Lingkar.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal bersama pengelola Kawasan Industri Kendal (KIK), Administrator KEK Kendal, dan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) menyelenggarakan kegiatan Ngisi Bareng (NGIBAR) dan Ngisi dengan Pendampingan (NGIDAM) Sensus Ekonomi 2026 bagi para pelaku usaha dan tenant di Kawasan Industri Kendal, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Polifurneka, Jalan Wanamarta Raya No. 20, Kawasan Industri Kendal, ini dihadiri sekitar 60 perusahaan tenant. Mayoritas undangan hadir dan mengikuti proses pengisian kuesioner Sensus Ekonomi 2026 secara mandiri melalui metode Computer-Assisted Web Interviewing (CAWI).
CAWI merupakan metode pengumpulan data secara swacacah, di mana responden mengisi kuesioner sensus melalui tautan resmi yang disediakan BPS. Metode ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk menyampaikan data usahanya secara cepat, aman, dan efisien.
Acara diawali dengan welcome speech dari perwakilan manajemen Kawasan Industri Kendal, N. Najman Ade Putra, yang menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai upaya bersama menghadirkan data ekonomi yang akurat dan berkualitas.
Dalam sambutannya, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ali Said, M.A., menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh tenant dalam pengisian Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, data yang diberikan oleh para pelaku usaha akan menjadi fondasi penting dalam menggambarkan potret perekonomian Kabupaten Kendal secara utuh dan akurat.
“Partisipasi aktif para tenant sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan. Data yang lengkap dan benar akan mampu menampilkan wajah ekonomi Kendal yang sesungguhnya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kendal, Ade Sandi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pengelola KIK, Administrator KEK Kendal, Polifurneka, dan para tenant sehingga agenda NGIBAR dapat terlaksana dengan baik.
Menurut Ade Sandi, keberhasilan Sensus Ekonomi tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan dan pelaku usaha. Ia berharap seluruh tenant dapat mengisi kuesioner dengan benar, jujur, lengkap, serta memastikan pengisian dilakukan hingga tahap submit tanpa galat sehingga data benar-benar tercatat dalam sistem.
“Kolaborasi yang kuat menjadi kunci sukses kegiatan ini. Kami berharap seluruh tenant dapat menyelesaikan pengisian hingga submit, sehingga data yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan ekonomi Kendal maupun Indonesia,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Hingga akhir acara, lebih dari 50 persen perusahaan yang hadir telah berhasil menyelesaikan pengisian dan melakukan submit kuesioner Sensus Ekonomi 2026.
Capaian tersebut menjadi awal yang menggembirakan dalam upaya meningkatkan partisipasi pelaku usaha di Kawasan Industri Kendal. Secara bertahap, BPS Kabupaten Kendal menargetkan seluruh perusahaan yang berada di kawasan industri dapat mencapai tingkat submit hingga 100 persen sebagai indikator keberhasilan pelaksanaan NGIBAR dan NGIDAM.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.30 WIB ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan industri, institusi pendidikan, dan dunia usaha dalam mendukung penyediaan data statistik yang berkualitas.
Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan NGIBAR dan NGIDAM, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang tergerak untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Virus kebaikan dan semangat berbagi data untuk pembangunan diharapkan terus menyebar, sehingga terwujud data ekonomi yang lengkap, akurat, dan terpercaya demi kemajuan Kabupaten Kendal dan Indonesia.