Resmikan Embung Subari, Ganjar Lanjutkan Gerakan Seribu Embung di 2023

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengunjungi Embung Subari di Desa Kalibareng, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Selasa (14/2/2023)/LINGKAR.CO/Wahyudi
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengunjungi Embung Subari di Desa Kalibareng, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Selasa (14/2/2023)/LINGKAR.CO/Wahyudi
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melanjutkan kesuksesan Gerakan Seribu Embung di tahun 2023. Kali ini, dia kembali meresmikan Embung Subari yang ada di Desa Kalibareng, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Selasa (14/2/2023).

Embung yang memiliki luas 1.800 meter tersebut dinamai Embung Subari lantaran seorang petani yang bernama Subari menyumbangkan tanah miliknya untuk dibangun embung.

"Jadi Pak Subari sudah menunaikan tugas yang luar biasa memberikan tanahnya, diberikan kepada masyarakat. Sekarang sudah jadi, tinggal membereskan dari saluran airnya, terus perbaikan jalannya," kata Ganjar.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Perlu diketahui, Ganjar menginisiasi Gerakan Seribu Embung sudah sejak tahun 2016 dan saat ini sudah melebihi target yakni 1.135 embung sudah terbangun di Jawa Tengah.

Pendanaan yang digunakan untuk pembangunan embung tidak hanya dari APBD, melainkan juga dibantu dari banyak pihak.

Seperti pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, hingga corporate Social Responsibility (CSR).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ganjar menyatakan keberhasilan program tersebut akan terus dilakukannya dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan agar jumlah embung yang dibangun lebih banyak lagi.

Terkait Embung Subari, Ganjar menyebut nantinya akan digunakan untuk warga Desa Kalibareng sebagai kebutuhan air bersih seperti sistem irigasi pertanian.

Embung tersebut juga bisa untuk menampung air hujan sehingga bisa digunakan saat musim kemarau.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Kira-kira 35 hektare lahan pertanian nanti akan bisa terairi. Kalau masih musim hujan mungkin tadah hujannya masih bisa digunakan. Tapi kalau kemarau tentu embung ini punya manfaat. Saya senang melihat semua saling mendukung dan gotong-royong dengan luar biasa," katanya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu juga berharap agar masyarakat sekitar dapat mengkonservasi pohon-pohon di sekitar embung tersebut agar lingkungannya tetap lestari.

"Sehingga kalau nanti pohonnya terkonservasi dengan baik, sumber mata airnya juga akan terjaga karena sumber mata air yang dari atas, yang dijadikan sumber utama bisa mengisi embung yang ada di sini," pungkasnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Penulis : Wahyudi

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu