Lingkar.co - MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 hari kedua menghadirkan partai sengit di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026). Beberapa tim sukses memperbesar peluang maju ke babak perempat final, sementara yang lainnya masih menjaga asa untuk lolos sebagai delapan tim terbaik yang berhak tampil di fase knock-out dalam kejuaraan yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut.
Di hari kedua babak penyisihan, Grup A mempertemukan Tim All-Stars Jakarta dengan All-Stars Malang di partai pembuka. Sementara itu, All-Stars Surabaya menghadapi tim All-Stars Samarinda yang sukses membuat kejutan di pertandingan sebelumnya. Dari Grup B, Yogyakarta bertemu lawan tangguh, Semarang, sedangkan Solo bertanding melawan Banjarmasin. Pada Grup C, All-Stars Bandung bertemu dengan All-Stars Tangerang sebelum ditutup dengan pertandingan All-Stars Kudus menghadapi salah satu debutan di MLSC All-Stars, All-Stars Bekasi.
Tim All-Stars Kudus berhasil kandaskan All-Stars Bekasi dengan skor 3-0 di matchday kedua yang berlangsung Rabu (24/6/2026). Pada babak pertama, All-Stars Kudus sempat tertekan di menit-menit awal oleh permainan agresif yang ditunjukkan All-Stars Bekasi.
Namun perlahan, Rere Zenita Farza dkk berhasil menguasai lini tengah dan berbalik menekan sampai memecah kebuntuan lewat kaki Giada Soebianto di menit ke-12 yang memanfaatkan umpan tarik dari sektor kiri. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan All-Stars Kudus.
Di babak kedua, All-Stars Kudus tetap memanfaatkan lebar lapangan untuk menekan lawannya. Alhasil, dua menit setelah turun minum, Rara Zenita Fatin menggandakan keunggulan di menit ke-22 sebelum sang kapten, Rere Zenita Farza menutup laga dengan skor 3-0 lewat golnya di menit ke-41.
Pelatih Kepala All-Stars Kudus, Yayat Hidayat menilai kesuksesan timnya tampil dominan di pertandingan ini berkat kecerdasan para pemainnya menerapkan strategi yang diberikan.
“Untuk hari ini saya meminta kepada anak-anak supaya lebih tenang, menikmati permainan, jangan takut salah, tapi tetap tanggung jawab. Pertahanannya Bekasi cukup rapat, mereka main high block jadi kita kesulitan (di babak pertama). Makanya babak kedua saya instruksikan untuk lebih pakai lebar lapangan supaya lawan terpancing keluar, akhirnya terjadi gol,” katanya.
Di lain pihak, Kapten All-Stars Bekasi, Khanza Shabaria Nurghaftan menyesalkan kegagalan timnya memberikan perlawanan sengit pada tim lawan. Menurutnya, nama besar Kudus sebagai pemenang MLSC tahun lalu ditambah dukungan supporter yang datang ke lapangan membuat mental bertanding rekan-rekan di lapangan menurun sehingga tidak bisa memberikan permainan terbaik.
“Yang pasti saya kecewa dan merasa gagal jadi kapten karena belum bisa buat All Stars Bekasi unggul dari All Stars lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala All-Stars Bekasi, Joni Setiawan mengakui jika timnya kalah dari banyak aspek di lapangan. Meski begitu, kegagalan ini tidak menyurutkan optimismenya untuk membawa tim melaju perempat final.
”Memang lawan kita hari ini sangat luar biasa. Kami sudah antisipasi, sayang strategi kita tetap tidak berjalan. Tapi kami punya satu poin dan masih ada satu pertandingan besok. Kami harus lebih kerja keras lagi untuk bisa lolos ke fase berikutnya,” ujarnya.
Dengan hasil ini, All-Stars Kudus sudah bisa dipastikan lolos ke perempat final dan hanya butuh hasil imbang untuk memastikan keluar sebagai juara grup. (*)