Lingkar.co - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh menyerahkan sejumlah rekomendasi strategis kepada anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Darwati A. Gani sebagai bentuk aspirasi dari kalangan pendidik.
PGRI Aceh juga mendorong optimalisasi penggunaan anggaran pendidikan, peningkatan kualitas kepemimpinan di satuan pendidikan, integrasi pendidikan formal dan nonformal, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif agar seluruh anak bangsa memperoleh kesempatan belajar yang setara dan berkualitas.
PGRI juga merekomendasi terkait penguatan regulasi dan kebijakan pendidikan yang berpihak pada mutu, peningkatan kesejahteraan dan perlindungan profesi guru, pemerataan distribusi tenaga pendidik, serta penguatan tata kelola pendidikan yang lebih efektif dan adaptif.
Rekomendasi tersebut disampaikan kepada Darwati A. Gani dalam Seminar Pendidikan dan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula PGRI Aceh yang mengusung tema 'Sinergitas Disdik, Kemenag, dan PGRI Aceh dalam Rangka Seminar Pendidikan dan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan untuk Mewujudkan Pendidikan Aceh Hebat dan Bermartabat'.
Seminar dihadiri oleh para guru, akademisi, pengurus PGRI, unsur Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Menanggapi rekomendasi tersebut, Darwati menyampaikan apresiasi yang diberikan PGRI Aceh. Ia juga menegaskan komitmen untuk memperjuangkan aspirasi tersebut melalui tugas dan kewenangannya sebagai anggota DPD RI.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada PGRI Aceh atas rekomendasi yang telah disusun secara komprehensif. Masukan ini akan menjadi bahan penting yang akan saya bawa ke tingkat nasional agar kebijakan pendidikan semakin berpihak kepada guru, peserta didik, dan kebutuhan daerah. Kolaborasi seperti ini menjadi modal besar dalam mewujudkan pendidikan Aceh yang hebat dan bermartabat,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Darwati juga menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda.
Ia menilai, penguatan karakter kebangsaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga harus menjadi bagian dari proses pendidikan untuk membentuk generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki semangat persatuan," katanya.
"Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan sumber daya manusia yang mampu membawa Aceh dan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” imbuhnya.
Darwati berharap, melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dan sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat, berbagai tantangan pendidikan dapat diatasi secara bersama-sama. Ia optimistis bahwa dengan kebijakan yang tepat dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Aceh mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. (*)