Lingkar.co - Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno berharap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru dilantik menjadi penyegaran tenaga dan semangat, bukan pelengkap administrasi belanja pegawai Pemerintah Kabupaten.
“Kehadiran Saudara sebagai generasi yang memiliki kemampuan terkini diharapkan membawa energi, semangat, dan inovasi baru yang menyegarkan birokrasi. Saya tidak ingin Saudara hanya menjadi pelengkap administratif, melainkan harus menjadi motor penggerak yang lincah dalam mengakselerasi roda pemerintahan,” ujar Bupati.
Hal itu disampaikan Bupati dalam Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonogiri Tahun 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Kamis (18/6/2026).
BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/mbg-tetap-jalan-meski-diwarnai-kasus-keracunan-pemerintah-siapkan-skema
BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/said-abdullah-dorong-pemerintah-responsif-terhadap-kritik-demi-pulihkan
Ia juga menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar perubahan status pekerjaan, melainkan sebuah penerimaan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, negara, dan masyarakat.
Setyo mengatakan, memasuki periode pembangunan 2025-2030, Pemkab Wonogiri mengusung visi besar mewujudkan Wonogiri yang Berdaya Saing, Maju, dan Sejahtera Berkelanjutan.
Oleh karena itu ia ingin seluruh elemen ASN memiliki frekuensi kerja yang sama, terlebih dalam menghadapi tantangan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. ASN baru diminta segera beradaptasi dengan unit kerja masing-masing guna memastikan program kerja tetap berjalan selaras dengan kebijakan daerah.
BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/tekanan-kebijakan-fiskal-pemkab-kendal-lakukan-sejumlah-langkah-efisiensi
Fokus utama pemerintahan saat ini adalah menghadirkan pelayanan publik yang jauh lebih baik dan memangkas prosedur yang berbelit-belit melalui konsep birokrasi yang “melayani dengan hati”.
“Birokrasi di Kabupaten Wonogiri harus responsif terhadap keluhan warga, mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk memangkas sekat birokrasi, serta berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif,” tegasnya.
Secara khusus, Bupati juga menyoroti peran krusial Pejabat Fungsional sebagai tenaga ahli. Mereka dituntut terus mengasah literasi digital agar kebijakan daerah selalu berbasis pada data dan analisis teknis yang akurat. Ia juga mengingatkan seluruh aparatur untuk menjauhi praktik korupsi, pungutan liar (pungli), dan tetap rendah hati dalam menjalankan jabatan.
BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/beri-solusi-konkret-wali-kota-tegal-tuntut-pemimpin-birokrasi-tak-hanya
Pelantikan ini menjadi kian strategis mengingat Kabupaten Wonogiri baru saja kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kesebelas kalinya secara berturut-turut pada tahun 2026. Catatan prestasi Pemkab Wonogiri terbilang impresif, di mana pada tahun 2025 berhasil menyabet 16 penghargaan nasional maupun regional, dan hingga pertengahan tahun 2026 ini sudah 13 penghargaan sukses dikantongi.
Rentetan prestasi tersebut, menurut Bupati, menjadi tantangan tersendiri bagi ASN baru untuk mempertahankan kinerja terbaik di luar zona nyaman demi memenuhi ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi.
Menutup sambutannya, Bupati menitipkan tiga pesan penting kepada jajaran ASN Kabupaten Wonogiri untuk menghilangkan ego sektoral maupun pribadi karena keberhasilan dalam sistem pemerintahan merupakan hasil kerja tim.
BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/hadir-di-pelantikan-pw-gp-ansor-jateng-gibran-beri-pantun
Ia juga memantapkan fungsi koordinasi antarlini dapat berjalan tanpa hambatan demi satu tujuan utama, yaitu kesejahteraan masyarakat.
“Yang terakhir, wakafkan tenaga dan pikiran dengan menguatkan niat pengabdian dengan segera mempelajari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di tempat kerja yang baru dengan penuh semangat,” tandasnya. (*)