk waspada terjadinya tanah longsor. Sebab, musim penghujan hingga saat ini belum berakhir.

Sujarwanto mengatakan, banyaknya persitiwa tanah longsor di Jateng dipengaruhi oleh intensitas hujan yang masih tinggi. Menurutnya, air memiliki dua karakter, yakni air yang meresap dan air yang mengalir di permukaan .

“Air yang meresap itu membuat kejenuhan massa tanah. Yang tadinya tanah tidak ada air itu kering, kemasukan air menjadi jenuh. Kalau jenuh bobotnya bertambah dengan bobot air. Sehingga rawan terjadinya longsor,” katanya.  

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sujarwanto menambahkan, tanah longsor juga berpotensi terjadi di daerah yang tidak lereng, Kondisi tersebut dipengaruhi adanya gerakan tanah.

“Bisa karena adanya getaran dan itu bisa dikarenakan oleh gempa ataupun karena atau truk besar lewat. Maka terjadi adanya getaran,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan sejumlah upaya. Antara lain dengan melakukan pendataa curah hujan dan kerentanan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Masyarakat harus paham prediksi hujan dengan mengacu data yang dikeluarkan BMKG. Untuk warga yang bermukim di daerah lereng harus waspada. Amati betul potensi terjadinya longsor,” ucapnya.(ito/lut)

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu