Iklan

Pemerintah Siapkan CNG Merah Putih Pengganti LPG 3 Kg, Subsidi Energi Diklaim Bisa Turun 30%

Inti berita

Lingkar.co - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tengah mendorong penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) sebagai…

Pemerintah Uji Coba Gas 3 Kg Baru Pengganti LPG, Namanya "CNG Merah Putih"
Ilustrasi Gas LPG. (dok Istimewa)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tengah mendorong penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg. Alasannya, sumber gas untuk CNG di Indonesia cukup melimpah.

Bahlil menyebut saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 80% dari total kebutuhan LPG. Hal itu terjadi karena bahan baku jenis gas C3 dan C4 tidak banyak tersedia di dalam negeri, sementara cadangan C1 dan C2 justru banyak.

"Makanya kita dorong sekarang CNG. CNG itu gasnya pakai C1 C2 dan itu melimpah di Indonesia. Kita kemarin baru dapat temuan giant di ENI di Kalimantan Timur 5 TCF plus 2 TCF terus kondensat-nya itu kurang lebih sekitar 200.000 barel ekuivalen ya. Itu di 2028-2029 produksinya itu bisa mencapai 3.000 Mmscfd," terang Bahlil, dikutip Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan pemerintah kini masuk tahap ketiga uji coba CNG dalam tabung 3 kg. Sementara tabung CNG ukuran 12 kg dan 50 kg sudah lebih dulu dipakai di sektor komersial seperti dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), hotel, dan restoran.

Karena itu, Bahlil menegaskan CNG bukan teknologi baru. Pemerintah hanya mengembangkan pemanfaatannya untuk kebutuhan rumah tangga.

"Ini bukan barang baru, muncul tiba-tiba dari Fakfak datang, tidak. Ini sudah sudah ada ini. Cuman untuk rakyat kita di bawah yang dikenakan subsidi itu adalah harus pakai tabung yang 3 kilo. Tekanannya itu 200 sampai 250 bar. Nah ini yang kita sekarang lagi uji coba," ujarnya.

Diperkenalkan Sebagai "CNG Merah Putih"

Pemerintah juga resmi memperkenalkan proyek konversi LPG 3 kg ke CNG 3 kg. Tabung CNG tersebut diberi nama "CNG Merah Putih" agar bisa memanfaatkan sumber gas dalam negeri dan menekan ketergantungan pada LPG impor.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan saat ini tengah disiapkan belasan unit prototype tabung CNG untuk uji coba. Targetnya, CNG tabung 3 kg bisa mulai diedarkan ke masyarakat pada 2026.

"Oh, Pak Menteri kan mengumumkan kemarin tabung Merah Putih. Jadi bulan Juli ini sedang dibuat prototype untuk diuji. Jadi diuji itu. Belasan lah mungkin sekitar 15 (tabung). Satu tahap lagi sudah bisa di-implement, di-edarkan tahun ini," kata Laode saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Senin (6/7/2026).

Berbeda dengan tabung LPG biasa, CNG Merah Putih memakai teknologi tabung Tipe 4 berbahan komposit. Material itu dinilai lebih ringan sehingga memudahkan penggunaan di rumah tangga.

"Jadi ini saya ingin jelaskan sekali lagi ya bahwa material tabung ini itu sudah sampai ke tipe 4. Tipe 1 semua logam, tipe 2 sudah mulai ada campuran yang meringankan sampai dengan tipe 3 tapi masih berat (bobotnya). Oleh karena itu kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti nggak merasa oh ini kok penggantinya berat, enggak," kata Laode.

Untuk tahap awal, pengadaan tabung berteknologi tinggi tersebut dilakukan lewat impor dari China. Selanjutnya akan dilakukan pengujian di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), terutama terkait keselamatan katup (valve) dan ketahanan tabung terhadap tekanan gas.

"Saat ini dari China aja. Kita uji di Lemigas, kan dia kan harus ada uji tekanan, dan seperti itu yang paling penting safety dari valve dan tabungnya seperti apa. Kan di China itu penggabungan antara tabung sama valve-nya," lanjutnya.

Harga jual CNG Merah Putih rencananya disamakan dengan harga LPG bersubsidi saat ini agar tetap terjangkau. Dengan skema itu, penggunaan gas bumi domestik diperkirakan bisa memangkas beban subsidi energi hingga signifikan.

"Sama dengan harganya sama. Sekarang simulasinya masih disamakan, dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30%. Kalau jumlahnya masif kan kita punya bargaining untuk minta mereka bangun di sini," ungkap Laode.

Implementasi CNG 3 kg akan dilakukan bertahap dengan memprioritaskan kota-kota besar di Pulau Jawa yang sudah memiliki jaringan pipa gas memadai. Kementerian ESDM juga sudah berkoordinasi dengan SKK Migas untuk memastikan ketersediaan alokasi gas.

"Iya, kita prioritaskan dulu yang dari pipa lah. Makanya uji cobanya kan Pak Menteri sudah sampaikan di kota-kota besar di Pulau Jawa dulu yang memang jalur gas dari pipanya lebih banyak. Kita sudah bahas sama SKK Migas once itu jalan nanti gasnya bisa tersedia," pungkasnya. ***

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu