Iklan

Tekan Risiko Banjir, Pemkab Pati Percepat Sudetan Sungai Juwana

Inti berita

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terus mengupayakan percepatan penanganan banjir di Kecamatan Juwana melalui rencana pembangunan sudetan Sungai Juwana…

Tekan Risiko Banjir, Pemkab Pati Percepat Sudetan Sungai Juwana
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat membuka Festival Kali Juwana ke-7. Foto: Istimewa

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terus mengupayakan percepatan penanganan banjir di Kecamatan Juwana melalui rencana pembangunan sudetan Sungai Juwana sepanjang kurang lebih 11 kilometer. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana agar proyek tersebut segera terealisasi.

Komitmen itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat membuka Festival Kali Juwana ke-7 Tahun 2026 yang mengusung tema Gerakan Budaya Ekologis, Sungai Waras, Masyarakat Waras di Sekretariat Jampisawan, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Senin (27/7/2026).

Menurut Chandra, pemerintah daerah tidak hanya mendorong percepatan sudetan sungai, tetapi juga menyiapkan langkah pendukung berupa normalisasi sungai dan penyediaan alat berat untuk menunjang penanganan di lapangan.

"Kami terus berkoordinasi dengan BBWS untuk pelaksanaan sudetan Sungai Juwana, sekitar 11 kilometer agar dapat mengurangi dampak banjir di wilayah Juwana," ujar Chandra.

Ia menilai keberadaan Sungai Juwana memiliki peran penting bagi masyarakat. Selain menjadi sumber pengairan pertanian, sungai tersebut juga menopang sektor perikanan, menyediakan kebutuhan air bersih, hingga berpotensi dikembangkan sebagai kawasan wisata apabila dikelola secara berkelanjutan.

"Sungai ini adalah sumber kehidupan masyarakat. Karena itu, kelestariannya harus kita jaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang," katanya.

Di sisi lain, Chandra mengungkapkan masih ada sejumlah persoalan yang dihadapi Sungai Juwana, seperti banjir, sedimentasi, serta pertumbuhan enceng gondok yang menghambat aliran air. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Ia juga mengajak masyarakat melihat enceng gondok dari sisi lain, yakni sebagai bahan baku kerajinan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi peluang usaha bagi warga.

"Enceng gondok jangan hanya dipandang sebagai masalah. Tanaman ini bisa diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Jampisawan, Sunadi, mengatakan Festival Kali Juwana ke-7 digelar sebagai wadah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, tokoh agama, komunitas, dan masyarakat dalam mendorong gerakan pelestarian Sungai Juwana.

Rangkaian kegiatan festival juga diisi dengan berbagai agenda edukatif, di antaranya rembuk lintas iman, pelatihan Biotilik, serta lomba poster lingkungan yang ditujukan untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian sungai.

Festival tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Pati, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), perwakilan BirdLife Foundation Indonesia, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah, kepala organisasi perangkat daerah terkait, Camat Juwana, para tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta peserta festival dari berbagai unsur masyarakat Kecamatan Juwana.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu