Lingkar.co - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan langsung kepada PT PLN (Persero) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait kondisi kelistrikan nasional, menyusul terjadinya pemadaman bergilir di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan pelayanan listrik kepada masyarakat tetap berjalan optimal tanpa gangguan.
"Pemerintah telah mengambil langkah cepat membantu pasokan batu bara PLN dan membentuk Tim Pengadaan Batu Bara gabungan untuk menjaga stabilitas kelistrikan. Saat ini, ketahanan energi nasional juga dipastikan dalam kondisi aman dengan cadangan di atas 20 hari," tulis @sekretariat.kabinet, dikutip Selasa (23/6/2026).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, dalam rapat bersama Presiden Prabowo dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, terdapat tiga isu utama yang menjadi perhatian pemerintah guna menjamin keandalan pasokan listrik nasional.
"Kami tadi membahas tentang keberlangsungan stabilitas pelayanan pemerintah, pelayanan PLN kepada masyarakat khususnya dengan terkait dengan listrik. Dan tadi, sama-sama Dirut PLN juga sudah kita bedah, ada tiga masalah," ujar Bahlil usai rapat di Istana Kepresidenan, Senin (22/6/2026).
Menurut Bahlil, persoalan pertama berkaitan dengan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Sementara isu kedua menyangkut pemenuhan kebutuhan batu bara berkalori menengah yang digunakan PLN untuk proses pencampuran (blending) bahan bakar pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Ia menjelaskan kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun. Di sisi lain, penugasan Domestic Market Obligation (DMO) yang ditetapkan pemerintah kepada perusahaan tambang berkisar antara 180 juta hingga 190 juta ton per tahun.
"Yang sudah dikontrak oleh PLN 134 juta ton. Sebenarnya secara kontrak dengan PLN dengan pengusaha 134 juta untuk satu tahun. Sekarang kan baru bulan 6. Itu harusnya no issue. Ternyata yang PLN keluhkan itu atau PLN minta itu adalah kalori yang medium untuk blending," kata Bahlil.
Bahlil memastikan persoalan pasokan batu bara tersebut kini telah menemukan jalan keluar setelah pemerintah turut membantu koordinasi antara PLN dan pemasok batu bara. Ia juga meminta PLN mempercepat pelaksanaan pemeliharaan sejumlah fasilitas kelistrikan guna meningkatkan keandalan sistem.
"Nah, sudah kita pastikan bahwa sudah tidak ada masalah dan kita pemerintah sudah membantu PLN untuk bisa menjalankan. Tetapi yang lebih dari itu adalah kita meminta ke PLN agar segera melakukan maintenance agar betul-betul bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat," ujar Bahlil.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik setelah sempat terjadi pemadaman bergilir pada pekan lalu.
"Bahwa pemadaman bergilir yang terjadi minggu lalu di Pulau Jawa, mulai kemarin hari Minggu, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik, dan pemadaman bergilir berhasil diminimalisir. Kami ingin mohon maaf kepada masyarakat karena ketidaknyamanan dengan terjadinya pemadaman bergilir tersebut," ujar Darmawan di Istana, Senin (22/6/2026).
Ia menjelaskan pasokan energi primer yang sesuai dengan kebutuhan pembangkit, baik milik PLN maupun Independent Power Producer (IPP), mulai kembali tersedia sehingga memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Jawa.
Selain itu, dua pembangkit besar milik mitra PLN yang sebelumnya mengalami gangguan teknis juga tengah dipulihkan. Salah satu di antaranya telah kembali beroperasi dan tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa sejak Minggu malam.
"Dan ada kabar yang baik tadi malam, satu pembangkit besar berhasil dipulihkan dan sinkron dengan sistem kelistrikan di Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk sistem di Pulau Jawa," ujarnya.