Lingkar.co - Scorpion FC Kudus mengawali langkahnya di babak penyisihan Grup B U-15 HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 dengan kemenangan meyakinkan. Bermain di Supersoccer Arena, Kudus, Senin (7/7/2026), wakil tuan rumah itu mengalahkan Tigers Football Academy Surabaya dengan skor 2-0.
Sejak peluit awal dibunyikan, Scorpion FC tampil dominan. Tim asuhan Pangestu menguasai lini tengah dan terus menekan pertahanan Tigers FA melalui kombinasi umpan-umpan pendek serta variasi serangan dari bola mati.
Sejumlah peluang tercipta sepanjang babak pertama. Latisha Safa Berliana nyaris membawa Scorpion unggul pada menit ke-15, namun penyelamatan gemilang kiper Tigers FA, Allicia Pramitha Husada, menggagalkan peluang tersebut. Dua menit kemudian, Allicia kembali mengamankan tendangan keras Clarisya Putri Kurniawan dari luar kotak penalti. Hingga turun minum, skor tetap 0-0.
Memasuki babak kedua, tekanan Scorpion FC semakin meningkat. Meski kembali dibuat frustrasi oleh penampilan solid penjaga gawang lawan, tim tuan rumah akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-48. Berawal dari sepak pojok Putri Neza Larasati, Latisha Safa Berliana sukses menanduk bola ke gawang Tigers FA.
Keunggulan itu langsung bertambah hanya satu menit kemudian. Clarisya Putri Kurniawan mencetak gol kedua lewat tendangan setengah voli yang gagal dibendung kiper lawan. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai.
Pemain Scorpion FC, Zulvana Rahma Aditya, mengakui timnya harus bekerja keras karena sulit menembus pertahanan lawan, terutama penampilan apik sang kiper.
"Hari ini pertahanan lawan, khususnya kiper itu sulit banget ditembus. Sampai akhirnya kami bisa cetak gol, perasaannya pasti senang, teman-teman juga pada senang karena kami kerja keras bareng sepanjang pertandingan," ujarnya.
Asisten Pelatih Scorpion FC, Mohammad Islam Andhika Dwiki Putra, menilai kemenangan tersebut menjadi modal penting setelah anak asuhnya sempat tampil di bawah tekanan pada laga pembuka.
"Mungkin karena ini pertandingan pertama, jadi anak-anak masih beban. Tapi kami bersyukur bisa meraih kemenangan. Evaluasi tetap ada, terutama dalam penyelesaian akhir dan skema menyerang agar peluang yang tercipta bisa lebih maksimal pada pertandingan berikutnya," katanya.
Di kubu Tigers FA, Pelatih Patar Samuel Parningotan tetap mengapresiasi perjuangan timnya. Menurut dia, dominasi Scorpion FC di lini tengah membuat anak asuhnya kesulitan mengembangkan permainan.
"Pertandingan pertama memang selalu sulit. Kami terus mendapat tekanan, tetapi pemain sudah berusaha bertahan semaksimal mungkin. Kami akan mengevaluasi pertandingan ini dan berusaha meraih kemenangan di dua laga berikutnya agar peluang lolos ke semifinal tetap terbuka," ujarnya.
Kapten Tigers FA, Vincka Setyawati, juga menegaskan timnya belum menyerah meski gagal meraih poin pada laga perdana.
"Pertandingan hari ini bukan akhir. Kami masih memiliki dua pertandingan lagi dan tetap optimistis bisa bangkit serta meraih kemenangan," katanya.
Sementara itu, Plt Ketua PSSI Kabupaten Kudus, Taufan Hapsoro Putro, menilai kemenangan Scorpion FC menjadi bukti positif hasil pembinaan sepak bola putri di Kudus. Menurutnya, kehadiran kompetisi seperti MilkLife Soccer Challenge dan HYDROPLUS Soccer League All-Stars memperkuat ekosistem pembinaan pemain usia dini.
"Kami bangga Scorpion FC mampu menunjukkan performa terbaik. Pembinaan sepak bola putri di Kudus terus berjalan dan kami juga menjalin kerja sama dengan sekolah sepak bola untuk mengembangkan pemain-pemain potensial," ujar Taufan.
Pada pertandingan Grup B lainnya, Cipta Cendikia FA Bogor bermain imbang 1-1 melawan Goal Aksis Cimahi.
Di kategori U-18, Akademi Persib Bandung harus mengakui keunggulan Arema FC Women Malang dengan skor 0-1. Sementara Putri Tangsel City Tangerang Selatan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Samba Persada Women Sukoharjo melalui gol dari titik penalti. (*)