Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Raup Omzet Rp1 Miliar Lebih, Komitmen Pemkab Dukung UMKM Naik Kelas

Inti berita

Lingkar.co - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro Elzadeba Agustina mengungkapkan total pendapatan pada gelaran Bojonegoro Wastra Batik…

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Raup Omzet Rp1 Miliar Lebih, Komitmen Pemkab Dukung UMKM Naik Kelas
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat Closing Ceremony Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 di Alun-Alun Bojonegoro, Jawa Timur. Foto: dokumentasi

Lingkar.co - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro Elzadeba Agustina mengungkapkan total pendapatan pada gelaran Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 selama empat hari mencapai Rp 1 miliar lebih.

"Acara BWBF 2026 memberikan dampak multiplier effect yang signifikan bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha di Bojonegoro selama 4 hari pelaksanaannya," Senin (22/6/2026). 

Ia memaparkan, tercatat ada 10 guest house dan hotel yang terlibat dengan perkiraan kunjungan mencapai 162 tamu yang menginap selama 4 malam. Sektor ini menghasilkan pendapatan sebesar Rp175 juta dan menyumbang pajak hotel sebesar Rp17,5 juta.

Sedang di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan stand pameran, dari total 69 stand yang berpartisipasi, sebanyak 60 stand indoor berhasil meraup omset hingga Rp1,063 miliar. 

"Total pendapatan stand dan hotel perkiraan Rp 1,4 miliar selama 4 hari," jelasnya. 

Jumlah tersebut diperkirakan masih terus meningkat karena kegiatan resmi berakhir pada Sabtu (20/6/2026) malam sedangkan laporan pada acara Closing Ceremony Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 berlangsung pada sore hari di Alun-Alun Bojonegoro. 

 Event tahunan yang ketiga kalinya ini sukses menjadi motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus panggung pelestarian budaya lokal.

Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk mendongkrak perekonomian masyarakat melalui penjualan batik dan produk turunan lainnya, dengan maksud untuk meningkatkan daya ungkit ekonomi berbasis ekonomi kreatif (ekraf) serta memperluas jangkauan pasar produk batik di semua tingkatan.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan tujuan pelaksanaan kegiatan beberapa diantaranya yaitu, meningkatkan kecintaan dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri, khususnya batik sebagai warisan budaya leluhur.

 Selain itu, gelaran tersebut juga diharapkan menumbuhkan inspirasi untuk menggali potensi seni, budaya, dan kepariwisataan daerah, khususnya dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat, serta menciptakan ajang promosi dan pemasaran batik khas daerah sebagai aset budaya bangsa yang bernilai tinggi.

Sementara Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan Bojonegoro Wastra Batik Festival sengaja digelar sebagai salah satu bentuk komitmen Pemkab Bojonegoto agar UMKM naik kelas. 

"Kita patut berbangga bahwa BWBF ini UMKM benar-benar turut serta dan ada kolaborasi dengan para perajin dan pedagang," ujarnya. 

Dengan adanya Wastra Batik ini juga menjadi evaluasi bagi Kabupaten Bojonegoro, mengingat peserta stand juga berasal dari daerah yang telah lama berkecimpung dalam batik. Pihaknya juga mengatakan harus berbangga BWBF menjadi bagian dari rangkaian ketika Bojonegoro masuk UNESCO Global Geopark (UGGp) yang saat ini sedang tahap validasi. (*)

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu