Iklan

Koperasi Peternak Ingatkan SPPG di Kendal Wajib Gunakan Telur Lokal, Sesuai Kesepakatan Jawa Tengah

Inti berita

Koperasi Peternak Unggas Sejahtera mengingatkan tata kelola dan penyelenggaraan rantai pasok bahan baku MBG telur di Kabupaten Kendal harus menggunakan pemasok lokal sebagaimana kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

SPPG wajib menggunakan telur lokal,sesuai dengan kesepakata
Telur ayam peternak Kabupaten Kendal dalam sebuah kegiatan. Foto: Yoedhi/Lingkar.co

Koperasi Peternak Unggas Sejahtera mengingatkan tata kelola dan penyelenggaraan rantai pasok bahan baku MBG telur di Kabupaten Kendal harus menggunakan pemasok lokal sebagaimana kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Hal ini mengacu pada bersama tentang penyerapan telur dan daging ayam dalam program MBG oleh, Gubernur Jawa Tengah, Satgas MBG Jateng, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Badan Gizi Nasional, Koordinator SPPG dan Asosiasi Koperasi Peternak Ayam Petelur dan Asosiasi Peternak Ayam Pedaging Jawa Tengah pada 19 Juni 2026 lalu.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal, Suwardi mengatakan, dalam kesepakatan tersebut memuat tiga poin, yaitu MBG di Jateng wajib menggunakan menu telur dan daging ayam 2 kali dalam seminggu, suplai telur dilakukan oleh asosiasi atau koperasi yang ada dengan standart kualitas yang telah disepakati.

"Kemudian yang ketiga adalah harga yang disepakati untuk telur adalah Rp 26.000 per kilogram. Sehingga hari ini kami sosialisasikan cara dan teknisnya kepada para pengelola SPPG," katanya dalam pertemuan bersama seluruh SPPG atu dapur MBG di Rumah Makan Tirtoarum, Kendal, Sabtu (25/7/2026).

Suwardi menyebutkan, adanya pertemuan dengan SPPG tersebut diharapkan menjadi sarana agar kesepakatan yang telah ditandatangani dapat berjalan dengan baik dan bisa segera dilaksanakan.

"Agar nanti semua peternak juga merasakan, pedagang yang sudah menjadi suplier juga merasakan. Nanti pembelian di kandang itu untuk pedagang Rp 24.000, kemudian masuk ke dapur MBG Rp 26.000," tegasnya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Alwi berharap melalui pertemuan tersebut para SPGG dapat memaksimalkan bahan baku dari para petani dan peternak lokal. Sehingga harga pasokan ditingkat peternak atau petani tetap stabil.

"Dan peternak atau petani juga dapat merasakan distribusi terutama telur ini. Sehingga kedepan dapat meningkatkan lesejahteraan mereka" harapnya.

Sementara, Ketua BGN Kendal, Muhammad Faris Maulana berharap, dengan adanya diskusi tersebut, pengelola SPPG dapat menindaklanjuti penggunaan bahan baku telur untuk kebutuhan MBG di Kendal melalui KPUS.

"Semoga penyerapan telur untuk MBG nanti bisa melalui peternak lokal. Karena Kabupaten Kendal itu adalah penghasil telur terbesar nomor 2 di Indonesia. Sehingga dengan adanya kesepakatan ini harapannya MBG di Kendal bisa menyerap telur dari peternak lokal," pungkasnya.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu