Ekspor Blora Melonjak, Daun Kelor Jadi Primadona Baru

Inti berita

Lingkar.co & Nilai ekspor komoditas unggulan Kabupaten Blora, mencatat lonjakan signifikan pada triwulan I 2026. Total ekspor mencapai 1,4 juta dolar AS atau…

Ekspor Blora Melonjak, Daun Kelor Jadi Primadona Baru
Kepala Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Kiswoyo. Foto: Istimewa.

& Nilai ekspor komoditas unggulan Kabupaten Blora, mencatat lonjakan signifikan pada triwulan I 2026. Total ekspor mencapai 1,4 juta dolar AS atau sekitar Rp23,81 miliar, naik 75,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 795.809 dolar AS atau sekitar Rp13,06 miliar.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Kiswoyo, mengatakan peningkatan tersebut didorong menguatnya permintaan terhadap tiga komoditas utama, yakni furnitur berbahan kayu jati, briket arang dari batok kelapa, serta produk olahan daun kelor yang kini mulai menjadi andalan ekspor baru.

"Olahan daun kelor permintaannya terus meningkat, terutama dari Malaysia. Produk ini banyak digunakan sebagai bahan baku herbal, suplemen kesehatan hingga kosmetik," ujarnya.

Menurut Kiswoyo, dominasi industri pengolahan kayu masih menjadi penopang utama ekspor Blora. Namun, tren kenaikan permintaan daun kelor menunjukkan adanya peluang diversifikasi komoditas ekspor yang semakin menjanjikan.

Seiring meningkatnya kinerja ekspor, Blora juga memperoleh kuota pendampingan bagi 25 pelaku usaha melalui Export Center Surabaya (ECS). Program tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas UMKM agar mampu menembus pasar internasional sekaligus melahirkan eksportir baru.

Saat ini, produk asal Blora telah dipasarkan ke berbagai negara di Asia, Eropa, Timur Tengah, Australia, hingga Amerika Serikat. Negara tujuan ekspor antara lain Jepang, Malaysia, India, Turki, Bulgaria, Amerika Serikat, Lebanon, Kuwait, Qatar, Prancis, Spanyol, Italia, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi.

Untuk komoditas briket arang dari batok kelapa, pasar utamanya meliputi Lebanon, India, Kanada, Amerika Serikat, Dubai, serta sejumlah negara Eropa. Produk tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar barbeque, penghangat ruangan, hingga bahan baku rokok.

Sementara itu, furnitur berbahan kayu jati asal Blora telah lama menembus pasar internasional, seperti Jerman, Amerika Serikat, Prancis, Spanyol, Italia, Arab Saudi, dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Kiswoyo menilai perluasan pasar ekspor tersebut menjadi indikator bahwa produk-produk asal Blora semakin mampu memenuhi standar mutu internasional dan bersaing di pasar global.

"Harapannya, peningkatan ekspor ini tidak hanya memperkuat perekonomian daerah, tetapi juga membuka pasar yang lebih luas bagi produk lokal dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat," katanya. (*)

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu