ADVERTISEMENT
Iklan Header 1200x120

Pemkot Semarang Tindak Tegas Maraknya Manusia Karung di Momen Ramadan

Plt Kepala Satpol PP Kota Semarang, Marthen Stevanus Dacosta.
Plt Kepala Satpol PP Kota Semarang, Marthen Stevanus Dacosta. (dok Istimewa)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Satpol PP Kota Semarang bakal bertindak tegas atas maraknya manusia karung saat Ramadan yang berada di pinggir jalan.

Plt Kepala Satpol PP Kota Semarang, Marthen Stevanus Dacosta menjelaskan, maraknya manusia karung di saat Ramadan dan jelang Lebaran menrupakan fenomena tahunan.

Para manusia karung biasanya meminta minta di pinggir jalan pada masyarakat yang melintas. Pihaknya sudah melakukan inventarisasi keberadaan manusi karung.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Satu minggu setelah awal bulan puasa akan kami sisir dan kami data," kata Marthen, Kamis (6/3/2025).

Setelah di inventarisasi, pihaknya menyebut, manusia karung biasanya berada di Jalan Siliwangi, Jalan Mayjend Sutoyo dan wilayah kampung kalo, hampir setiap momen Ramadan dan Lebaran manusia karung mangkal di lokasi tersebut.

Selain fenomena tersebut, dirinya juga mengatakan jika ada manusia gerobak yang meminta minta menggunakan gerobak.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Kebanyakan yang disini itu luar kota, Jadi nanti bisa kami petakan mana orang luar kota, mana yang memang asli Kota Semarang," ujarnya.

Lanjutnya, pihaknya kan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) dalam penanganan fenomena itu, sehingga akan lebih efektif.

"Dinsos nanti akan kami gandeng untuk kegiatan patroli. Dengan pendataan tersebut, nanti dalam penanganan Dinsos juga lebih efektif," katanya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Lebih lanjut, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk bisa bersedekah melalui tempat - tempat yang tidak berpotensi munculnya fenomena tersebut, seperti panti asuhan, masjid ataupun Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang.

Ia menekankan, tidak ada ada larangan bersedekah, tetapi bagaimana masyarakat bisa menyalurkan sedekah melalui lembaga yang tersedia, sehingga lebih tepat sasaran.

"Bisa ke Baznas kota atau lewat lurah, camat setempat, sehingga ada daftar untuk bisa memberikan bantuan kepada mereka. Jadi engga perlu langsung," bebernya. ***

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu