Sampah Menumpuk di Muara Angke, DPRD DKI Minta Pemprov Siapkan Penanganan Berkelanjutan

Inti berita

Lingkar.co - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat apresiasi atas langkah cepat dalam menangani tumpukan sampah yang sempat membentuk "pulau sampah" di…

Sampah Menumpuk di Muara Angke, DPRD DKI Minta Pemprov Siapkan Penanganan Berkelanjutan
Anggota DPRD DKI Jakarta Ali Lubis. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat apresiasi atas langkah cepat dalam menangani tumpukan sampah yang sempat membentuk "pulau sampah" di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara. Namun, upaya tersebut dinilai perlu dibarengi dengan strategi jangka panjang agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ali Lubis, mengapresiasi respons cepat Pemprov DKI Jakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup, petugas lapangan, dan pihak terkait yang berhasil membersihkan tumpukan sampah di kawasan tersebut.

"Yang pertama saya mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas LH dan Petugas Lapangan serta seluruh pihak yang telah berhasil membersihkan tumpukan sampah di kawasan Muara Angke yang sempat viral sampai berbentuk pulau selama 4 hari ini sebanyak 8.8 ton," kata Ali kepada wartawan, Senin (8/6/2026).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menurut Ali, penanganan yang dilakukan setelah persoalan tersebut menjadi sorotan publik menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kawasan pesisir dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat setempat.

"Gerak cepat ini menunjukkan keseriusan pemprov dalam menjaga lingkungan pesisir Jakarta dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap ekosistem laut maupun aktivitas masyarakat pesisir," ujarnya.

Meski demikian, Ali mengingatkan bahwa pembersihan sampah yang dilakukan saat ini baru bersifat sementara. Ia menilai akar persoalan perlu diselesaikan agar sampah tidak kembali menumpuk hingga membentuk gundukan besar di wilayah pesisir.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Namun yang perlu di perhatikan adalah pembersihan sampah saat ini hanyalah solusi jangka pendek saja, di mana persoalan utamanya bagaimana agar sampah-sampah tersebut tidak lagi menumpuk hingga menjadi pulau di Muara Angke tersebut," katanya.

Untuk mencegah kejadian serupa, Ali mengusulkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah memperkuat sistem pengendalian sampah di bagian hulu sungai melalui pemasangan jaring, sekat, dan alat penangkap sampah sebelum limbah terbawa hingga ke kawasan pesisir.

"Ada beberapa usulan solusi dan langkah strategis yang bisa dilakukan Pemprov seperti memperkuat sistem penahan sampah di hulu sungai; pemasangan lebih banyak jaring, sekat, dan alat penangkap sampah pada sungai-sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta sehingga sampah tidak sampai ke kawasan pesisir," kata Ali.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Selain penguatan infrastruktur, ia juga mendorong edukasi yang lebih masif kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Pengawasan terhadap perilaku membuang sampah sembarangan juga dinilai perlu ditingkatkan.

"Melakukan inspeksi rutin dan pembersihan di sungai-sungai yang menuju Muara Angke dan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern," kata dia.

Ali turut mengusulkan pemberian insentif bagi warga yang aktif mengelola sampah. Di sisi lain, ia meminta adanya penegakan aturan yang tegas terhadap pihak yang membuang sampah ke sungai dan saluran air.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

*Pramono: Pembersihan Memakan Waktu Empat Hari*

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan proses pembersihan tumpukan sampah di Muara Angke membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari. Menurutnya, kondisi serupa berpotensi kembali terjadi apabila pembersihan tidak dilakukan secara berkala.

"Minusnya, kalau tidak secara rutin dibersihkan maka akan menjadi seperti yang kemarin, seperti pulau sampah. Dan sekarang ini terus terang sudah dibersihkan dan memerlukan waktu kurang lebih 3-4 hari untuk membersihkan itu," kata Pramono kepada wartawan di CFD Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Pramono menjelaskan Muara Angke menjadi titik akhir aliran sejumlah sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta. Kondisi tersebut membuat berbagai jenis sampah yang terbawa arus sungai mengendap dan menumpuk di kawasan tersebut.

"Memang Muara Angke itu adalah tempat begitu ujung dari sungai-sungai yang ada, ada 13 sungai, salah satunya kemudian muaranya di Muara Angke. Begitu mereka keluar, selama ini mengalami pengendapan di sana. Dan ini sudah berlangsung lama," jelasnya.

Ia menambahkan tumpukan sampah tersebut beruntung tidak sampai terbawa arus menuju kawasan Kepulauan Seribu. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pembersihan secara rutin untuk mencegah penumpukan yang lebih besar.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Saya sudah meminta untuk Muara Angke ini secara rutin untuk dibersihkan, karena jangan sampai seperti kemarin yang sudah menjadi seperti pulau baru dibersihkan," ucap dia.

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Rekomendasi untuk kamu