Program RT Berkelas Pemkot Malang di Kelurahan Tulusrejo Terus Berkembang, Tekankan Kelola Sampah dan Kolaborasi dengan KKMP

Inti berita

Lingkar.co - Program RT Berkelas yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berkembang melalui berbagai inovasi. Di…

Program RT Berkelas Pemkot Malang di Kelurahan Tulusrejo Terus Berkembang, Tekankan Kelola Sampah dan Kolaborasi dengan KKMP
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat meninjau program RT Berkelas di Kelurahan Tulusrejo. Foto: dokumentasi

Program RT Berkelas yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berkembang melalui berbagai inovasi. Di Kelurahan Tulusrejo, program tersebut tidak hanya mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat, tetapi juga bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Program tersebut berhasil menghadirkan ekosistem pemberdayaan warga yang mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dengan penguatan ekonomi kerakyatan

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi salah satu contoh implementasi program daerah yang selaras dengan kebijakan pemerintah pusat. Melalui Program RT Berkelas, warga di tingkat RT bersepakat mengelola sampah organik secara mandiri dengan dukungan anggaran program.

Sehingga, sampah yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti kompos, kompos cair, dan kompos basah. Selanjutnya, hasil pengolahan tersebut dipasarkan melalui KDKMP Merah Putih Kelurahan Tulusrejo.

Dengan demikian, program RT Berkelas membentuk rantai ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Jadi ini satu bukti ada satu kolaborasi yang baik antara program RT Berkelas dengan Koperasi Merah Putih. Di RT tersebut sudah menyepakati untuk mengelola sampah dan membuat olahan sampah," katanya, Rabu (1/7/2026).

"Alhamdulillah sekarang tidak perlu ada TPS lagi. Masalah sampah sudah selesai dikelola di tingkat RT dengan dana dari Program RT Berkelas. Produk dari pengelolaan sampah itu ada kompos, kompos cair, dan kompos basah. Sampai RT ini kekurangan sampah. Hasilnya juga langsung dipajang dan dijual di KMP, jadi ini kolaborasi yang baik,” sambungnya.

Menurut Wahyu, KKMP Kelurahan Tulusrejo juga menjadi contoh implementasi koperasi yang mampu mengoptimalkan aset milik pemerintah daerah. Dengan memanfaatkan bangunan yang telah tersedia, koperasi dapat langsung menjalankan berbagai unit usaha, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok hingga menjadi wadah pemasaran produk hasil pengolahan sampah masyarakat.

Model tersebut, dikatakan Wahyu sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong optimalisasi aset daerah agar koperasi dapat segera beroperasi tanpa harus menunggu pembangunan sarana baru.

“KDKMP di Tulusrejo ini sudah berjalan dan bidang usahanya banyak. Ini menjadi salah satu KMP yang memanfaatkan aset daerah dengan bangunan yang sudah ada. Jadi usaha-usahanya jalan," ujarnya.

"Ini sejalan dengan arahan Menteri Koperasi bahwa walaupun kita ada keterbatasan lahan dan tidak bisa membangun gerai koperasi baru, tetapi bisa memanfaatkan aset yang ada. Yang penting usahanya berjalan. Tadi juga ada penjualan sembako seperti beras dan minyak goreng. Dari pengolahan sampah inilah ada kolaborasi yang baik antara Program RT Berkelas dan Program Koperasi Merah Putih,” jelasnya.

Wahyu berharap model kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain di Kota Malang agar semakin banyak RT yang mampu mengelola sampah secara mandiri sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari hasil pengelolaannya. 

“Saya berharap nanti tidak hanya sekadar ini saja. Kita lihat hasilnya, lingkungan menjadi bersih karena sampah diolah melalui Program RT Berkelas, kemudian hasilnya diterima oleh Koperasi Merah Putih. Ini yang ingin terus kita kembangkan,” pungkas Wahyu. (*)

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu