Sebanyak 50 anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Jepara mengikuti khitan massal gratis yang digelar di Pendopo Kartini Jepara, Rabu (1/7/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2026 itu juga diikuti sejumlah siswa Sekolah Rakyat.
Pemerintah Kabupaten Jepara menegaskan layanan khitan gratis tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belum sempat mengikuti khitan massal tetap dapat difasilitasi selama masih membutuhkan.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Jepara, Moh. Ali, mengatakan peserta diprioritaskan berasal dari keluarga prasejahtera, termasuk siswa Sekolah Rakyat. Seluruh biaya ditanggung penyelenggara dan setiap peserta memperoleh bingkisan.
"Khitan massal ini kami prioritaskan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk siswa Sekolah Rakyat. Semua peserta dilayani gratis," ujarnya.
Ia menambahkan, tidak ada pembatasan kuota untuk layanan tersebut. Dinsospermasdes akan terus membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belum dikhitan dengan menggandeng tenaga kesehatan yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Agar suasana lebih menyenangkan, panitia menghadirkan karakter Superman dan Spiderman untuk menemani anak-anak selama proses khitan. Kehadiran dua tokoh superhero itu bertujuan mengurangi rasa cemas sehingga peserta lebih rileks.
"Panitia sengaja menghadirkan Superman dan Spiderman untuk mengurangi rasa takut anak-anak saat khitan. Harapannya, mereka bisa lebih tenang dan nyaman," kata Moh. Ali.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkab Jepara, Sentra Margo Laras Pati, dan Klinik Keluarga Sehat Jepara. Selain khitan massal, acara juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial serta lomba mewarnai yang diikuti sekitar 100 anak.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Sentra Margo Laras Pati, Raharjo, menyebut lembaganya telah menyalurkan bantuan sosial senilai lebih dari Rp890 juta di Kabupaten Jepara selama semester pertama 2026. Bantuan tersebut menyasar anak-anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, kelompok rentan, orang tua siswa Sekolah Rakyat, hingga penyintas kusta.
"Selama semester pertama 2026, kami telah menyalurkan bantuan sosial lebih dari Rp890 juta di Kabupaten Jepara," ujarnya.
Asisten I Sekretaris Daerah Jepara, Diyar Susanto, yang mewakili Bupati Jepara, mengapresiasi dukungan Kementerian Sosial melalui Sentra Margo Laras Pati. Menurutnya, sinergi tersebut memperkuat jangkauan pelayanan sosial bagi masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga rentan di Jepara. (*)