Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mengampanyekan gerakan antikorupsi melalui ajang Rembang City Run 5K 2026 yang digelar di Alun-alun Rembang, Minggu (26/7/2026). Kegiatan yang menjadi rangkaian Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang itu diikuti lebih dari 3.700 peserta.
Mengusung slogan "Lari Terus, Korupsi Putus", kegiatan diawali dengan deklarasi antikorupsi yang dipimpin Bupati Rembang Harno sebelum para peserta diberangkatkan.
Dalam deklarasi tersebut, Harno mengajak seluruh masyarakat menolak segala bentuk korupsi, gratifikasi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang.
"Menolak segala bentuk korupsi, gratifikasi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang," tegas Harno.
Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Fahrudin mengatakan kampanye antikorupsi sengaja dikemas melalui kegiatan olahraga agar lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan upaya pencegahan.
"Korupsi tidak bisa diberantas hanya dengan penindakan. Yang tidak kalah penting adalah membangun budaya antikorupsi di masyarakat," kata Fahrudin.
Ia menilai langkah pencegahan perlu terus diperkuat melalui pembentukan karakter dan budaya integritas sejak dini. Karena itu, Pemkab Rembang terus menyosialisasikan nilai-nilai antikorupsi melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Selain mengampanyekan antikorupsi, Rembang City Run juga menjadi ajang mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
Bupati Harno mengatakan masyarakat yang sehat merupakan modal penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan produktif. Ia berharap semangat kebersamaan dalam peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang dapat menjadi pendorong kemajuan daerah.
Sementara itu, Ketua Umum HKR Jabodetabek, Dr. H. Maryono, mengatakan Rembang City Run 2026 merupakan penyelenggaraan tahun kedua yang dipercayakan Pemerintah Kabupaten Rembang kepada HKR Jabodetabek.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi bentuk kontribusi warga Rembang di perantauan untuk ikut membangun daerah.
"Momentum ini membangkitkan kesadaran keluarga besar HKR yang berada di luar Rembang untuk ikut memikirkan dan membangun daerah. Kami ingin ikut berkontribusi agar Rembang semakin maju dengan semangat 'Rembang Jujur, Rakyat Makmur'," ujarnya.
Tahun ini, Rembang City Run diikuti lebih dari 3.700 peserta atau meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Ajang tersebut tidak hanya menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga media edukasi untuk memperkuat budaya antikorupsi di tengah masyarakat.